Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 29


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pagi harinya seperti biasa Dani berangkat kerja bersama bu Lilis,setelah dia libur 4 hari lamanya.


Setelah dia pergi,aku pun langsung masuk kembali ke dalam kamar untuk melanjutkan tidur.Entah kenapa rasanya setelah kepulangan kemarin,badanku merasa sangat capek dan inginnya tidur terus.


Sampai akhirnya aku terbangun oleh suara tukang sayur yang berhenti di depan kontrakan.


Dengan setengah sadar,aku langsung beranjak dari tidur ku untuk membeli beberapa bahan makanan untuk nanti aku masak.


"Perasaan baru lihat pak," ucap ku.


"Iya mba,saya baru dua hari mulai jualan ke daerah sini.Biasanya saya hanya keliling sampai gang belimbing saja.Eh tau nya ada yang kasih tau,kalau di gang ini banyak yang ngontrak juga." jelas beliau.


"Bagus deh pak,jadinya aku tidak harus belanja jauh-jauh lagi ke pasar kalau sekarang ada bapak yang jualan ke sini."


Aku pun memilih beberapa bahan makanan nya dan langsung memberikan sama bapaknya untuk di hitung.


Ya meskipun harganya tidak semurah saat beli di pasar,tapi mengingat aku tidak harus pergi ke pasar sih aku nggak mempermasalahkannya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Siangnya,aku di ajak oleh tetangga kontrakan yang kebetulan dia juga ikut dengan suami nya yang bekerja di pabrik sepatu.Dia mengajak ku pergi ke tempat saudaranya yang berada tidak jauh dari kontrakan kami.


Katanya di sana sedang ada hajatan dan sedang ada dangdutan juga.Awalnya aku sempat menolaknya karena malu dan karena aku juga tidak terlalu suka musik dangdut.


Namun mba Nur terus memaksa ku,sampai akhirnya aku pun mengiyakan ajakannya.


Setelah sampai di rumah saudaranya,ternyata benar saja.Di sana sudah rame oleh orang-orang yang ingin menonton acara hajatan itu.Untungnya mba Nur,langsung mengajak ku ke dalam rumah salah satu keluarganya.


Di sana aku pun di jamu beberapa makanan dan cemilan juga,aku sempat malu untuk mengambilnya.Namun untungnya saudara mba Nur sangat ramah dan baik pada ku.


Akhirnya aku pun memberanikan diri untuk mengambilnya,tidak cukup di situ pula.Mereka bahkan membungkuskan ku beberapa cemilan yang tadinya di sajikan di atas piring untuk di bawa pulang.


Aku sangat merasa senang,karena memang ada kue kesukaan Dani.


Kami berdua pun pulang sekitar jam 4 sore,mengingat sebentar lagi suami-suami akan segera pulang.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Seperti halnya sore kemarin,aku tidak masak kembali.Karena memang makanan yang di berikan oleh saudara nya mba Nur cukup banyak dan pas untuk aku dan Dani makan nanti.


"Kapan pulang?"

__ADS_1


"Nggak tau,ini masih ada 3 style lagi yang masih harus di ceking."


"Kalau kamu mau makan,dulua aja.Takutnya aku pulang terlambat."


"Ya udah......"


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Jam sudah menunjukan pukul jam 18.00,aku melihat bu Lilis pun sudah pulang.Sedangkan Dani sendiri dia belum,padahal setahu ku mereka berdua satu departemen.


Hati ku langsung di hantui rasa curiga,aku takut suami ku akan berbuat sesuatu yang di luar dugaan ku.


Tanpa menunggu lama,aku pun langsung mengecek HP ku untuk melihat keberadaannya sekarang dari HP ku.


Dan ternyata benar saja,saat aku lihat dia tidak ada di pabrik sekarang,melainkan sedanga da di cafe yang jaraknya lumayan jauh dari daerah ku.


"Kamu kenapa harus membohongi aku seperti ini sih? Kenapa setiap aku mulai mempercayai kamu malah mengkhianatinya?" ucap ku pelan.


