Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 18


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Dani pun akhirnya kembali merantau,padahal tinggal 2 mingguan lagi masa kerja ku berakhir.Untungnya kemarin sore aku sempat membicarakannya dengan dia.


Aku bersikeras untuk ikut dengan dia ke Jawa,meskipun awalnya dia membujuk ku untuk tetap di sini dan memperpanjang kontrak ku.


Yang ada aku malah berpikir tidak baik terus sama dia,apalagi setelah mengetahui kebenarannya.


"Jadinya gimana?" tanya teh Asih saat di perjalanan.


"Aku sudah memutuskan untuk ikut dengan suami ku.Gimana ya teh,semenjak aku dan a Dani berjauhan rasa nya itu nggak nyaman." ucap ku.


"Iya sih,ya nama nya juga tadinya sama-sama terus."


"Terus,di sana kamu mau kerja apa gimana?" tanya nya.


"Sepertinya tidak,paling aku mau jualan online atau jualan apa gitu."


"Ah seperti itu,"


"Nanti nggak ada lagi dong teman ku saat berangkat dan pulang kerja.Pasti bakalan kangen sama kamu."


"Jangan lupain teteh yah," lanjut nya.


"Iya teh,pasti.Lagi pula nomor ku nggak bakalan aku ganti.Kan kebanyakan teman ku di sini juga."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Siang harinya saat aku tengah istirahat,suami ku menelpon aku.Karena biasa nya,aku sendiri yang lebih dulu menelpon atau mengirim pesan padanya.


Namun,aku memilih untuk mendiamkan nya untuk sementara waktu.Tapi ternyata dia sepertinya merasa aneh,karena sejak dari pagi aku tidak mengirim pesan atau menelponnya.


Aku pun tidak langsung menjawab telponnya,karena memang aku tengah makan dengan menggunakan tangan dan kotor.


"Siapa?" tanya Eva.


"A Dani......."


"Kenapa nggak di angkat?" tanya nya.


"Kamu lihat sendiri,tangan ku kotor begini."


"Nanti saja,kalau aku sudah selesai makan." balas ku.


Dani pun tidak berhenti sampai di situ,dia terus mengirimi aku pesan dan terlihat marah pada ku.


Namun,aku memilih untuk tidak menggubrisnya dan memilih untuk menyibukan diri dengan ngobrol dengan yang lainnya.

__ADS_1


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pas aku masuk ke dalam pabrik,aku langsung di hampiri oleh teh Sani.


"Naima,sini deh......" ucap nya sambil menarik ku.


"Kenapa teh?" tanya ku.


"Itu tadi si Dani mengirim pesan padaku,katanya kamu tidak merespon pesan dan telpon dari dia.Kalian lagi ribut apa gimana?"


"Nggak, hanya saja tadi pas dia telpon aku lagi makan dan tangan ku kotor.Ini aku baru mau menelponnya,mumpung masih ada waktu." jelas ku.


"Oh ya udah syukur deh kalau gitu,"


Aku pun langsung berpamitan sama teh Sani dan langsung menuju ke line.Sebenarnya aku tidak langsung menelpon Dani dan lebih memilih bercengkrama dengan teman-teman yang lain.


Akhirnya bel tanda masuk pun berbunyi,seperti biasa HP nya aku matikan dan di kumpulkan di ADM.Karena memang,saat bekerja aku hanya bisa pegang HP hanya saat istirahat saja.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Akhirnya waktu pulang pun telah tiba,setibanya di kontrakan aku langsung mandi dan sebelum masak nasi untuk aku makan malam.


HP ku langsung aku simpan di kamar untuk aku charger.


...* * * * * *...


"Siapa?" balas ku sambil langsung berjalan menuju pintu depan.


"Eh bu Nila,kenapa bu?" tanya ku.


"Kamu udah makan malam belum? Kalau belum,tadinya ibu mau ajak kamu untuk makan bareng di kontrakan ibu.Kebetulan Naya juga sudah ada di sana." jelas nya.


