
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Dan ternyata benar saja,bi Neha sudah menunggu ku di dekat Bis nya.
Mang Supri yang mengantar ku pun,langsung membantu ku untuk mengangkat koper ku dan menyimpannya langsung ke dalam bis nya.
Setelah itu,aku langsung berpamitan dan bersalaman sama mang supri untuk langsung naik ke dalam bis nya dan bergabung dengan bi Neha yang sudah lebih dulu masuk.
Sebelum bisnya berangkat,aku terlebih dahulu berdo'a supaya di beri kelancaran dan tidak mabuk.
Akhirnya setelah menunggu sekitar 10 menitan,bis nya pun akhirnya berangkat.Padahal penumpannya pun hanya ada 7 orang saja.
"Nanti kalau kamu merasa pusing,tidur aja.Biasa nya bibi kalau merasa mual atau pusing suka langsung di tidurin saja." jelas bi Neha.
"Iya bi......"
Karena memang,jalanan dari kampung ku menuju kota kebanyakan belokan yang cukup tajam dan naik turunnya.Kalau irang yang belum terbiasa,pasti akan langsung mabuk perjalanan meskipun baru saja naik.
Jaraknya pun hampir sama saat aku mengantar Rafi waktu itu,hanya saja kalau naik angkutan umum waktu yang di butuhkan akan jauh lebih lama sekitar 4 jam. Belum lagi,bis nya seringkali berhenti di beberpaa tempat untuk manarik penumpang.
Selama di dalam perjalanan,aku kebanyakan tidur di bandingkan menikmati perjalanan nya.Karena emang benar,apa yang di katakan bi Neha tadi.Aku merasa pusing dan sedikit mual dengan kondisi jalan yang kebanyakan berbelok-belok.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Kami berdua pun akhirnya sampai di terminal yang ada di pusat kota.Bi Neha pun langsung meminta ku untuk langsung mengambil koper ku yang di simpan di jok paling belakang.
Setelah itu,aku langsung turun dan mengikuti bi Neha menuju ke tempat bis tujuan kota P********a.
"Bis nya belum datang sepertinya,sebaiknya kita tunggu saja di sini." ucap bi Neha
"Oh gitu ya bi,emangnya biasanya jam berapa biasanya bisnya ada?" tanya ku.
"Kalau tidak salah,sekitar jam setengah 11."
"Mau ke P********a yah?" tanya pedagang yang kursinya aku pinjam.
"Iya bu......" balas bi Neha.
"Paling 10 menitan lagi bis nya baru datang,tunggu saja di sini." ucap nya.
"Iya bu,makasih...."
__ADS_1
...♡ ♡ ♡ ♡ ♡...
"Udah berangkat belum? Aku juga baru sampai di tempat tes nya."
Aku membaca teks yang di kirimkan oleh Rafi yang baru saja sempat aku baca.
"Udah,baru sekitar 5 menit yang lalu.Ini aku lagi menunggu bis yang menuju ke kota P."
"Ya sudah,semoga tes nya di beri kelancaran."
"Maaf kalau seandainya aku telat balas pesannya.Tadi juga soalnya aku kebanyakan tertidur selama di perjalanan.Aku merasa pusing dan mual."
Aku pun lamgsung mengirimkan balasannya,namun tidak langsung mendapatkan balasan dari Rafi.Mungkin sekarang dia tengah mengikuti tes nya.
Mengingat,waktu saat dia mengirimkan pesan nya itu sekitar satu jam yang lalu.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menunggu hampir sekitar 15 menit,akhirnya bis nya pun datang.Aku terbilang beruntung,karena penumpangnya tidak begitu penuh.
Dan yang lebih buat aku senang,ukuran bisnya itu jauh lebih besar di bandingkan bis yang aku tumpangi sebelumnya.Ukuran nya 2 kali lipat lebih besar.
Aku pun langsung naik ke dalam bisnya dan mencari kursi yang masih kosong.Beruntungnya aku dan bi Neha mendapatkan tempat duduk yang tidak terlalu di bagian belakang.
