
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Sekitar jam 8 pagi,Dani mengajak ku untuk beli bubur di tempat langganan kami berdua.Sepanjang perjalanan aku memikih untuk diam,aku bertanya pada diri ku sendiri 'Apakah keputisan kunsekarang yang memikih untuk memaafkan dia adalah keputusan yang tepat? Atau aku malah seolah memberi dia kesempatan baru untuk mengulangi kesalahan yang sama lagi kedepannya?.
Entahlah,pikiran ku sangat kacau sekarang.Mungkin Dani pun menyadari itu pula dan dia pun memikih untuk diam saja.
Sesampainya di temoat itu yang berjarak 200 meter dari kontrakan,Dani langsung memesankan buburnya.Padahal biasanya aku lah yang biasa memesannya.
Sebenarnya,sekarang pun rasanya aku ingin sekali menangis dan bercerita sama siapa pun itu.Rasanya terasa berat sekali,kalau aku harus menanggungnya sendiri.
"Gimana pun caranya,aku harus bisa menemukan bukti dan membuktikannya pada orang tuanya.Aku tidak ingin ini berkelanjutan dan nanatinya Dani bukan malah sembuh yang ada aku takutnya dia malah mencari cara lain untuk membohongi ku." ucap ku dalam hati.
"Ayo makan,sudahlah.Aku kan sudah minta maaf," ucapnya sambil memegang tangan ku.
Aku pun langsung menepisnya dan memilih untuk beranjak dari duduk ku,untuk mengambil minum.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
3 minggu kemudian,kami pun pulang ke rumah dia.Karena memang aku yang merengek minta pulang dengan alasan aku ingin menenangkan pikiranku.
Sebenarnya aku bisa saja pulang sendiri tanpa dia,tapi aku takut nanti yang ada Dani malah memanfaatkan ketidak hadiran ku di sampingnya untuk menemui laki-laki lain.
Makanya aku terbilang beruntung bisa pulang bersama dia hari ini,kebetulan memang ibunya mengatakan kalau pamannya baru terkena musibah dan kakinya harus di oprasi.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Kami pun tiba di rumah dia sekitar pukul jam 8 malam,karena memang kami pulang pada jam 9 pagi.Berhubung bis nya sendiri yang ada pada jam itu saja.Kurang lebih waktu yang kami butuhkan sekitar 10 jaman lebih untuk sampai di rumah mertua ku.
Sesampainya di rumah mertua aku langsung masuk ke dalam kamar dan langsung istirahat.Sedangkan Dani sendiri dia lebih memikih untuk nongkrong dengan tetangga di depan rumah.
Karena memang di kampung ku,sepertinya sudah menjadi tradisi seperti itu.Saat ada seseorang yang pulang dari perantauan,biasanya tetangga atau teman yang ada di kampung akan langsung datang berkunjung.
Aku berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan kesedihanku,di hadapan mertua ku dan adik ipar ku.Yang kebetulan saat itu tengah menginap juga di rumah mertua ku.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
__ADS_1
Pagi harinya setelah aku shalat subuh,aku menghampiri mertua ku yang tengah masak di dapur untuk membantu beliau.Padahal memang,beliau seringkali melarang ku untuk membantunya.Karena tahu,aku yang baru saja sampai dari perjalanan yang cukup panjang.
"Masak apa bu?" tanya ku basa-basi.
"Ini lagi buat adonan,buat bikin gorengan tahu sama tempe.Sama paling nanti bikin semur ayam aja,kebetulan di kasih sama nenek kemarin ayamnya.Soalnya ibu bilang kalian berdua akan pulang." jelas beliau.
Aku pun sedikit tersenyum mendengar perkataan beliau.
Aku pun membantu untuk menggoreng tahu dan tempenya.Sedangkan ibu mertua ku,sedang membersihkan ayamnya.Kebetulan sepertinya memang kemarin sore sudah di bersihkan.Dan sekarang hanya tinggal membersihkannya kembali.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
"Bu ini,yang udah matangnya simpan di mana?" tanya ku.
