
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Iya kenapa?" tanya ku.
"Tolong ambilkan mangkuk dan sendok.Aku mau sarapan sama ini bubur," ucapnya sambil menunjukan bubur yang ada di tangannya.
"Aku kira ada apa,ya sudah tunggu dulu."
Aku pun langsung kembali ke dapur untuk mengambil apa yang dia minta tadi.
"Nih......" ucap ku sambil memberikan mangkuk dan sendoknya.
"Kamu mau nggak?" tanya nya.
"Tidak,kebetulan tadi aku sudah makan gorengan sama ibu."
Aku pun meninggalkan dia sendirian di ruang depan,sedangkan aku kembali ke dapur untuk melanjutkan bantu ibu masak.
"Apa kata dia?" tanya ibu.
"Dia hanya minta mangkuk dan sendok saja,ya itu karena dia beli bubur." balas ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Jadinya gimana? Apa kita akan pulang ke rumah orang tua kamu?" tanya nya.
"Sepertinya tidak jadi deh,soalnya tadi pagi tuh kakak menelpon.Kalau ternyata bapak sama ibu udah berbaikan,"
"Syukurlah,"
"Mungkin ini hasil dari semalam pak ustad minta saya dan bapak dzikir semalaman." ucapnya sambil tersenyum.
"Sepertinya,"
Aku pun melanjutkan aktivitas aku yang tengah menyetrika pakaian milik mertua ku yang sepertinya sudah lama di biarkan menumpuk di kamar.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya,saat aku tengah tiduran di kamar.Tiba-tiba saja Dani menghampiri aku dengan senyuman di wajahnya.
"Kamu kenapa?" tanya ku heran.
"Tidak ada,hanya saja aku tadi merasa lucu aja mendengar cerita dari mang Ibnu di luar." ucapnya sambil mengambil kopi yang dia beli tadi sore.
"Kamu mau ngopi?" tanya ku.
"Tidak,ini buat mang Ibnu dan mang Saleh.Kamu kan tahu,aku tidak terlalu suka sama kopi." ucapnya.
"Iya juga,"
"Kami nggak merasa bosan gitu,dari tadi kamu hanya tiduran aja di kamar.Main sana ke rumahnya bibi untuk main sama sepupu yang lain."
"Enggak ah,besok aja."
"Oh iya,minta uang dong buat beli cemilan ke warung." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Ih kamu mah,kebiasaan banget sih....." dengan terpaksa aku pun mengeluarkan uang dari dalam saku celana tidur ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Keesokan harinya,saat kami tengah berkumpul di ruang tengah sambil menikmati sarapan pagi kami.Tiba-tiba saja Husni datang dan langsung masuk.
"Wih kebetulan banget,"
"Pantas saja tadi,aku langsung mau ke sini." ucapnya.
"Ya udah,nggak usah banyak ngomong.Udah sana kamu ambil piring di dapur kalau mau sarapan bareng sama kita." ucap Dani.
"Yes......" ucapnya girang langsung lari menuju ke dapur.
Tidak lama kemudian dia pun kembali dengan membawa piring di tangannya.Dengan sigap dia langsung mengambil apa saja yang ada di hadapan dia sekarang.
"Oh iya lupa,"
"Kata ibu ku,kemarin kalian pinjam mobil yah? Emang nya habis dari mana sih?" tanya nya.
"Ah itu,kemarin kami habus menghadiri acara syukuran dari keluarga besannya ibu." balas ku.
"Oh....."
"Aku kira habis jalan-jalan,soalnya kemarin aku juga habis pergi sih.Jadinya tidak tahu,"
"Lah emangnya kemarin kamu habus dari mana emangnya?" tanya Dani.
"Biasalah anak muda,kemarin aku habus camping di gunung sama teman-teman aku."
"Seru tuh," timpal ku.
"Iya lah,bukan seru lagi....."
"Kenapa kamu nggak ngajak kami, coba aja kalau kamu ajak,pasti kami juga mau." lanjut ku.
