
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Oh iya,mumpung suaminya lagi pergi.Bagaimana kalau mba Naima ikut aku saja,"
"Kemana?"
"Biasa,aku ingin makan bakso Makanya aku sengaja menghampiri kamu ke sini."
"Oh ya ampun,aku kira apa."
"Emangnya mau nge bakso di mana?" tanya ku.
"Katanya di depan alun-alun ada bakso yang baru buka.Menurut cerita yang aku dengar sih,katanya baksonya enak dan harganya murah lagi."
"Aduh kok aku ragu yah,kirain mba udah pernah mencobanya."
"Ikh makanya aku ngajakin kamu,aku juga belum pernah."
"Ya udah,hayu......"
Kami berdua pun berangkat menuju alun-alunnya dengan menaiki angkot.Untungnya saat kami menunggu angkotnya,kami tidak harus menunggu lama dan berpanas-panasan di pinggir jalan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang dari alun-alun,aku di kejutkan oleh Dani yang tengah berdiri di atas tangga yang paling ujung melihat ke arah ku.
Aku pun langsung berpamitan sama mba Nur untuk naik lebih dulu.
"Kamu kok di sini?" tanya ku.
"Aku yang seharusnya nanya sama kamu,"
"Dari mana aja kamu? Aku takut kamu pulang dan tidak bilang-bilang pada ku."
"Ish kamu ini......"
Aku pun langsung menarik tangannya dan membawanya langsung menuju ke kamar kami.
"Mana mungkin aku main pulang gitu aja.Tadi aku habis mengantar mba Nur untuk makan bakso di alun-alun."
"Terus,kenapa kamu nggak kasih tau atau hubungin aku,kalau kamu pergi sama mba Nur.Aku kan khawatir jadinya,"
__ADS_1
"Ya kan aku mau kasih tau kamu bagaimana,HP kamu kan ada di kamar." balas ku.
"Iya juga yah,"
"Gimana sih,lagian yah kalau pun aku akan pulang.Aku nggak akan main pergi gitu aja kali,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Beberapa bulan telah berlalu,sekarang perasaan ku sudah lebih baik.Karen sejauh ini,Dani tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan.
Dani pulang tepat waktu dan kalau pun dia lembur dia pasti akan vidio call sama aku.Supaya aku percaya kalau dia benar-benar sedang ada di tempat kerja.Dan memang saat aku mengecek lokasi dia lewat email miliknya,memang dia sedang berada di pabrik.
Hubungan kami pun jauh lebih baik dari sebelumnya dan dia pun jauh lebih romantis sekarang.Aku merasa tenang,ternyata tidak sia-sia aku bersabar untuk nya selama ini.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tepat jam 9 pagi,aku pergi menuju ke kota untuk membuat atm baru.Karena atm aku sebelumnya tidak sengaja terbelokir.Jadinya aku harus membuat atm baru lagi.
Sebelum menuju ke bank nya,aku mampir ke toko roti untuk membeli beberapa roti kesukaan aku dan Dani.
Saat aku keluar dari toko roti itu,aku tidak sengaja di hampiri oleh seseorang yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
"Mba Naima bukan?" tanya nya.
"Lah kenapa orang ini bisa tahu nama aku? Sedangkan aku sendiri tidak mengenal dia." bisik ku dalam hati.
"Ada yang ingin saya bicarakan sama mba," ucapnya.
"Tentang?" tanya ku kembali.
"Sebaiknya kita bicara di tempat lain,tidak enak kalau kita bicara di sini seperti ini." ucapnya.
Akhirnya aku pun mengikuti laki-laki itu,menuju taman yang letaknya tidak begitu jauh dari toko itu.
"Ada apa ya mas?"
"Perkenalkan nama saya Hadi," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Naima....." aku pun membalas uluran tangannya.
"Jadi begini mba,sebenarnya aku tidak enak kalau harus bicara seperti ini.Tapi kalau saya tidak menemui mba sekarang,saya takut terlambat nantinya."
