
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Setelah selesai mandi,aku memilih untuk duduk di depan kontrakan.Sedangkan Dani,sedari tadi aku keluar dari kamar mandi dia sudah tidak ada di dalam kamar.
Tidak lama setelah itu,mungkin sekitar 15 menitan,Dani pun baru saja datang dari bawah dengan membawa barang belanjaan di tangan nya.
"Sudah ya......" ucap nya langsung duduk di samping ku.
"Iya....."
"Nih,kebetulan aku beli es krim kesukaan kamu." lanjutnya sambil memberikan satu kantong plastik pada ku.
"Tumben,"
Aku pun langsung mencari es krimnya dan langsung membuka bungkusnya.Aku tidak bisa menolak saat ada yang memberi aku atau menawari es krim coklat kesukaan ku.
"Kamu nggak kerja,emang nya boleh?" tanya ku.
"Ya sebenarnya sih nggak boleh,hanya saja mana mungkin aku malah pergi kerja sedangkan istri ku belum pulang sejak semalam."
"Aku sudah minta izin sama atasan ku,kalau aku sakit." lanjutnya.
"Oh......."
Aku pun melanjutkan kembali menikmati es krimnya sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sore nya,Dani mengajak ku untuk menonton di mall.Aku sempat menolak ajakannya,karena aku merasa malas saja dan hanya ingin berdiam diri di kamar.
Mungkin Dani,berusaha mencairkan suasana yang terasa asing sekarang.Karena dia terus memaksa ku,akhirnya aku pun mengiyakan ajakannya dan bersiap-siap untuk mengganti pakaian.
Aku sendiri sebenarnya belum tau,di mana mall yang ada di kota ini.Karena semenjak ke sini,ini baru pertama kalinya dia mengajak ku pergi ke mall.
Katanya sih,jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam.Dani sengaja sudah meminjam motor milik bapak kontrakan tadi siang.
Sepanjang perjalanan,aku banyak melihat pabrik-pabrik yang ada di daerah itu.Ternyata banyak juga pabrik yang baru akan di bangun juga,menurut penuturan Dani sih,katanya emang sekarang banyak pabrik yang pindah ke daerah Jawa khusunya di kota ini.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
"Kamu mau nonton film apa?" tanya nya setelah kami sampai di parkiran mall nya.
"Apa aja,"
__ADS_1
"Ya udah nanti kamu lihat dulu aja,aku juga belum tau film apa aja yang sekarang sedang tayang di bioskop ini." ucap nya.
Kami berdua pun naik melalui lift untuk menuju lantai 3 di mana bioskopnya berada.Aku pun memutuskan untuk menonton film horor saja,mengingat saat ini hanya itu yang aku pikir seru.Karena yang lainnya hanya ada film animasi anak-anak saja.
Dani pun langsung memesan tiket dan sekaligus membeli cemilan untuk kami nanti di dalam.
Aku sendiri memilih untuk menunggu di kursi yang sudah tersedia di sana sambil memainkan HP ku.
"Udah yuk,sebentar lagi filmnya mau mulai." ajaknya.
"Oh gitu,"
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sepanjang filmya di putar,sebenarnya aku tidak begitu memperhatikannya.Yang ada aku malah memikirkan tentang hubungan aku dan Dani kedepannya.Aku merasa setres dan pusing,keputusan apa yang akan aku ambil nantinya.
"Kamu kok malah diam saja dari tadi? Kenapa film nya nggak seru yah?" bisik Dani.
"Tidak,"
"Filmnya cukup seru kok."
Tanpa terasa sekitar 120 menitan,filmnya pun berakhir.Aku langsung keluar dan meminta izin untuk ke toilet dulu.
"Iya....."
Aku pun langsung keluar dari dalam studionya dan langsung menuju toilet.Setelah selesai,aku langsung mencari Dani di depan bioskop.Namun sayangnya,aku tidak bisa melihat keberadaannya.
Sudah hampir sekitar 5 menit lama nya,aku menunggu dia sambil berdiri di depan bioskop.Sampai akhirnya aku melihat dia di ujung lorong tengah berbicara dengan seorang laki-laki.
Mata ku sempat terbelalak,karena melihat laki-laki itu memegang tangan Dani.Meski pun Dani menepisnya,sepertinya antara dia dan laki-laki itu memang udah saling mengenal dan ada sesuatu di antara mereka.
Aku sendiri memikih untuk tidak memperdulikannya dan langsung turun duluan menggunakan eskalator.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Hampir sudah 15 menit lama nya,aku menunggu Dani di atas motor.Aku sengaja tidak menghubunginya lebih dulu,aku sudah lebih dulu kecewa melihat kejadian di depan mata ku tadi.
Sampai akhirnya Dani pun menelpin ku dan menanyakan keberadaan ku sekarang.
"Halo......"
"Kamu di mana?"
__ADS_1
"Aku sudah di parkiran,"
"Loh kenapa kamu nggal bilang sudah lebih dulu turun? Tadi kan kamu meminta aku untuk menunggu kamu di depan bioskop nya."
"Aku takut ganggu kamu aja,tadi aku tidak sengaja melihat kamu tengah mengobrol dengan seseorang.Sepertinya kalian sedang mengobrolkan hal yang cukup serius,makanya aku memilih untuk turun lebih dulu."
"Itu......."
Aku langsung menutup telponnya dan langsung memasukan HP ku ke dalam saku jaket.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Tidak berselang lama,Dani pun datang dengan muka paniknya.
"Ayo pulang," ajak ku.
"Sebentar,aku ingin menjelaskan sesuatu dulu sama kamu."
"Tidak perlu,lagian aku sudah tidak peduli dengan apa yang kalian tadi lakukan.Terserah kamu mau apa,"
"Kamu kok ngomongnya kayak gitu sih?"
"Aneh,terus aku harus gimana sekarang?"
"Aku harus baik-baik saja gitu,setelah melihat suami ku malah pegangan tangan sama laki-laki di tempat umum pula." lanjut ku.
"Sudahlah,aku malas berdebat sama kamu sekarang.Aku capek,aku ingin pulang....."
Dani pun terlihat pasrah dan raut wajahnya tampak marah.Saat aku dan Dani hendak keluar dari area parkiran itu,aku tidak sengaja melihat laki-laki yang tadi sempat ngobrol sama Dani baru saja keluar dari dalam lift.
Melihat raut wajahnya,dia tampak tidak senang melihat aku yang berboncengan dengan Dani.
Rasanya lucu sekali hidup ku,suami ku selingkuh dengan laki-laki dan sekarang aku di cemburui oleh laki-laki itu.
Apakah rasanya akan sama,seandainya Dani berselingkuh dengan perempual lain? Sepertinya akan terasa sakit juga,namun itu jauh lebih baik di bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang ini.
Mungkin kalau itu terjadi,aku akan lebih mengalah dan akan melepaskan dia saja.Karena mungkin kesalahannya ada di dalam diri aku.
Aku yang tidak cukup baik untuk jadi istri dia,namun ceritanya malah aku di selingkuhi dengan laki-laki.Berarti bukan aku yang tidak cukup baik untuk Dani,melainkan memang dia yang tidak bersyukur mempunyai aku di hidupnya.
Selama ini,aku selalu berpikir dan mengira bahwa dia sangat menyayangi aku dan peduli pada ku.Tapi kenyataannya tidak,Dani sepertinya hanya memanfaatkan perasaan ku saja selama ini.
Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah,alasan dia menikahi aku apa? Untuk apa dia melangkah sejaih ini dan berani menikahi aku,sedangkan dia malah berpacaran tau dekat dengan laki-laki.
__ADS_1