Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 8


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Naima....." balas ku membalas uluran tangan nya.


"Kamu yah,yang mau melamar di YSI?" tanya nya.


"Iya......"


Dia pun duduk tepat di samping ku,sedangkan bude duduk di samping Celsi yang tengah asik menonton TV.


"Kamu tahu PT itu dari mana?" tanya nya kembali.


"Dari facebook,kebetulan aku berteman dengan salah seorang yang kerja di sana.Dia upload foto lowongan pekerjaan di PT itu,makanya aku tertarik untuk mencoba melamar ke sana." jelas ku.


"Posisi apa yang ingin kamu masuki emang nya? Soalnya kalau aku dulu sih,bagian QC." ucap nya.


"QC....?" tanya ku penasaran.


"Iya bagian Quality Qontrol,bisa di bilang itu bagian yang mengecek barang yang sudah selesai di jahit.Terus sama kita di cek,kualitas barang nya bagus atau enggak."


Aku pun sempat terdiam dan berfikir.


Tiba-tiba saja kak Sovia meminta bude untuk mengambilkan pakaian dalam wanita milik cucunya.


Au sempat bertanya-tanya dalam hati,apa hubungannya dengan pakaian dalam itu.


"Ini nggak apa-apa kan?" ucap bude memberikan ****** ***** milik cucu nya.


Kak Sovia pun langsung meraihnya dan menyimpannya di atas meja.


"Kamu perhatikan yah,apa yang aku lakuakan.Soalnya seingat aku di PT itu kebanyakan produksi pakain dalam wanita." ucap nya.


Dia pun langsung memperagakan,cara mengecek pakain dalamnya.Aku pun dengan fokus memperhatikan setiap.getakan yang dia lakuakn dan dengan reflek tangan ku pun mengikutinya.


"Nah sekarang coba kamu peragakan,apa yang tadi aku lakukan."


Dia pun memberikannya pada ku.Dengan percaya diri aku langsung memperhaktikan apa yang tadi aku lihat dan pelajari.


"Itu kamu bisa dan gampang untuk menyimaknya," ucap nya.


"Nanti soalnya,pas masuk itu bakalan di tes seperti ini.Meskipun kamu non pengalaman,tapi setidaknya kamu sudah tau cara ceking nya." ucap kak Sovia.


"Nanti kamu bisa lihat di youtube juga,bagaimana cara cek yang benar dan cara ukur nya juga."


"Iya nanti kak Lina pinjamkan HP kak Lina untuk kamu." sambung kak Lina.


Setelah bercengkrama lumayam lama dan kak Sovia sempat memberitahu ku,bagaimana yang di maksud dengan cara ukur tadi.Dia pun langsung berpamitan untuk pulang lebih dulu,karena memang waktu sudah menunjukan pukul jam 9 malam.

__ADS_1


Aku dan kak Lina pun sama-sama pamit sama bude untuk pulang.Sedangkan anaknya malah minta untuk menginap di rumah nya bude.


Kak Lina pun langsung memberikan izin,karena memang besok pagi kak Lina juga akan mengantar ku ke pabrik yang akan aku lamar.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sesampai nya di rumahnya,kak Lina langsung memberikan HP nya untuk aku gunakan untuk belajar.


"Jangan terlalu larut yah,nanti takutnya kamu malah ngantuk lagi besok.Lihat yang pentingnya saja,"


"Nanti kalau sudah selesai,simpan aja di meja di depan kamar kakak." lanjut nya.


"Iya kak....."


... ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pagi harinya aku bangun lebih dulu,setelah menunaikan shalat subuh.Aku langsung mengaji surat yang di anjurkan oleh ibu.Dan setelah itu aku tidak lupa untuk berdoa supaya nanti aku di beri kelancaran dan tidak gerogi.


Tepat pukul jam 6 pagi setelah aku mempersiapkan berkas-berkas yang di butuhkan,aku dan kak Lina pun berangkat menuju ke PT nya.


