
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah mendapatkan jawaban dari Dani,aku pun diam-diam mengirim pesan pada adik ipar ku.Untuk memberitahu dia kalau aku dan Dani besok akan pulang.
"De......"
"Ya teh ....."
"Teteh udah berhasil ajak kakak kamu untuk pulang.Tolong kasih tau bapak juga yah,soalnya teteh nggak bisa langsung kasih tau bapak.Karena di sini ada kakak kamu,"
"Syukurlah kalau begitu,ya udah nanti aku telpon bapak."
"Oh iya,kamu belum kasih tau ibu kan tentang masalah ini?"
"Belum teh,"
"Aku nggak berani soalnya,kata bapak nanti beliau yang akan bantu untuk menjelaskan semuanya.Tahu sendiri,ibu kan gampang tersinggung dan gampang sakit juga."
"Iya makanya teteh juga khawatir tentang itu,"
"Tapi kayaknya,ibu udah mulai curiga.Apa lagi tadi ibu sempat mendengar percakapan aku dengan bapak.Untungnya aku masih bisa ngeles dan mencari alasan."
"Ya semoga aja,nanti pas di kasih tau ibu bisa menerima dan mau untuk mengantar kakak kamu untuk di obati."
"Iya........"
"Ya sudah,kalau gitu aku mau lanjut makan dulu."
Aku pun langsung menghapus isi percakapan aku dengan adik ipar ku.Takutnya sewaktu-waktu Dani akan membacanya dan curiga lagi.Setelah berhasil menghapusnya, aku langsung menyimpan kembali HP nya di atas kasur.
"Kamu lagi apa sih? Aku perhatikan dari tadi kamu malah sibuk balas chat." ucap Dani.
" Ah ini,aku lagi balas chat dari kakak aku,dia tanya jadi nggak nya kita pulang."
"Oh,bilang aja jadi gitu."
"Iya udah kok,"
Karena takut Dani curiga,aku pun langsung melanjutkan acara makan ku yang sempat terhenti tadi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya setelah aku beres-beres,aku langsung memisahkan baju-baju yang akan aku bawa pulang.Sedangkan Dani,sedari tadi dia tengah asik dengan HP nya menonton youtube.
''Kita bawa baju berapa yah?"
__ADS_1
"Bawa aja empat atau lima,kalau buat baju tidurkan ada banyak juga di rumah kamu di sana."
" Oh iya yah,"
"Oh iya,kalau boleh tau katanya kenapa bapak sama ibu bertengkar? Pasti mereka punya alasan dong,kenapa bisa sampai seperti ini sekarang."
"Ya nggak tahu pasti juga,soalnya kata kakak kedua nya sulit untuk di tanya."
"Makanya aku ingin pulang tuh,sekalian mau nanyain alasan kenapa awalnya mereka bisa bertengkar."
"Lucu aja ita kan,udah tua pada ribut kayak gitu.Sampai-sampai mau cerai," ucap Dani.
"Ya namanya juga nggak ada yang tahu.Yang baru menikah dan berpacaran lama pun banyak yang berpisah." lanjut ku.
"Oh iya,kita mau bawa oleh-oleh apa untuk mereka? Masa iya sih,kita pulang nggak vawa apa-apa."
"Aduh nggak usah deh,lagi pula kan alasan kita pulang untuk mendamaikan mereka berdua.Nggak akan mereka menanyakan soal oleh-oleh juga kali sama kita." timpal ku.
"Oh ya udah kalau gitu,"
Setelah selesai memasukan barang-barang yang akan aku bawa pulang besok.Aku pun langsung bersiap-siap untuk istirahat lebih awal.Karena kalau malam ini aku istirahatnya kurang atau begadang,nanti di perjalanan biasanya aku akan mabuk perjalanan dan pusing.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kamu jangan sampai lupa,semua lampu di matikan semuanya dan colokan kabelnya di cabut." suruh Dani.
