
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Aku berusaha melepaskan pelukannya dan memukul tangannya yang mencengkram tangan ku begitu kuat.
"Lepas kan aku,"
"Apa kamu tidak puas sudah membuat aku seperti ini.Tolong biarkan aku pulang kali ini,aku sudah lelah dan muak dengan sikap kamu."
"Aku benar-benar tidak bermaksud untuk membohongi kamu.Tadi aku hanya berpikir,kalau aku bilang sama kamu nantinya kamu malah akan berpikir macam-macam pada ku." jelas nya.
"Kamu lucu sekali,yang ada aneh.Dengan kamu berbuat seperti itu,malah buat aku berpikir jelek terhadap kamu."
"Sekarang yang aku mau adalah pulang.Aku ingin menenangkan pikiran dulu."
"Kita sudah sama-sama dewasa,kita sudah tahu mana yang baik dan tidak untuk kita.Aku sadar,aku tidak ada hak atas hati kamu.Jadi sebaiknya sekarang kamu pikirkan baik-baik,mau di bawa kemana hubungan kita kedepannya." lanjut ku.
"Kok kamu ngomongnya kayak gitu sih?" Dani langsung melepaskan pelukannya.
"Wajar bukan kalau sekarang,aku beranggapan kalau alasan kamu menikahi aku tuh hanya untuk mengcover sisi lain hidup kamu?" tanyaku.
''Kamu salah, bukan seperti itu....'' sangkal Dani.
''Salah? Terus apa?''
Dani pun terdiam tidak menjawab pertanyaan yang aku ajukan.
''Kamu nggak bisa menjawabnya kan? Sudahlah,aku sudah lelah.Aku sudah sering kali memaafkan kamu dan memberi kesempatan sama kamu."
"Tapi apa? Kamu hanya terus mengulanginya lagi dan aku merasa seolah aku hanya memberi kamu kesempatan untuk mengulangi kesalahan yang sama.''
''Jadi,aku mohon sama kamu.Biarkan aku pergi,aku pun ingin bahagia.'' lanjut ku.
"Apa yang kamu katakan itu tidak benar,yang ada aku malah sangat bersyukur karena meskipun kamu sudah tahu sisi gelap ku selama ini,kamu masih tetap bertahan dengan aku dan tidak meninggalkan aku."
"Coba saja kalau orang lain,pasti dia dari dulu sudah meninggalkan aku."
"Heh,kamu selalu saja mengucapkan kata-kata yang sama.Tapi itu semua berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi sekarang."
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku dan langsung keluar dari kontrakan.Dani sempat meraih tangan ku dan menahan ku.Namun,dengan sekuat tenaga aku langsung menepisnya.
Aku sendiri sudah tidak tahu,harus pergi kemana sekarang.Aku berusaha menahan tangisku supaya tidak keluar dan di lihat oleh tetangga kontrakan ku.
__ADS_1
Hampir sekitar 500 meteran aku baru berhenti dan melihat ke sekeliling ku.Dan sekarang aku berada di dekat mesjid yang berada di dekat dengan toko grosir tempat biasa aku berbelanja.
Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam mesjid itu dan ternyata ada seorang kiyai yang baru saja mau keluar.
"Anda mau masuk?" tanya nya.
"Iya pak," balas ku dengan suara berat.
"Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja sekarang dan benar anda datang ke tempat yang tepat." tuturnya.
"Apapun masalahnya,seberat apapun itu.Kembalilah pada tuhan mu,hanya Allah S.W.T lah yang maha mengetahui segala isi hati anda."
"Iya pak......"
Beliau pun keluar dan mempersilahkan aku masuk.Beliau pun sempat menunjukan ku tempat wudhu nya.
Yang di katakan bapak itu sangat benar,mungkin selama ini aku sudah terlalu jauh dengan tuhan ku.Hingga aku lupa,tempat pengaduan ku yang paling utama.
