
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Malamnya aku hanya berdiam diri di dalam kamar saja,karena memang aku sedang membereskan barang-barang ku yang kemarin ku bawa pulang dan sudah aku setrika juga.
"Udah beres belum?" tanya Dani.
"Belum,baru aja aku mulai."
"Kenapa?" tanya ku balik.
"Nggak sih,aku tadinya mau ajak kamu ke alun-alun untuk beli bakso kesukaan ku.Kan besok kita udah balik lagi,kapan lagi coba." jelas nya.
"Ya udah tunggu dulu lah sebentar,ini juga aku nggak bakalan lama,sebentar kok."
"Ya udah kalau gitu,aku tunggu di depan aja."
"Mending kamu pergi dulu pinjam motornya sama Husni,jadi nanti kita tinggal berangkat aja."
"Nggak ah,nanti aja sekalian kita berangkat."
"Bilang aja kanu suruh aku yang ngomong sama bi Nelis untuk pinjam motornya," timpal ku.
"Nah itu kamu udah tahu....."
"Kebiasaan banget,"
Dani pun langsung berlalu meninggalkan aku.Setelah kepergian dia,aku langsung mempercepat aktivitas ku sekarang.Karena kalau aku lama sedikit,nanti Dani nge reog lagi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Baru sekitar jam setengah 8,aku sudah menyelesaikan semuanya.Setelah itu,aku langsung bersiap untuk pergi bersama Dani.
"Yuk......" ajak ku.
"Udah yah,"
"Jaket aku mana?"
"Ya nggak tahu,tadi kamu simpan di mana? Kok malah nanyain sama aku sih."
Dia pun langsung kembali ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar ibu mertua.Tidak lama setelah itu,barulah Dani kembali dengan jaket miliknya.
Kami berdua pun langsung menuju ke rumahnya bi Nelis,untuk minjam motor milik Husni.Karena memang setahu aku hari ini,Husni sedang pergi keluar dengan bawa motor yang satunya lagi.
"Bi Nel......!" seru ku.
"Eh....."
"Bibi kira siapa,kenapa teh?''
"Ini kami mau ke alun-alun,kata a Dani dia mau pinjam motornya sebentar." jelas ku.
"Oh gitu,ya udah pakai aja.Sepertinya kuncinya juga ada di situ.Soalnya tadi bekasnya Nahda juga."
__ADS_1
"Oh gitu yah,"
"Ya udah kalau gitu aku pinjam sebentar yah bi....."
"Iya......"
Aku pun langsung menghampiri Dani yang tengah menunggu aku di samping rumahnya bi Nelis.
"Kamu aneh banget sih,kamu yang mau pinjam malah jadikan aku umpan buat pinjam motornya." gerutu ku.
"Malu lah,soalnya biasanya di rumahnya bi Nelis suka ada banyak teman suaminya.Nanti aku di tanya-tanya lagi,males tau."
"Alasan aja...."
"Ya udah hayu,nanti keburu malam lagi."
Untungnya motornya sendiri di parkirkan di garasi yang terletak di samping rumahnya.Kami berdua pun langsung menaiki motornya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Waktu yang di butuhkan untuk sampai alun-alunnya tidak lama,hanya sekitar 15 menitan saja,kami sudah sampai tepat di depan toko yang jual baksonya yang di maksud Dani tadi.
"Ya udah yuk,mumpung pengunjungnya sedikit tuh." ajak Dani tidak sabar langsung menarik tangan ku.
"Aku mau sayur sama mie putih aja," ucapnya.
"Iya....."
Aku pun langsung memesan dua porsi bakso untuk kami berdua dan memesan sesuai pesanan yang Dani pinta tadi.
"Aku tadi sekalian pesan es campurnya,kayaknya enak aja gitu."
"Oh ya udah,tadinya aku juga emang mau pesan.Untung saja kamu udah lebih dulu ingat," timpalnya.
Tidak lama kemudian,bakso pesanan kami pun datang dan langsung di hidangkan oleh pelayannya.
