
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Mungkin ada sekitar 15 menit kemudian barulah,mereka berdua keluar dari ruangan itu.Dan tukang urutnya pun terdengar berpamitan sama Dani.
Setelah itu,dia meminta tolong pada ku untuk mengambilkan minuman miliknya yang tertinggal di ruangan itu.Sedangkan dia sekarang tengah berada di dalam toilet.
Aku sedikit kaget,karena mendapati bekas tisu yang berserakan dan handbody yang baru saja aku lihat.
"Untuk apa semua tisu ini,sejak kapan di urut banyak menggunakan tisu?" ucap ku pelan.
Aku pun tidak ingin langsung menyimpulkan dan berpikir negatif padanya.Dan memilih untuk langsung mengambil minuman kemasan dan langsung kembali ke luar
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Malam ini tidak seperti biasa aku memimpikan ayah ku dan almarhum nenek.Dalam mimpi itu,ayah hanya berkata "Pulanglah nak,buat apa juga kamu di sini."
Tidak jauh beda dengan ucapan ayah,almarhum nenek mengatakan " Pulang nak,buat apa juga kamu di sini kalau hanya di manfaatkan."
Aku langsung terbangun dari mimpiku dan ternyata,pas aku bangun itu saat adzan subuh.Aku pun langsung mengmbil wudhu untuk menunaikan shalat.
Dan setelah selesai,entah dari mana aku mempunyai inisiatif untuk mengecek HP suami ku yang tengah di charger di atas lemari.
Secara perlahan aku melepaskan chargernya dan mulai membukanya di depan toilet dengan masih menggunakan mukena.
Aku sangat terkejut,dengan apa yang aku lihat sekarang.Ternyata laki-laki yang semalam itu memang berprofesi sebagai tukang urut,namun dia merangkap sebagai pemuas hasrat laki-laki gay juga.
"Siang....."
"Mau jam berapa di urutnya?"
"Malam aja mas,nanti saya kirim lokasinya."
"Oh iya,ada layanan apa saja kalau boleh tau?"
Laki-laki itu pun,mengirimkan foto dan di sana terdapat layanan pijat full body+seksual.
"Pijat full body+seksual bisa?"
"Bisa mas......"
"Tapi siapa nanti yang akan aku e***e? Saya ingin mengeluarkannya,soalnya sudah lama banget."
"Saya juga bisa mas,nggak apa-apa kok.Tapi kalau nambah ronde,tarifnya beda lagi."
__ADS_1
"Nggak apa-apa soal tarif,yang penting malam ini aku bisa e***an."
"Siap mas,di jamin puas dan ketagihan."
"Ya udah,bisa dong jadi langganan."
"Tapi ada yang ingin saya minta,nanti jangan sampai ketahuan istri saya.Soalnya kebetulan ada istri saya di kontrakan,"
"Siap mas,tenang aja."
"Oke kalau gitu,nanti mainnya pakai handbody saja."
"Oh iya,boleh dong kamu kirimin dulu foto kepunyaan kamu.Aku ingin lihat,"
"Tenang aja mas,nggak usah di foto langsung aja.Kata yang udah pernah sih punya saya gede dan memuaskan di jamin."
"Aduh udah nggak sabar,"
"Ingat ya mas,jangan sampai ketahuan istri saya,kalau nanti kita sakit."
"Siap......"
Tanpa terasa air mata ku sudah membasahi wajah ku.Aku sudah berusaha menahannya supaya tidak pecah dan terdengar oleh Dani.
Hal yang buat aku marah dan kecewa adalah,ternyata semalam saat Dani bilang di pijat.Ternyata dia sempat memotret kepunyaan laki-laki itu dan tanyanya yang sedang memegangnya.
Aku tidak habis pikir,ternyata mereka benar-benar melakukannya semalam.Pantas saja,semalam hati aku ingin sekali melihat keruangan sebelah.Tapi mungkin Allah S.W.T labih sayang pada ku dan tahu sampai batas mana kemampuan dan kekuatan ku.
Mungkin inilah arti dari mimpi ku tadi,Allah S.W.T memberi aku petunjuk lewat mimpi itu.
