
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kemarin,"
"Kebetulan memang dagangannya lagi sepi juga.Jadinya bapak memutuskan untuk pulang saja untuk bantu ibu kamu panen." lanjut beliau.
"Bapak memang belum sempat kasih tahu kamu,kalau bapak pulang.Soalnya bapak belum isi pulsa kartu bapaknya."
"Oh iya,kenapa kalian juga kok tiba-tiba pulang?" tanya beliau balik.
"Oh itu,kebetulan aku ada libur sekitar 4 harian.Tadinya aku mau pulang ke rumah mertua ku,tapi sayangnya mobil bus nya sudah tidak ada.Jadinya kami memutuskan untuk menginap dulu malam ini di sini." jelas Dani.
"Paling besok aku kesana mau pinjam motornya bibi aja," lanjutnya.
"Oh gitu,kirain ada apa-apa."
"Ya sudah pastinya kalian berdua capek,lebih baik setelah ini kita makan aja langsung.Kalian belum makan kan?" tanya beliau.
''Belum pak," balas ku.
Dani pun langsung memasukan kopernya ke kamar,sedangkan aku mengikuti ibu mertua ku menuju ke dapur untuk menyiapkan makanannya.
"Ini ada air,nanti kamu berikan sama Dani saat dia makan.Ibu tadi sempat meminta air ini sama pak ustad,supaya Dani mau untuk di ajak ke tempat beliau dan tidak curiga nantinya."
"Iya bu......"
"Nanti kalau ada waktu,baru kita bicara nya.Sekarang takutnya Dani malah curiga lagi,"
"Iya bu....."
"Makasih ya, karena kamu sudah kuat sampai sejauh ini."
"Ini semua pasti tidak mudah untuk kamu,kamu pasti kesulitan untuk memendamnya sendirian." lanjut beliau.
"Tidak apa-apa bu,saya ikhlas.Mungkin ini sudah jalan hidup ku harus seperti ini.Makanya aku mau suami aku sembuh,karena aku ingin melihat dia jauh lebih baik kedepannya." balas ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun makan malam dengan suasana yang canggung,apalagi adik ipar ku yang sedari tadi sudah memberi aku kode.Sepertinya ada yang ingin dia katakan padaku.
Makanya setelah acara makan malamnya berakhir,dia langsung pura-pura mengajak ku untuk mengantarkan martabaknya ke rumah bibi.
__ADS_1
"Teh,ada yang ingin aku sampaikan." ucapnya saat kami di perjalanan menuju ke rumah bibi.
"Kata suami aku sih,emang katanya dulu tuh ada kasus di sekolahnya itu.Gurunya mens****i beberapa siswa di bawah umur dan salah satu korbannya itu a Dani."
"Saat itu,ada memang beberapa korban yang berani mengadukan nya sama orang tuanya.Nah sepertinya beda cerita dengan a Dani,dia malah diam saja dan tidak menceritakannya.Yang akhirnya malah buat dia seperti ini sampai sekarang." jelas adik ipar ku.
"Oh pantas saja dia sempat cerita kalau emang awalnya itu dia trauma,namun akhirnya dia malah ketagihan.Ya mungkin itu karena dia tidak mengadukan sama orang tuanya,jadinya sepertinya gurunya itu masih dengan bebas melakukan itu sama a Dani,meskipun guru itu udah di keluarkan dari sekolah." balas ku.
"Nah iya,sepertinya begitu."
"Ya sudahlah,yang terpenting sekarang kita sudah berhasil untuk buat a Dani pulang dulu ke sini."
"Tapi kalau menurut cerita dari suami aku,biasanya tuh orang yang seperti itu sembuhnya akan lama dan harusnya di bawa ke pesantren." lanjut nya.
''Ya kita lihat aja dulu nanti,apa kata ustadnya.Kalau pun emang harus seperti itu,ya mau bagaimana lagi.Ini demi kesembuhan dia juga,"
"Aku mau dia sembuh dan hidup normal layaknya laki-laki yang lain."
