Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 23


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


"Mana mungkin lah,saya tau lah ****** ***** milik saya yang mana.Lagi pula tetangga itu jarang jemur pakaian." timpal Dani.


"Oh......."


"Soalnya,aku juga lihat di lemari ada beberapa ****** ***** yang sepertinya bukan ukuran yang biasa kamu gunakan."


"Kan tadi sudah aku bilang sama kamu,barang nya datang tuh salah size.Emang ada ukuran yang ke gedean dan ke kecilan." jelas nya.


"Ya sudahlah,anggap saja seperti itu."


Aku pun memilih untuk mengambil pakaian yang ada di luar.Aku sediri yakin,sekarang Dani sedang kesal pada ku.Karena aku sudah menanyai terkain ****** ***** itu.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pagi harinya,Dani berangkat kerja dengan ikut bersama bu Lilis yang kebetulan kontrakannya berada di belakang kontrakan kami.


Menurut cerita dari Dani,memang dia setiap hari berangkat bekerja dengan bu Lilis.Setelah kepergiannya,aku bermaksud untuk untuk melihat-lihat daerah di sekitar kontrakan ku.


Aku berjalan menuju ke bagian belakang,ternyata di sana banyak terdapat kontrakan juga.Dan ternyata terdapat perumahan yang agak banyak.


Aku pun memutuskan untuk berhenti di sebuah warung untuk membeli minuman.Karena pemilik warungnya menggunakan bahasa Jawa,aku sangat kesulitan dan tidak mengerti dengan apa yang beliau ucapkan.


"Maaf bu,saya tidak mengerti.Maksudnya apa yah?" tanya ku.


"Lah emang mba nya orang mana? Di sini ngontrak yah?" tanya beliau.


"Iya bu,saya soalnya asli dari T********a dan krbetulan kemarin baru ngontrak di depan sana." ucap ku sambil menunjukannya.


"Oh kontrakan nya pak Jaki....."


"Iya......"


Untung saja,ibu itu bisa bahasa Indonesia.Jadi kami pun mengobrol cukup lama juga.Sambil aku ingin tahu,seperti apa kondisi atau situasi di daerah sini.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Sore harinya aku mendapatkan pesan dari Dani,yang memberitahukan.Kalau dia hari ini pulang terlambat karena lembur.


Aku pun langsung menyimpukan,kalau memang benar adanya dia hari ini pastinya akan bertemu dengan laki-laki yang bernama Roni itu.

__ADS_1


Aku langsung menjawabnya,terserah.Dan langsung menutup telponnya karena kesal.


Tapi ternyata,selang 15 menit kemudian aku melihat Dani pulang dengan bu Lilis.Aku sedikit lega,karena sore ini dia tidak pergi untuk menemui laki-laki itu.


"Katanya kamu lembur?" tanya ku saat Dani saat sudah sampai di kamar.


"Iya ternyata salah,ternyata hari ini bukan saya yang giliran lembur." balas nya.


"Oh,ya sudah kamu mandi dulu sana.Kebetulan aku sudah masak,nanti kita makan bareng," suruh ku.


Dani sendiri tidak langsung mandi dan malah memainkan HP nya.Raut wajahnya tampak kesal dan tanganya terus mengetik.


Sepertinya,Roni sedang marah pada Dani karena hari ini dia tidak menemuinya.Setelah itu dia langsung menyimpan HP nya di atas lemari.


Sesudah Dani masuk,aku langsung mengambil HP nya dan berniat ingin melihat pesan apa yang di kirimkan oleh Roni.


"Jadi kan hari ini kita ketemu?"


"Aku sudah menyiapkan ****** ***** dinas.Nanti sekalian aku mau kita berfoto bersama,aku ingin lihat tubuh kamu tanpa memakai apapun."


"Pokoknya hari ini,aku ingin kamu buat aku puas.Begitu pun sebaliknya,aku akan menuruti apa mau kamu."


"Dua jam cukup bukan untuk kita melakukannya? Aku ingin kita melakukannya beberapa kali.Aku ingin puas....."