"Oh gitu yah,boleh deh bu.Bentar yah,aku ambil dulu nasi sama lauknya."


"Iya,ibu tunggu di kontrakan yah.Jangan lupa yah,"


"Iya......."


Beliau pun langsung keluar dan kembali ke kontrakannya yang terhalang oleh 2 kontrakan milik orang lain.


Aku pun langsung mengambil nasi dan lauk yang aku beli pas dalam perjalanan pulang tadi.


Setelah itu,aku langsung keluar untuk menghampiri teman-temanku yang lain.Dan ternyata benar saja,bu Nila beserta anak dan suaminya,begitu pun teh Naya sudah menunggu ku.


"Maaf yah,sudah menunggu lama...." ucap ku.


"Tidak kok,ini juga ikan bakarnya baru juga matang." balas bu Nila.

__ADS_1


"Wah,dari mana ibu dapat ikan nya?"


"Tadi kebetulan ada orang yang habis mancing di belakang kontrakan ini.Jadi ibu beli deh,lumayan kan kalau beli dari mereka harganya lebih murah-murah." jelas nya.


"Nih ibu juga sudah buat sambal cobek nya,biasa ya kamu suka sambal cobek buatan ibu." lanjutnya.


"Tau aja," balas ku sambil tersenyum.


Aku dan yang lainya pun langsung mengambil ikannya dan tidak lupa sambal cobek andalan bu Nila.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00,sehabis makan tadi kami bertiga malah ngobrol di teras depan kontrakan bu Nila.Sampai-sampai aku tidak sadar kalau ternyata waktu sudah larut.


Sesampainya di kontrakan aku langsung mengunci pindu dan masuk ke dalam kamar.Saat aku meraih HP,ternyata ada bekas beberapa panggilan dari Dani dan pesan yang iya kirimkan.


Dia tampak sudah marah,karena seharian ini aku terus mengabaikannya.Aku pun langaung mengirimkannya pesan,supaya dia tidak curiga.


"Maaf yah baru balas,Hp nya tadi aku charger dan di matikan.Aku habis beres-beres dan tidak ingat mengecek Hp."


Selang beberapa saat,Dani pun langsung menelpon ku.Dengan terpaksa aku mengangkat telpon darinya.


"Halo......"


"Kamu segaruan ini habis ngapain aja sih? Sampai-sampai aku sulit banget hubungin kamu,nggak seperti biasanya."


"Aku nggak dari mana-mana,seperti biasa kerja.Hanya saja,tadi di tempat kerjaan akunsedang sibuk.Soalnya ada sample yang harus di kirim hari ini."


"Seharusnya bisa dong,hanya mengirim pesan saja pada ku.Aku kan khawatir kamu kenapa-kenapa."


"Biasanya tiap pagi atau saat jam istirahat kamu VC atau telpon aku."


"Ya udah maaf,"


"Kamu kenapa sih? Kamu marah sama saya? Emang nya saya salah apa sama kamu?"


"Marah? Kenapa aku harus marah sama kamu,emangnya kamu udah buat salah apa sama aku?"


"Ya aneh aja,sikap kamu belakangan ini sama aku beda banget.Biasanya kamu selalu tudak jauh dari aku saat aku pulang.Tapi kemarin,kamu malah lebih memilih menghabiskan waktu dengan yabg lain dan lupa sama aku."


"Perasaan kamu aja kali,lagi pula wajarkan.Selama kamu di sana,emang aku suka menghabiskan waktu sama mereka."


"Ya udah yah,aku mau tidur.Takutnya besok aku bangun terlambat lagi,"


Tanpa mendengar jawaban dari dia,aku langsung menutup telponnya.Sebenarnya aku tidak langsung tidur,yang ada aku malah nonton TV sampai tengah malam.


Aku sendiri tidak tahu,sampai kapan akan seperti ini terus sama dia.Yang pasti,aku ingin menanyakan kebenaranya sama dia saat aku punya waktu yang tepat untuk bicara sama dia.

__ADS_1


__ADS_2