"Iya sama,''
"Ya meskipun kita harus seperti ini,membohongi dia supaya mau untuk di ajak pulang.Sekarang tinggal cari cara untuk ajak dia ke tempat ustad nya itu," lanjutnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...
Pagi-paginya saat aku tengah mencuci piring di dapur,Dani pun menghampiri aku dan minta untuk di buatkan teh.
Mendengar Dani yang sudah bangun,ibu mertua ku yang ada di ruangan samping pun langsung menghampiri kami berdua.
"Ibu sudah mendengar cerita dari Naima,"
"Cerita apa bu?" tanya Dani.
"Iya itu masalah mertua kamu di sana."
"Oh aku kira apa,"
"Kebetulan ibu tahu,tempat yang biasa di datangi orang-orang untuk meminta pertolongan seperti itu.Kalau kamu mau,ayok ibu antar." ajak beliau.
Sebenarnya aku tidak menyangka,kalau ibu mertua ku akan membuat rencana seperti itu.Awalnya aku sempat kaget saat barusan beliau ngobrol dengan Dani,aku kira dia kan mengatakan kalau dia udah tahu rahasia Dani.
"Gimana?" tanya Dani pada ku.
__ADS_1
"Ya kalau itu yang terbaik,aku mah hayu aja."
"Kapan ibu bisa antar kami berdua ke sana?"
"Ya pagi ini aja,kebetulan kan suaminya adik kamu sedang libur kerja sekarang.Kita bisa minta tolong dia untuk antar kan kita ke sana." jelas ibu.
"Ya sudah kalau gitu,tapi aky mau makan dulu." balas Dani.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah kami siap,suami adik ipar ku pun langsung meminjam mobil milik bibi.Waktu yang di butuhkan untuk ke tempat ustad nya itu sekitar satu jam lebih,di jalan tadi kami sempat membeli beberapa cemilan untuk di kasihkan ke pak ustad nya.
Sepanjang perjalanan kami semua hanya terdiam dengan pikiran kami masing-masing,aku sendiri memilih duduk di paling belakang bersama bapak mertua ku.
Aku sulit sekali menyembunyikan kesedihan aku dan bapak mertua ku pun berusaha menenangkan aku.Mungkin Dani tidak curiga,dia kira aku menangis karena menangisi masalah orang tua ku.Padahal kenyataannya,aku menangisi dia.
"Sudahlah,semoga saja nanti bapak ustad nya bisa bantu masalah orang tua kamu." ucap Dani berusaha menenangkan aku.
"Iya teh,semoga aja apa yang kita lakukan sekarang ini adalah yang terbaik untuknya.'' balas ibu mertua ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun akhirnya sampai di tempat ustad itu,untungnya saat ini tidak ada siapa-siapa yang berkunjung ke rumah beliau.
"Sebaiknya kalian tunggu dulu di mobil,ibu dan bapak akan masuk lebih dulu dan menyampaikan maksud kedatangan kita kesini apa.Nanti kalau sudah di jelaskan dan ustad nya bisa bantu,baru kalian nyusul ke dalam." jelas ibu.
Ibu dan bapak mertua aku pun turun lebih dulu.Dan aku pun pindah duduk disampingnya Dani.
"Aduh,kok aku kebelet nih mau buang air kecil." ucap Dani tiba-tiba.
"Itu sepertinya ada masjid di sana," tunjuk suami adik ipar ku.
"Benar juga,bentar yah aku mau buang air kecil dulu." dia pun langsung turun dan lari menuju ke arah masjid yang di maksud.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tidak lama setelah itu,bapak mertua aku pun keluar dari rumah ustad nya dan langsung menghampiri kami.
"Udah bisa,"
"Lah Dani nya ke mana? Kok dia malah nggak ada?" tanya beliau kaget setelah mendapati Dani yang sudah tidak ada di dalam mobil.
__ADS_1