"Udah semua kok,"
"Ya udah yuk,takutnya mobilnya udah lewat lagi." ajak ku.
Kami berdua pun menunggu bis kecil,untuk menuju stasiunnya.Untungnya tidak harus menunggu lama,busnya pun datang dan aku pun langsung naik.Tidak lupa Dani pun meminta kondekturnya untuk menyimpan kopernya di bagasi.
Beruntungnya saat ini,bus nya tidak cukup penuh.Mungkin karena masih pagi,jadinya hanya ada beberapa penumpang saja.
Sejujurnya hati aku masih ragu dengan keputusan yang aku ambil hari ini.Karena aku tahu,ini juga sulit untuknya pasti.Menyembunyikan semuanya dari orang tuanya,aku tidak bisa membayangkan reaksi dia kalau seandainya nanti dia mengetahui,kalau keluarganya sudah tahu rahasia dia selama ini.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun akhirnya sampai di stasiun nya dengan selamat.Aku pun langsung turun untuk menyusul Dani yang telah lebih dulu turun,untuk mengambil koper kami di bagasi.
Setelah itu,kami berdua langsung menuju ke loket pembelian tiketnya.Untunya masih ada waktu sekitar 30 menitan untuk keretanya akan datang.Jadi kami berdua pun,memutuskna untuk mencari sarapan di depan stasiunhya.
Karena kebetulan,tadi di kontrakan aku tidak sempat membuat sarapan untuk kami bedua.Untungnya di depan stasiun banyak terdapat penjual makanan untuk kami sarapan pagi ini.
Aku dan Dani memutuskan untuk membeli bubur saja,karena yang lainya penuh dengan pengunjung.Aku dan Dani pastinya tidak akan kebagian tempat duduk dan pastinya nantinya akan memakan waktu.
__ADS_1
"Tadinya aku mau makan kupat tahu,tapi sayangnya antriannya penuh banget.Nanti yang ada kita nggak sarapan lagi karena waktunya yang nggak akan cukup." ucap Dani.
"Ya sudah lah,makan aja yang ada.Kalau enggak kamu minta bungkusin aja untuk nanti di perjalanan,pastinya kamu nanti akan lapar juga kan?"
"Oh iya yah,kok aku nggak kepikiran sampai situ."
"Minta aja bumbunya sama yang lainnya di pisah."
"Iya......"
Dani pun langsung kembali ke tempat tukang kupat tahu yang dia maksud.Sedangkan aku,memesan dua porsi bubur untuk mengganjal perut kami berdua ini.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Teh?"
"Iya de,"
"Gimana pulangnya jadi kan?"
"Iya ini lagi di stasiun,lagi sarapan dulu."
"Oh ya udah,bapak juga lagi di jalan katanya.Tapi bapak naik bus,"
"Oh gitu,"
"Iya,untungnya tadi bisnya katanya datang lebih awal.Jadi bapak sudah naik dari tadi sekitar jam 5 an."
"Syukurlah,"
"Iya......."
"Ya sudah kalau gitu,di lanjut aja sarapannya.Nanti aku kasih tahu lagi gimana-gimana nya."
"Oke sip ...."
Aku pun langsung memasukan kembali HP mu ya kedalam saku jaket ku.Takutnya Dani melihatnya dan mencurigai aku yang sedari tadi malah sibuk dengan HP ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tepat pukul jam setengah 7,keretanya pun datang.Aku dan Dani langsung berlarian untuk mencari tempat duduk yang masih kosong.Terlebih kami memang memesan tiket kelas ekonomi.Untungnya pas aku masuk di gerbong ke empat,di sana masih ada banyak kursi yang masih kosong.
Aku pun langsung duduk begitu pum dengan Dani.Sepanjng perjalanan,aku banyak melihat pemandangan yang ada di kuar sana.
Aku banyak merenungkan keputusan ku kali ini,kadang aku merasa takut dan terkadang aku merasakan dorongan keberanian untuk melanjutkan ini semua.
__ADS_1