__ADS_1
"Iya emangnya ada apa sebenarnya?"
"Suami mba namanya Dani bukan?"
"Iya......" balas ku sedikit mulai curiga.
"Aku mempunyai adik laki-laki yang baru saja keluar dari SMA."
"Terus hubungan ya dengan suami aku,apa?" aku sudah mulai merasa takut.
"Singkatnya begini mba,adik aku bernama Bayu.Dia berniat untuk melamar pekerjaan di pabrik di mana tempat suami mba kerja.'Padahal keluarga kami menyarankan dia untuk kerja di pabrik di daerah Bekasi."
"Tapi Bayu menolak saran dari kami sekeluarga dan bersikeras untuk masuk ke pabrik itu.Awalnya kami curiga,kenapa dia bisa sekeras itu untuk masuk ke pabrik itu,padahal dia tidak mempunyai skill sama sekali,karena baru saja keluar dari sekolah."
"Ternyata jawaban nya,dia mempunyai kenalan yaitu suami mba sendiri.Awalnya kami tidak merasa curiga,sampai akhirnya aku tidak sengaja melihat dia di kamarnya tengah vidio call sama suami mba ini,dengan tidak menggunakan pakaian sehelai pun.Atau bisa di bilang telanjang bulat."
"Aku curiga dong,kenapa dia bisa berbuat seperti itu di hadapan suami mba.Dan yang buat aku terkejutnya,aku mendengar suami mba meminta adik saya itu untuk memainkan kepunyaannya dan memperlihatkannya padanya.Untungnya saat itu,di rumah tidak ada keluarga ku yang lain saat itu." lanjut Hadi.
"Terus kenapa anda tidak langsung menghentikan?" tanya ku dengan nada sedikit bergetar.
"Saat itu saya merasa lemas dan sangat terkejut."
"Sampai akhirnya,sekitar 2 minggu yang lalu aku tidak sengaja melihat adik aku dan suami mba keluar dari toilet yang ada di salah satu cafe di daerah P******on."
"Sepertinya mereka habis melakukan sesuatu hal yang tidak di inginkan.Lebih parahnya lagi,aku sempat mengikuti mereka ke tempat penginapan yang ada di dekat pabrik itu.Emang setahu ku di sana ada tempat penginapan yang bisa di sewa perjam saja."
"Tapi setahu aku,suami aku ada di tempat kerjanya.Mungkin mas salah orang kali,"
"Tidak mba aku sangat ku yakin soal ini.Aku bisa membuktikannya,kebetulan aku tahu facebook adik ku yang satunya lagi.Karena dia mempunyai dua aku."
Mas Hadi pun meraih HP nya dari dalam sakunya dan langsung menunjukan bukti yang dia maksud tadi.
"Mba bisa lihat sendiri,berapa kali mereka menghabiskan waktu di tempat itu.Bahkan adik saya sampai berani memotret diri mereka berdua dalam keadaan yang telanjang seperti itu di atas kasur."
"Sepertinya hubungan mereka sudah semakin dekat sekarang, mengingat seberapa sering adik aku memposting kebersamaan mereka di facebook lagi." lanjut mas Hadi.
"Aku berniat untuk membawa adik ku ke sebuah pesantren yang ada di Jawa Timur.Karena kalau tidak begitu,aku takut dia akan lebih parah lagi dari ini.Setahu ku,perilaku seperti tidak bisa di rubah.Itu sudah menjadi kebiasaan dan kedepannya aku takut adik aku akan lebih berani untuk menunjukan hubungan mereka di tempat umum."
Aku sudah tidak bisa menahan tangis ku dan tidak menyangka kalau Dani bisa mengulangi kesalahan yang sama pada ku.
"Aku tahu ini pasti berat untuk mba juga,begitu pun dengan keluarga ku saat ini Aku bicara seperti ini,karena saya tidak ingin nantinya terjadi hal yang tidak di inginkan kedepannya."
__ADS_1
"Bagaimana kalau teman-teman di tempat kerja nya mengetahui sisi gelap adik aku dan suami mba?"