Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episide 21


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Akhirnya makanan yang kami pesan pun datang.Karena memang sedari kedatangan kami,baru kali ini aku menemukan makan.


"Gimana enak nggak?" tanya nya.


"Lumayan lah,soalnya kan aku baru nemu makanan juga."


''Syukurlah kalau kamu menyukainya.Ya sudah habiskan,aku sengaja memesan ikan bakarnya yang agak gede.Soalnya aku tahu kamu menyukai ikan bakar." jelas nya.


Kami berdua pun menikmati makanan nya,sambil sesekali melihat ke arah jalan.Kebetulan tempat makannya berada di pinggir jalan.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Kurang labih hampir 40 menitan kami di sana,sampai akhirnya teman yang mengajak a Dani kerja di Jawa datang bersama temannya.


Di langsung menghampiri kami berdua dan menyapa ku.Kebetulan aku memang pernah melihatnya,karena memang dulu beliau pernah bekerja di pabrik YSI.


Setelah mengibrol beberapa saat,kami berdua pun akhirnya berpamitan untuk pulang lebih dulu.Karena memang,aku merasa mules.


Sesampainya di depan gerbang kontrakan,aku tidak sengaja melihat laki-laki yang tengah duduk di atas motornya.


Laki-laki itu,langsung melihat ke arah kami berdua.Dia tampak terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.


Aku sedikit curiga dengan sikapnya dan aku pun langsung melihat ke arah suami ku.Dia tampak menunjukan raut wajah yang tidak beda jauh dengan laki-laki itu.


Aku sudah menduga,laki-laki itu lah yang sedari tadi mengirimi pesan pada suami ku.Aku langsung mempercepat langkahku dan membuka gerbangnya,sedangkan suami ku malah memperlambat jalannya dan berada agak jauh dari ku.


Aku sendiri sudah tidak berani melihat ke arah belakang dan memilih untuk naik lebih dulu.Hati ku sudah merasa panas dan marah,bisa-bisa nya saat aku ada bersama dia sekarang,dia berani mengajak laki-laki itu ke kosan.


Atau memang,sebelum-sebelumnya mereka pernah atau sering bertemu,aku sendiri tidak tahu.


Sesampainya di dalam kamar,aku langsung mengintipnya dari balik jendela.Dan ternyata benar saja,suami ku tengah mengobrol dengan laki-laki tadi.

__ADS_1


Aku merasa seluruh wajah ku panas dan ingin meneriaki mereka berdua.Namun ku urubgkan,karena aku berniat untuk pura-pura tidak mengetahuinya sebelum aku mendapatkan buktinya.


Selang 10 menit kemudian,suami ku menyusul dan masuk ke dalam kamar.


"Itu yang di depan gerbang tadi teman kerja ku waktu dulu.Kebetulan dia juga kerja di daerah sini," ucapnya.


"Terus?" tanya ku.


"Ya nggak ada apa-apa,dia hanya mau main saja."


"Ya sudah aku mau mandi dulu yah,nanti katanya dia mau main ke sini." lanjutnya.


"Terserah,"


Aku pun memikih menyibukan diri dengan HP menontin youtube.Setelah suami ku masuk,terdengar nonaktivasi dari HP nya.


Aku pun langsung melihatnya,karena kebetulan sedang di charger di dekat lemari.


"Mau aku beliin apa?"


"Sayang sekali malam ini aku tidak bisa menginap.Padahal aku sudah menyiapkan semuanya,"


"Katanya kamu mau muasin aku malam ini.Sayangnya aku datang,di waktu yang tidak tepat.


Aku sangat terkejut dengan isi pesan yang dia kirimkan.Ternyata,nama laki-laki itu Roni,bukan lagi laki-laki yang tadi mengirim pesan pada Dani.


Aku tidak menyangka,ternyata dia menjalin hubungan bukan dengan hanya satu orang saja.Melainkan ada juga yang lainnya,sepertinya dugaan ku benar.