"Emangnya teteh mau gitu,mendaki bukit yang lumayan tinggi itu.Nanti yang ada teteh udah capek duluan lagi,"
"Sembarangan....." balas ku tidak terima.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Siangnya aku mengantarkan makanan yang tadi aku dan ibu buat.Kebetulan tadi aku buat sayur lodeh dan kolak pisang.
Ibu meminta aku untuk mengantarkan nya ke rumah bi Nelis yang tidak lain merupakan ibu dari Husni.
Sedangkan saat aku berangkat menuju ke tempat nya bi Nelis,Dani tengah tidur siang di kamar.
"Apa itu teh?" tanya bi Nelis.
"Ini aku dan ibu buat sayur lodeh sama kolak pisang bi,"
"Kebetulan di rumah ada beberapa bahan makanan di kulkas.Ini juga aku buat kolak pisang pemberian mang Hilman kemarin." lanjut ku.
"Kebetulan sekali,baru aja tadi pagi bibi ngidam mau makan sama sayur lodeh.Eh tahunya sekarang teteh malah yang nganterin sayur lodehnya." ucap beliau sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oh gitu,kebetulan banget dong kalau gitu."
"Ya udah yuk masuk,kebetulan bibi juga lagi nonton TV." ajaknya.
Sebenarnya tadinya aku mau langsung pulang saja,hanya saja,aku tidak enak hati kalau harus menolak ajakan beliau.
Aku pun langsung mengikuti beliau dari belakang dan aku pun duduk di kursi yang berada di ruang TV.
"Eh iya,kebetulan semalam tuh mamang habis pulang dari Bogor.Ini ada beberapa cemilan untuk teteh," ucap beliau sambil memberikannya sama aku.
"Ih tahu aja kalau aku suka ngemil,makasih ya bi...."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelau mengobrol beberapa saat,aku pun berpamitan untuk pulang.Karena memang tidak terasa aku sudah berada di rumah bi Nelis sekitar satu jam lebih.
Dan benar saja,saat aku sampai di depan rumah Dani sudah menunggu ku di ambang pintu.
"Kamu habis dari mana aja sih?" tanya nya.
"Aku habis nganterin sayur lodeh sama kolak ke rumahnya bi Nelis."
"Emangnya kenapa sih?"
"Ya dari tadi aku tuh nungguin kamu lama banget,aku lapar." balas nya.
"Ya kalau lapar makanlah,kenapa harus nunggu aku pulang dulu.Kan bisa kamu makan sendiri,"
"Ya gak mau lah,"
"Kan ada ibu sama adik kamu,ajak aja meraka."
"Tidak ada,tadi ibu pergi juga sama adik ku ke rumahnya mang Hilman.Katanya sih,mau anterin makanan juga mereka." jelas Dani.
"Itu apa?" tanya nya dengan mata yang tertuju pada kantong plastik yang aku bawa.
"Ah ini,oleh-oleh pemberian dari bi Nelis.Katanya semalam suaminya baru saja pulang dari Bogor."
"Lumayan kan,bisa kita bawa ke Jawa untuk cemilan kita di sana." lanjut ku.
"Benar juga,ya udah sana simpan ke kamar.Nanti kalau di biarkan di luar ada yang ngambil lagi,"
Aku pun langsung melewati dia dan menyimpannya ke dalam tas.
"Nanti makanannya bawa ke sini aja,aku mau makan sambil nonton TV di sini."
"Iya......"
Aku pun langsung menuju dapur dan mengambil makanannya.
"Nih......" ucap ku sambil memberikan satu piring penuh makanan untuknya.
Ternyata Dani tengah menonton acara bulu tangkis kesukaan nya dia.Mengingat memang saat kami di Jawa,di kontrakan kami tidak ada TV.
Ada sih,hanya saja itu TV yang di gunakan bersama,yang khusus di letakan di lantai bawah.Dan pastinya kami harus rebutan dengan penghuni lainnya juga.
__ADS_1