Aku pun langsung berusaha menelponya dengan VC,suapaya aku yakin dengan apa yang aku lihat dari HP ku sekarang.Aku ingin lihat apakah dia benar di pabrik atau di cafe itu.


Sudah hampir 3 kali aku mencoba untuk menelponnya,namun sayangnya dia tidak mengangkatnya.Padahal aku lihat,WA nya sedang online.


Perasaan ku benar-benar sudah tidak karuan sekarang.Tidak hentinya aku terus mencoba untuk menghubungi dia.


"Sebentar,aku lagi ceking barangnya lagi di tungguin."


Karena aku tidak puas dengan pesan yang dia kirimkan,aku langsung menelponnya.


"Apa?"


"Kamu lagi di mana?"


"Aku lagi di pabriklah di mana lagi,ini aku lagi di WC sedang berak.Emang kenapa sih?"


"Kok toiletnya kayak gitu sih? Kok beda,"


"Iya ini aku ikut di toilet yang ada di kantor yang ada di atas.Kebetulan toilet yang ada di bawah lampunya udah di matiin."


Karena aku sudah merasa benar-bemar di bohongi,aku pun langsung menutup telponnya.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah itu,aku langsung mengirimkan gambar screenshoot lokasi dia sekkarang dimana sebenarnya.

__ADS_1


"Tega yah kamu,padahal aku sudah tahu kamu bohong.Tapi kamu malah menipu ku seperti ini,"


"Aku tidak maksud bohong sama kamu,hanya saja aku takut kamu nantinya salah paham sama aku."


"Ini juga aku pergi sama teman-teman di pabrik kok,"


Aku sendiri hanya membacanya dan tidak meresponnya.Tidak lama kemudian dia yang balik menelpon ku dengan vidio call.


"Apa lagi?"


"Sudahlah aku muak,aku capek kalau kamu seperti ini terus."


"Kamu nggak percaya sama aku,lihat lah.Itu semua yang sedang berkumpul di sana itu teman-teman ku."


Dani pun menunjukan sekelompok orang yang tengah asik mengobrol sambil menikmati makanan.


"Ya udah kalau emang itu semua teman kerja kamu,kenapa kamu malah duduk di meja yang berbeda."


"Ya kan aku takut buat mereka berisik,tau sendiri suara di vidio call cukup keras."


"Bagaimana aku bisa percaya sama kamu,kalau kamu seperti ini terus."


Aku langsung menutup telponnya dan membanting HP ku karena kesal.


Aku langsung meraih tas merah mikik ku dan mulai memasukan pakaian ku.


"Aku mau pulang,"


"Aku sudah cukup sabar menghadapi kamu selama ini."


"Jangan dong sayang,bagaimana kamu bisa pulang sekarang? Kita kan kemarin baru sampai,"


"Ya kamu sendiri yang buat aku seperti ini."


Aku langsung mematikan HP ku dan menangus sejadi-jadinya sambil memeluk bantal.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Akhirnya tepat jam 9 malam,Dani baru saja sampai di kontrakan.Dia langsung menghampiri aku dan memeluk ku.


Satu hal yang buat aku curiga adalah,aku lihat dia datang dengan berjalan kaki.Dan aku juga sempat mendengar tetangga kontrakan yang ada di bawah menanyai dia yang pulang dengan berjalan kaki.


Dia sendiri menjawab kalau mobil temannya parkir di depan gor,karena supaya gampang untuk putar balik nya.

__ADS_1


Padahal setahu ku,setelah kontrakan ku ada tempat khusus putar balik mobil.Sedangkan ini malah Dani bela-belain jalan kaki yang jaraknya sekitar 500 meter dari kontrakan ku.


Aku yakin,pasti dia pulang dengan laki-laki lain.Karena dia sudah ketahuan oleh ku,jadi dia takut untuk di antarkan sampai depan kontrakan.


__ADS_2