"Ukh,kayaknya enak banget ini mah...." ucap nya senang.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang dari alun-alun tidak lupa aku juga beli martabak untuk bi Nelis,sebagai tanda terima kasih kami berdua karena sudah di pinjam kan nya motor.
Tidak lupa juga,aku beli untuk keluarga di rumah juga.
Sesampainya di rumah bi Nelis,ternyata Husni sudah menunggu kami sambil berdiri di depan rumahnya.
"Enak yah,yang habis jalan-jalan nggak ngajak." ucapnya.
Sebelum menjawab perkataan dia,aku dan Dani lebih memilih untuk memarkirkan motornya terlebih dulu.
"Bukannya teteh nggak mau ngajak,tapi kan emang setahu kami berdua kamu lagi pergi tadi pas kita berangkat." jelas ku.
"Ya kan bisa kirim pesan,lagi pula tadi aku cuma main di warnet aja main game."
__ADS_1
"Ya udah,daripada kamu ngedumel.Nih kita bawain martabak," ucap Dani langsung memberikan martabak nya.
Husni pun langsung meraihnya dengan raut wajah yang senang.
"Giliran udah di kasih makan aja,langsung yang tadinya ngambek jadi senyum gitu."
"Ya udah kalau gitu,kita pulang dulu yah." lanjut ku.
"Eh tunggu,aku mau ikut dong.Bosen juga di rumah sendirian," ucapnya.
"Kasih dulu lah martabaknya sama ibu kamu,nanti di sangkanya kami nggak bawa oleh-oleh lagi buat ibu kamu."
Husni pun langsung lari ke dalam rumahnya dan setelah itu langsung menghampiri kami.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Lah kok,kalian bertiga bisa bareng gitu? Emangnya kalian habis dari mana? tanya bapak mertua yang tengah duduk di teras rumah.
"Tadi kami habis pergi ke alun-alun,eh tahu nih anak yang satu ini.Maunya ngikut aja," ucap Dani langsung duduk di dekat ayah mertua.
"Sepi aja di rumah sendirian,bosen juga dari tadi cuma nonton TV di kamar." timpal Dani.
"Oh iya,itu kasih martabaknya sama ayah.Mumpung masih panas,enak kan di makan sama teh anget." suruh ku sama Dani.
"Oh iya hampir aja aku lupa,"
"Nih pak,tadi pas di alun-alun kebetulan kami beli martabak." lanjut Dani sambil membuka bungkusan martabaknya.
"Kayaknya enak," ucap bapak mertua sambil mengambil satu potong martabaknya.
"Ayo Husni ambil," ucap ku.
"Iya jangan sungkan,nggak apa-apa yang di rumah kamu untuk ibu sama bapak kamu aja.Kamu makan ini aja," sambung Dani.
Husni pun langsung menyambar martabaknya dan memakannya dengan lahap.
Tidak lama kemudian,ibu mertua aku pun datang bersama adik ipar ku sambil membawa kantong plastik yang masing-masing mereka jinjing.
"Loh ibu dari mana?" tanya Dani.
"Ini habis ngambil pesenan keripik pisang sama singkong buat oleh-oleh kamu besok."
"Lah biasanya kan ibu buat sendiri,"
"Nggak ada waktu,lagian pisang sama singkongnya lagi nggak ada di kebun.Mending langsung beli jadi aja," jelas ibu.
"Ini bu,kita tadi beli martabak....." ucap ku.
"Kebetulan banget,tadinya aku mau minta beliin sama suami aku." ucap adik ipar senang.
"Pantas saja,tadi pas ibu ke rumah nggak ada siapa-siapa.Ternyata kalian habis jalan-jalan yah,"
"Ya mumpung lagi pulang aja,kapan lagi." timpal Dani.
__ADS_1
Kami pun menikmati malam terakhir kami di kampung dengan berkumpul bersama keluarga di depan teras rumah sambil menikmati martabak.