"Simpan aja di meja kecil di ruang tengah,nanti juga biasanya ada yang ngambil sendiri."
Aku pun langsung menuju ke ruang tengah dan menyimpannya.Aku di buat kaget,dengan bunyi pintu yang terbuka dengan keras.Ternyata itu sepupunya Dani yang berkunjung pagi-pagi.
"Teh,mana oleh-oleh buat Husni?" tanya nya sambil mengulurkan tangannya.
"Iya nanti di kasih,duduklah dulu.Tuh kebetulan,teteh habis goreng tahu sama tempe.Masih anget loh,"
"Ya ampun ade,kirain siapa.Tumben masih pagi udah kesini,biasanya jam segini kamu masih tidur." ucap ibu mertua ku yang menghampiri kami berdua.
"Iya kan sengaja,karena tau teh Naima sama a Dani pulang.Makanya aku langsung kesini,tadi di bilang sama si mamah."
"Oh gitu,kebetulan uwa lagi masak ayam.Nanti kita makan bareng yah," ajak ibu mertua ku.
"Siap kalau soal makan mah,"
Ibu mertua ku langsung kembali ke dapur,sedangkan aku mengobrol dengan Husni sambil menikmati gorengan yang masih panas.
Tidak lama kemudian adik ipar ku keluar dengan mata yang masih sembab.
"Pantesan ada Husni,aku kira siapa yang beriaik dari tadi." ucapnya langsung duduk di lantai.
__ADS_1
"Ya ampun,kamu tuh cuci muka dulu kenapa.Bangun tidur malah langsung nyambar makanan," ucap Husni karena melihat adik ipar ku yang tengah mengambil gorengan.
"Heh,kamu nggak tau aja.Tadi tuh aku udah bangun,hanya saja habis shalat subuh aku balik tidur lagi." timpalnya.
"Aduh udah deh,kalian berdua kok malah ribut sih." ucap ku melerai.
Tidak lama kemudian,Dani pun bangun.Mungkin dia tergangu dengan keributan yang kami bertiga timbulkan.
Dia langsung ke kamar mandi dan tidak lama kemudian kembali ke ruang tengah untuk bergabung dengan kami.
"Maaf dong,ambilin cabe.Kayaknya enak kalau makannya sama cabe," ucapnya sambil melihat ke arah ku.
"Itu cabe,di bawah gorengannya......" timpal ku.
"Oh iya juga...."
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Selang beberapa menit kemudian,sekitar 30 menitan,ibu mertua ku memanggil kami untuk makan bersama.Kebetulan memang,waktu sudah menunjukan jam setengah 8.
Sedangkan suami adik ipar ku,tadi dia jam setengah 7 sudah berangkat kerja dan hanya sarapan gorengan saja,dengan secangkir kopi.
Kami pun langsung berkumpul di ruang makan,sambil duduk di lantai.Karena memang,baik di kampung Dani atau pun di kampung ku di rumah kami tidak ada khusus ruang makan atau meja makan untuk kami.
Kami biasanya berkumpul di dekat ruang tengah untuk menikmati makanan bersama-sama.
"Wih kayaknya enak nih,aku mau tulang punggungnya." ucap Husni.
"Eh nggak boleh,tulang punggungnya itu khusus buat teh Naima.Kamu yang lainnya aja yah," ucap mertua ku.
"Nggak apa-apa bu,kasihin aja.Lagian banyak ini juga,nanti aku bisa ambil bagian yang lainnya."
Husni pun tampak senang dan langsung mengambil beberapa potong ayam ke dalam piring milik nya.
Kami pun makan bersama dengan nikmat,sayang nya kepulangan ku kali ini,aku tidak bisa pulang ke rumah ku.Mengingat hanya 4 hari saja,Dani libur kerja.
__ADS_1
Dan sekarang ayah mertua ku juga tidak ada bersama kami,karena memang beliau juga sama kerja di luar kota dan hanya sewaktu-waktu saja beliau pulang kampung.
Biasanya kalau ada libur panjang,barulah kami pulang ke rumah ku dan menghabiskan waktu cukup lama di rumah ku.