Dani sepertinya sering mengajak laki-laki ke kosannya,selama aku masih ada di kontrakan di P*******a.Pantaa saja,selama ini dia selalu menolak saat aku memintanya untuk ikut ke sini.Ternyata ini dia jawaban yang selama ini dia sembunyikan.


Aku sempat teringat,saat tadi siang aku membereskan pakain dan menatanya di dalam lemari.Aku banyak menemukan ****** ***** yang cukup asing dan ukuranya setahu ku bukan ukuran yang biasa suami ku gunakan.


Ini semakin menambah keyakinan ku,untuk segera mencari bukti yang kuat.

__ADS_1


Aku pun langsung menyimpan kembali HP nya dan kembali ke posisi ku.Karena aku mendengar pintu kamar mandi yang terbuka.


Dani langsung berganti pakaian dan memakai baju yang terbilang bagus.Setahu ku biasanya baju itu dia gunakan untuk kerja.Karena memang,sedari dulu baju kerja sama baju yang biasa di gunakan untuk tidur itu di bedakan.


Kemudian dia pun memakai celana pendek seatas lutut dan yang buat aku kaget,aku melihat dia tidak menggunakan pakain dalam.Namun aku tidak menegurnya dan memikih diam saja.


Habis itu,dia tidaak lupa memakai parfum yang cukup banyak.Layaknya seorang laki-laki,akan bertemu dengan pujaan hatinya.


"Aku keluar dulu yah,mau panggil teman aku untuk nail kesini."


"Panggil aja dari atas,nanti juga dia dengar kalau dia nya masih di depan." ucap ku.


Tanpa menjawab,dia langsung keluar dan memanggil laki-laki itu untuk naik ke atas.


Akhirnya laki-laki itu pun datang dengan membawa barang di dalam kanting plastik.Sepertinya ada beberapa minuman dan cemilan.


Raut wajahnya langsung berubah saat melihat ke arah ku,seperti orang yang tidak terima dengan kehadiran ku saat ini.


Mereka bermain sangat rapi,seolah mereka memang sedang mengbrol.Aku sengaja agak menutup pintunya sedikit dan mencoba mengintipnya dari dalam.


Aku melihat tangan laki-laki itu yang tengah memegangi area ************ Dani.Pantas saja tadi Dani sempat masuk ke dalam untuk mengambil jaket.Akhirnya aku mengerti,jaket itu dia gunakan untuk menutupi aktivitas apa yang tengah laki-laki itu lakukan.


Dani sendiri dia dia sepertinya tengah merasakan kenikmatan dan sesekali melihat ke arah sekeliking.Mungkin dia agak khawatir ada yang melihat nya.


Setahu ku,tetangga ku satu-satunya itu,sejak tadi kedatangan ku dia tidak nampak terlihat.Sepertinya memang dia tengah tidak ada di sini.


Aku dengan segera mengambil ponselku dan merekam semuanya.Aku berniat untuk memberikannya pada adik ipar ku nanti.


Lucunya,mereka berdua seolah sengaja membunyikan musik yang agaj keras dari HP milik Dani.Mungkin supaya aku tidak tahu dan tidak mendengar apa yang mereka desahkan.


Aku benar-benar tidak habis pikir,bisa-bisa nya dia melakukan itu di deoan kontrakan.Luar biasa sekali,aku tidak menyangkanya sejak awal.


Terlihat laki-laki itu pun melucuti jaketnya dan menutup bagian pahanya.Karena memang merek mengibrol sambil duduk.

__ADS_1


Perasaan ku sudah tidak karuan,karena melihat sekarang tangan Dani lah yang bergantian masuk ke area ************ laki-laki itu.


Berbeda dengan Dani yang tampak natura,laki-laki itu langsung mengerang seoerti kesakitan dan tangan yang satunya memegang pundak Dani.


__ADS_2