"Puas banget mas,punya mas nya gede banget.Sampai-sampai aku merasa kesusahan untuk memasukannya."
"Ini sih,bisa jadi langganan."
"Bisa tidak,kalau kedepannya kita melakukannya 3someone? Kebetulan aku punya kenalan juga.Aku sih bisa jadi yang di e***e,bisa juga aku yang Nge***e."
"Baguslah kalau masnya puas,sama saya juga semalam merasa puas juga sama apa yang di lakukan sama mas.Hampir saja saya mendesah dan berteriak saking nikmatnya,"
"Sepertinya masnya pemain yang cukup lama.Beda soalnya,"
"Oh kalau gitu bisa di bilang mas nya over ****? Saya sih tidak masalah,selama masih di bayar ayo mau bertiga atau ber empat pun."
Hatiku terasa tercabik-cabik dan hancur,aku pun langsung menyimpan kembali HP suami ku dan meraih tas yang aku simpan di atas lemari yang satunya lagi.
__ADS_1
Aku sudah tidak bisa berpikir panjaang dan langsung memasukan baju-baju ku dari dalam lemari.
"Kamu sedang apa?" tanya Dani yang sudah terbangun.
Aku sendiri tidak menjawab pertanyaannya dan menahan tangisku supaya tidak pecah.
"Kamu kenapa? Apa yang kamu lakukan,kenapa kamu memasukan baju-baju kamu ke dalam tasnya?" tanya nya kembali.
"Aku mau pulang....." akhirmya aku pun mengeluarkan kalimat dari mulut ku dengan terisak.
Dani langsung panik dan menghampiri ku.
"Kamu kenapa? Kok mau nagis,apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu di kampung?" ucapnya.
Karena aku tidak mengatakan apa-apa,dia langsung meraih HP ku dan setelah itu dia meraih HP miliknya.
Barulah dia tersadar,setelah melihat HP nya.Dia langsung tertunduk dan duduk di belakang ku.
"Jangan pulang,aku mohon sama kamu.Nanti bagaimana dengan keluarga aku dan keluarga kamu?"
"Maafkan aku,"
"Aku khilaf dan salah sama kamu," ucapnya langsung memeluk ku dari belakang.
"Terlambat,sekarang yang aku inginkan pulang.Aku sudah tidak kuat,"
"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi,ini yang terakhir kalinya untuk ku.Aku janji,maafkan aku sayang......" ucapnya sambil terus mengeratkan pelukannya.
Tangis ku pecah tidak tertahankan,begitu pun dengan dia.Dia terus memeluk ku dari belakang sambil terisak.
"Mungkin sampai di sini hubungan kita,aku capek."
"Aku ingin pulang dan menenangkan pikiranku sekarang," lanjut ku.
"Tidak,aku tidak akan membiarkan kamu pulang dalam keadaan seperti ini."
"Kenapa? Kenapa kamu tega lakuin ini pada ku.Buat apa juga aku di sini sekarang,sedangkan kamu sudah mengkhianati aku selama ini." timpal ku.
Aku pun berusaha melepaskan pelukannya,namun sayang tenaga ku tidak cukup kuat dibandingkan dengan nya.
Dia pun langsung membawa ku ke atas kasur dan langsung melepaskan semua yang menutupi tubuhku tanpa tersisa sehelai pun.
Tanpa berkata apa-apa,dia langsung melakukan hubungan dengan ku.Sedangkan aku berusaha untuk tidak menerima dan menepisnya.Namun tangannya sudah lebih dulu menahan tanga ku dan aku pun hanya bisa pasrah dengan apa yang dia lakukan sekarang.
__ADS_1
Setelah apa yang dia lakukan di atas kasur,saat aku masuk ke dalam toilet dia pun mengikuti ku dan melaukannya kembali di dalam.
Sampai detik ini pikiranku kacau dan tidak berpikir panjang.Aku merasa putus asa dan buntu,kenapa bisa dia melakukannya dengan kunsekarang? Setelah apa yang terjadi semalam.