
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Itu pak lagi ke toilet,katanya tadi dia kebelet mau buang air kecil." jelas adik ipar.
"Oh bapak kira kemana,"
"Nanti kalai dia sudah kembali,kalian langsung masuk saja." lanjut bapak.
''Iya pak......"
Bapak mertua ku pun kembali ke dalam rumah tersebut di susul oleh adik ipar dan suaminya.Sedangkan aku memilih untuk menunggu Dani terlebih dulu.
Tidak lama kemudian Dani pun datang sambil memegang perut nya.
"Kamu kenapa?" tanya ku.
"Tidak kenapa-kenapa,hanya saja tadi aku mules aja."
"Makanya tadi aku agak lama,ya itu sekalian buang air besar juga." lanjut nya.
"Oh iya,ini yang lainnya mana?" tanya nya.
''Mereka udah lebih dulu masuk ke dalam Kamu sih kelamaan,"
"Ayo cepat....." ajak ku.
"Ya kan namanya juga aku kebelet."
Aku dan Dani pun langsung masuk ke dalam rumah itu.Ternyata adik ipar dan suami nya tengah duduk di ruang depan.Sedangkan ibu dan bapak mertua ku ada di ruang sebelah bersama pak ustad.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Pak ustadnya pun mempersilahkan kami duduk di kursi yang berada di samping beliau.Mungkin karena mertua ku sudah lebih dulu menceritakan maksud dan tujuan kami ke sini,jadinya beliau pun tidak banyak bercerita juga.
Mungkin sekitar satu jam lebih kami berada di rumah beliau.Dan waktu pun tanpa terasa sudah sore,adik ipar ku sudah mengirimi kami pesan untuk mengajak pulang.
Namun saat kami berpamitan,pak ustad nya meminta salah satu dari kami untuk tinggal di rumah beliau semalam saja.Akhirnya setelah berunding,kami pun memutuskan untuk bapak mertua dan Dani yang tinggal.
Kami berempat pun berpamitan sama pak ustadnya dan langsung keluar menuju mobilnya.
__ADS_1
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Bagaimana bu,kata pak ustad tadi?" tanya adik ipar.
"Ya katanya beliau akan mengusahakan ya di sini.Namun,menurut penuturan beliau seandainya kedepannya tidak ada perubahan,terpaksa kakak kamu harus di masukan ke pesantren untuk menerima bimbingan dan di jauhkan dari orang yang seperti itu." jelas ibu.
"Iya sih bu,soalnya dulu saya juga ada teman yang seperti itu.Ya itu,dia juga di bawa ke pesantren yang ada di daerah bogor." sambung suami adik ipar.
"Ya bagaimana pun,kalau mau Dani sembuh kita harus merelakan sesuatu.Ya salah satunya itu,kerjaan dia sekarang." lanjut ibu.
"Oh iya,kalau boleh tahu sejak kapan kamu mulai mencurigai perilaku suami kamu menyimpang seperti itu?" tanya beliau.
"Ya sudah agak lumayan lama sih,sudah dari november tahun lalu.Hanya saja waktu itu kan,aku masih sebatas curiga aja dan tidak memiliki bukti apapun."
"Pastinya,kalau pun saat itu aku langsung menceritakannya sama ibu dan bapak,pasti bukan tidak mungkin ibu dan bapak akan meminta buktinya pada ku." lanjut ku.
"Ya iyalah teh,"
"Ya maka dari itu,selama ini aku berusaha menahannya sendirian sambil mencari bukti yang kuat.Sampai akhirnya ya,mungkin Allah sudah kasih aku jalan untuk mengungkapkan semuanya sekarang." jelas ku.
"Masalah ini,apa teteh sudah menceritakannya sama orang tua teteh?" tanya adik ipar.
"Tidaklah,"
"Maafin ibu ya teh,karena sudah buat teteh kecewa."