"Istri aku barusan bilang dia lagi sakit,tidak mungkin aku malah menemui kamu."


"Nant yang ada dia akan curiga dan marah pada ku."


Ternyata Dani sempat menolak ajakannya dan memilih untuk pulang.


"Emang yah,susah.Sekarang kamu sudah menikah,coba aja kayak dulu."


"Kita bebas melakukannya dan tidak ada yang mencurigai kita.Ya sudah lah,kalau giti aku mau cari pasangan yang lain."


"Terserah kamu,harusnya kamu tahu sekarang kondisi ku seperti apa.Aku tidak bisa seperti dulu dan sering melakukannya sama siapa pun.Apalagi sekarang istri ku sudah ikut bersama ku."


"Aku harus menjaga rahasia ini sampai kapan pun,kalau tidak aku akan kehilangan dia dan begitu pun keluarga ku nantinya akan tahu sisi gelap ku."


"Silahkan kalau kamu mau cari yang lain,"


Aku pun sedikit menyunggingkan senyuman dan langsung memblok nomor itu dan menghapusnya.Kalau aku tidak melakukan itu,pasti Roni akan terus merayu dan mengajak Dani.

__ADS_1


Namanya orang yang lagi kehausan,pasti akan langsung mengiyakan ajakan siapa pun itu.


Sekarang tinggal laki-laki yang bernama Bimo,aku sengaja tidak langsung menghapus nomor dia.Aku ingin melihat sejauh mana hubungan Bimo sama suami aku.


Apa Dani akan mengajaknya juga setelah kejadian ini?


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ...


Dua minggu setelah kejadian itu,aku sempat merasa ada perubahan dalam diri suami ku.Tapi ternyata tidak,semua itu terbantahkan saat aku membayar kontrakan sama pak Jaki.


Dia sempat bercerita kalau dia pikir Dani belum menikah,makanya tadi beliau meminta foto copy KK dan buku nikah.


Karena menurut cerita darinya,setahu beliau dia sering melihat Dani mengajak teman laki-lakinya menginap di kontrakan.Paling seminggu ada sekitar 2 sampai 3 kali beliau melihat Dani mengajak teman laki-lakinya.


Dan Dani pun pernah bilang sama beliau, kalau mereka itu teman satu kerjaan yang baru melamar kerja katanya.


Hebat banget suami aku,bukan hanya membohingi aku,tapi ternyata dia juga membohongi orang yang punya kontrakan.


Karena kalau ketahuan,kontrakan Dani di jadikan tempat untuk melakukkan itu,pastinya dia akan langsung di minta keluar.Karena setahu ku pak Jaki ini,merupakan guru ngaji di kampung ini.


Mengingat,Dani pernah membicarakannya pada ku,sesaat kami baru sampai waktu itu.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Hari sabtu sekitar jam 9,Dani mengajak ku untuk pergi jalan-jalan menuju pusat perbelanjaan atau bisa di bilang mall.


Dia sendiri tadi pagi sudah meminjam motor milik bu Lilis,karena memang kebetulan hari ini beliau sedang pulang.


Di tengaj perjalanan,dia sempat menerima telpon beberapa kali.Namun,karena sulit untuk mengangkatnya jadinya dia membiaraknnya saja.


Setelah kami sampai di tempat itu,dia meminta ku untuk masuk lebih dulu.Katanya dia mau ke toilet sebentar.


Padahal sebenarnya,yang aku lihat dia malah tengah telponan dengan seseorang di parkiran.Aku senagja pura-pura masuk,padahal aku kembali keluar dan bersembunyi di balik tiang.


Nampaknya tengah terjadi perdebatan di antara mereka berdua.Terlihat Dani yang sesekali memukul jok motor yang agak keras.


Aku penasaran,siapa orang yang barusan menelponya sampai-sampai membuat Dani marah seperti itu.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ...


"Nih,ibu nelpon....." ucap Dani sambil memberikan HP nya.

__ADS_1


Dia pun langsung lebih dulu mendahului aku.Dan ini merupakan kesempatan aku untuk melihat siapa orang yang tadi menelponnya.


__ADS_2