Segera aku bergegas mengambil wudhu dan setelah itu aku masuk ke dalam.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
"Ya Allah,maafkan hamba yang selama ini menjauh dari engkau.Hamba khilaf,hamba sangat berdosa."
"Ya Allah,hamba tau dan sangat yakin.Tidak ada masalah yang menimpa hidup hamba di luar batas kemampuan hamba.Hamba juga yakin,engkau akan selalu ada untuk hamba sampai akhir."
"Ya Allah,pinta ku saat ini kuatkanlah hati hamba.Ikhlaskan lah hati hamba,sabarkanlah hamba dan kuatkan mental hamba ini.Aku tidak yakin akan kuat menanggung semuanya sendirian,aku merasa lemah sekarang.Berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi ujian dari mu."
Aku pun mencurahkan semua kesedihanku sambil memeluk tangan ku.Air mata yang sedari tadi aku tahan tumpah seketika tak tertahankan.
Setelah aku merasa tenang dan lega,aku memutuskan untuk tidur di mesjid ini malam ini.
Aku tidak ingin melihat Dani,aku sudah cukup kecewa dan sakit olehnya.Dalam pikiran ku sekarang adalah aku ingin pulang ke rumah ku.
Namun,aku takut kepulangan ku nanti yang ada malah membuat masalah baru lagi.Dan buat kedua orang tua ku khawatir,apalagi aku tahu ibu ku mempunyai riwayat sakit jantung yang lemah.
Aku tidak mungkin menceritakannya sekarang,yang ada nanti malah akan buat ibu ku jatuh sakit.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
"Nak ini selimut," ucap bapak tadi saat aku tengah duduk termenung.
__ADS_1
Aku pun langsung kaget,karena tidak menyadari kedatangan beliau.
"Iya pak,makasih....."
"Sepertinya malam ini anda tidak ingin pulang,tidak apa-apa tidurlah di sini.Nanti bapak akan menguncinya dari luar,"
"Tapi kalau anda mau,anda bisa tidur di rumah bapak untuk malam ini.Kebetulan ada istri dan cucu bapak juga di rumah." lanjut beliau.
"Memangnya boleh pak,aku merasa malu sekarang.Aku malah merepotkan bapak malam ini,"
"Tidak apa-apa nak,lagi pula kita sesama muslim harus saling tolong menolong bukan?"
Mendengar ucapan beliau barusan,aku pun langsung mengiyakan dan mengikuti beliau dari belakang.
Ternyata rumah beliau berada tidak jauh dari masjid itu.Hanya saja,ini pertama kalinya untuk aku melewati jalan ini.
"Itu rumah bapak,yang cet hijau." ucap beliau sambil menunjuk ke arah rumahnya.
"Iya pak......"
Kami berdua pun akhirnya sampai di rumah beliau yang sebenarnya sangat bagus.Meskipun tidak begitu besar,namun aku bisa merasakan kehangatan saat melihatnya.
Tidak lama setelah itu,ada seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu dari dalam.Beliau awalnya tampak terkejut dengan kehadiran ku,namun beberapa saat kemudian beliau oun tersenyum ke arah ku.
"Wah kakek udah pulang juga," ucap seorang anak perempuan.
"Ini siapa kek?" tanya anak itu.
"Sapalah dulu,nanti kakek jelaskan di dalam."
"Nurma....." ucap anak itu sambil mengulurkan tangannya.
"Naima,"
"Nama kakak bagus banget," ucap nya sambil tersenyum.
"Ya sudah,karena kalian sudah berkenalan.Sebaiknya kita langsung masuk saja,ini sudah malam." ajak kakek.
Istri kakek itu pun langsung merangkul tangan ku dan membawa ku ke dalam.Kami pun duduk di ruang tamu yang sekaligus di jadikan ruang keluarga.
"Duduk nak," ucap nenek itu.
__ADS_1
"Pak,kenapa anak ini bisa sama bapak?" tanya nenek itu.