"Ya sekarang kita berdoa saja untuk kesembuhan dia.Aku tidak mau,perjuangan ku selama ini sia-sia begitu saja."
"Amin....." timpal adik ipar.
"Sebisa mungkin hanya kita saja yang tahu masalah ini,kita usahakan juga supaya Dani tidak tahu kalau sekarang dia tengah di obati juga."
"Masalahnya tadi juga pak ustad bilang,kalau pun dia di tanya dan di minta untuk mengakuinya,pastinya dia tidak akan mengakui dan nggak bakal mau cerita.Ini kan termasuk hal yang sangat rahasia untuk dia.Makanaya selama ini,dia berusaha menutupi nya dari kita." lanjut ibu.
"Kalau aku sih sempat curiga,dulu saat HP bekas a Dani di kasihkan sama aku.Tidak sengaja aku mendapatkan beberapa foto yang kurang pantas dan bekas chatan dia dengan laki-laki."
"Ya itu,isi chat nya tidak jauh dari apa yang di katakan oleh teteh.Hanya saja waktu itu,aku hanya berpikir mungkin dia hanya becanda saja atau gimana.Terlebih lagi,sulit untuk aku mengakuinya."
"Tapi setelah aku menerima semua bukti yang di kirimkan oleh teteh,akhirnya aku pun mempercayai itu." lanjutnya.
__ADS_1
"Ibu tidak menyangka,kenapa kakak kamu bisa terjerumus ke dunia seperti itu.Ibu merasa sudah mendidiknya dengan baik selama ini."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di rumah,kami mendapati bibi adiknya ibu sudah menunggu kami di teras depan.
"Lah,kalian dari mana? Pantas saja dari tadi saya panggil-panggil nggak ada satu pun yang menyahut." ucapnya.
"Ah itu,tadi kami baru saja keluar untuk menghadiri acara syukuran dari keluarga besan."
"Kami di beritahu nya juga mendadak,makanya tidak sempat untuk memberitahu kamu." lanjut ibu.
"Ah pantas saja,"
Ibu mertua pun langsung mengajak bibi,masuk ke dalam rumah untuk mengalihkan perhatiannya.Sedangkan adik ipar dan suaminya langsung pergi ke rumah bibi yang satunya untuk mengembalikan mobilnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Pagi harinya,saat aku sedang di dapur bersama ibu mertua.Mungkin sekitar jam setengah 6,bapak mertua pun akhirnya pulang.
"Loh pak udah pulang ternyata," ucap ibu.
"Iya,tadi minta di jemput sama Bahri,lagi pula kan udah selesai ini."
"Terus Dani nya mana?"
"Dia lagi beli bubur di depan gang sana,tadi dia minta turun duluan."
"Oh iya,ini ada air yang di kasih oleh pak ustad.Katanya ini airnya di mint untuk di minumkan dan di mandikan.Dan beliau berpesan,sebisa mungkin mulai dari sekarang Naima,harus lebih berhati-hati san terus mengawasi Dani."
"Lah emangnya ada apa pak?" tanya ibu kembali.
"Masalahnya,kalau dia sampai bertemu atau bahkan berpelukan dengan sesamanya,pengobatan yang di lakukan oleh pak ustad akan sia-sia saja.Dan akhirnya dengan terpaksa dia harus di bawa ke pesantren nantinya," jelas bapak.
Setelah mendengar penjelasan bapak,aku sempat terdiam.Apa aku bisa menjaga dan mengawasi dia kedepannya? Masalahnya selama ini dia bisa membohongi ku dengan keluarganya dengan baik.
Tapi aku juga harus yakin,aku tidak ingin pengobatan ini sia-sia begitu saja.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
__ADS_1
"Naima......" teriakkan Dani mengagetkan kami yang tengah mengobrol di dapur.
Bapak pun langsung keluar lewat pintu belakang dan aku pun langsung berlari ke depan untuk menghampiri dia.