"Kamu duduk di samping kaca aja,supaya kamu bisa melihat pemandangan yang ada di luar." ucap bi Neha.
"Oh gitu ya bi,ya udah deh....."
Aku pun langsung duduk di kursi yang di maksud.Beruntungnya,koper ku tadi sudah di simpan di bagasi oleh kondekturnya.Jadi aku hanya bawa tas selempang dan tas yang di kasihkan oleh Riki tadi.
Bis nya pun tidak terlalu lama berhenti dan setelah berhenti sekitar 10 menit langsung berangkat.
Aku merasakan perbedaan saat menaiki bis yang sekarang,rasanya jauh lebih nyaman dan tidak buat aku pusing atau pun mual.
Mungkin karena tadi ukuran bis nya yang lebih kecil dan udah tua.Di bandingkan dengan bis yang sekarang yang lebih bagus dan besar.
Selama di perjalanan aku menikmati pemandangan yang baru pertama kali aku lihat.Sedangkan bi Neha,beliau sudah tertidur sedari tadi kami naik bis nya beberapa menit setelah kami berangkat.Mungkin bibi juga kecapean karena perjalanan dari kampung ku yang menuju kota cukup lama.
Dengan kondisi jalan yang berbelok-belok dan bis yang banyak mengguncang tubuh kami.Kondisi jalannya yang bisa di bilang tidak mulus dan banyak terdapat lobang.Aku saja saat tidur,seting terbangun oleh nya.
Aku ingin sekali mengambil vidio atau pun Foto untuk mengabadikan perjalanan ku.Namun sayang nya,karena ponsel ku yang terbilang masih jadul,aku langsung mengurungkan niat ku itu.
__ADS_1
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam,aku pun akhirnya sampai di kota B dan langsung masuk ke jalan tol.
Bisa di bilang aku sangat kampungan dan norak,karena memang ini pertama kalinya aku bisa melihat jalan tol yang biasa nya hanya bisa aku lihat dari berita di TV saja.
Tidak hentinya aku terus melihat sepanjang perjalanan nya.
"Oh jadi,nanti Riki akan kerja di kota ini......" ucap ku pelan.
Terlihat pegunungan yang indah dan gedung-gedung yang menjulang tinggi.Setelah di rasa puas,aku pun langsung kembali ke posisi ku dan memilih untuk tidur.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Naima,bangun nak.Kita sudah sampai....." ucap bi Neha.
Aku pun langsung terperanjak dari tidur ku dan langsung melihat ke arah bibi.
"Ayo kita turun,sepertinya saudara kamu sudah menunggu di luar." ajak bibi.
"Oh iya bi....."
Aku pun langsung memposisikan tas ku yang hampir jatuh dan meraih tas pemberian Riki.Aku pun langsung mengikuti bibi dari belakang dan turun.Setelah itu,aku minta tolong pak kondektur untuk menurunkan koper ku.
Dan ternyata benar saja,saudara ku pun langsung datang menghampiri ku.
"Akhir nya kamu sampai juga di sini......" ucap nya.
Dia pun langsung membantu ku untuk membawa koper milik ku dan membawanya ke dekat warung.
"Makasih ya bi,udah mau menemani Naima sampai ke sini...." ucap kak Marlina.
"Iya sama-sama neng,lagi pula kan bibi sekalian mau jenguk anak dan cucu bibi di sini.Jadi sekalian saja,lagi pula kasihan kan kalau Naima sendirian nggak ada temannya." balas bibi.
"Makasih ya bi......" sambung ku.
"Iya,semoga kerjaan nya di terima yah...." ucap beliau sambil menepuk tangan ku.
"Kalau begitu bibi duluan,soalnya angkot yang menuju ke tempat anak bibi sudah ada." lanjut beliau.
Bi Neha pun langsung berlalu meninggalkan ku dan naik angkot berwarana kuning.Aku sempat merasa terharu saat melepaskan kepergian beliau,meskipun kami bukan saudara dekat dan hanya bertetangga saja,tapi beliau sangat memperlakukan ku begitu baik selama di perjalanan tadi.
__ADS_1