Hari ini kak Lina sengaja membawa motor nya,katanya supaya lebih cepat dan nanti kalau ada apa-apa di sana akan gampang kalau bawa motor sendiri.


Selama di perjalanan,perasaan ku pun tidak karuan.Aku merasa takut dan gugup,aku takut aku tidak di terima.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya kak Lina.


"Iya kak..."


"Wajar kali,namanya juga ini pertama kalinya untuk kamu.Tapi ingat,kamu jangan pesimis.Kamu harusnya optimis dan yakin dengan kemampuan kamu.Masalah hasilnya nanti,ya gimana nanti aja." ucap nya.


"Iya kak....."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Kami pun akhirnya sampai di depan pabriknya,aku kira tidak akan banyak.orang yang melamar hari ini.Tapi ternyata ada sekitar 15 orang yang sudah mengantri untuk melamar juga.


"Kakak tunggu di warung ini yah,nanti kalau ada apa-apa kamu cepat kasih tahu kakak." ucap nya.


"Iya kak,"


Aku sempat ragu untuk menghampiri sekumpulan orang yang mau melamar,karena memang masih ada banyak buruh pabrik yang masih berada di depan pabrik.Aku merasa malu dan sungkan.


Tiba-tiba saja,ada seseorang yang melambaikan tangan nya dan mengajak ku untuk bergabung.


Aku pun langsung bergabung dengan yang lainnya dan mengakrabkan diri.Aku pun berkenalan dengan perempuan yang sepertinya seumuran dengan ku.


"Hai....." sapa ku.

__ADS_1


"Eh hai,kamu mau melamar juga yah?" tanya nya.


"Iya....."


"Bagian apa?" tanya nya kembali.


"QC....." balas ku.


"Kalau aku sih,mau melamar bagian sewing."


"Sewing?" tanya ku,karena merasa asing.


"Iya bagian menjahit,kebetulan aku pernah ikutan kursus jahit di kampung ku." ucap nya.


"Oh iya,aku sampai lupa tidak berkenalan sama kamu.Aku Indah....." ucap nya sambil mengukurkan tangan nya.


"Naima......"


"Aku baru saja lulus sekolah,"


"Sama dong,aku juga baru lulus tahun ini...." ucap nya.


Saat kami tengah asik mengobrol,tiba-tiba saja kami mendengar pengumuman untuk kami berkumpul dan masuk ke area dalam pabriknya.


Setelah berada di dalam pabrik,kami pun langsung di perintahkan untuk mengumpulkan berkasnya dan mengisi formulir untuk melamar bagian apa yang ingin kami masuki.


Aku pun dan Indah cepat akrab,dan kami pun mengerjakan formulirnya di pinggir jalan sambil duduk.


Saat aku tengah serius mengisi formulirnya,tiba-tiba saja ada bunyi gerbang yang terbuka dan cukup mengalihkan perhatian ku.


Di sana terlihat seorang pria yang mengendarai motor warna biru,sepertinya dia karayawan di pabrik ini.Melihat dari seragamnya,yang sama dengan seragam yang di pakai oleh buruh lainnya tadi.


"Ya ampun Dani....."


"Orang-orang udah pada masuk,kamu beda sendiri baru datang." ucap scurity yang tadi membimbing kami.


"Maklum pak,dia kan yang punya pabrik." timpal security yang satunya.


Laki-laki itu pun hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu dengan motor nya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah mengisi formulirnya,kami pun langsung di minta untuk berkumpul.dan memisahkan diri sesuai dengan posisi yang kami inginkan.


Kebetulan,bagian yang aku ingin kan saat ini hanya ada aku dan satu perempuan yang umurnya sepertinya sudah jauh di atas ku.


Kami pun langsung di minta untuk mengikuti scurity perempuan,untuk menuju ke gerbang berikutnya.

__ADS_1


Aku dan Indah pun berpisah,karena memang bagian yang kami lamar berbeda bagian atau departemen.


__ADS_2