
...♧♧♧♧♧...
Kak Marlina pun langsung mengajak ku untuk menyegat mobil mini bus atau bisa di bilang elf untuk menuju ke tempat dia.
Katanya dari tempat pemberhentian ku sekarang,waktu yang di butuhkan untuk sampai ke rumah dia itu sekitar 40 menitan.
Tidak menunggu lama,akhirnya mobil angkutan yang menuju ke daerah kak Marlina pun datang,aku pun langsung masuk ke dalam mobilnya.Sedangkan kak Marlina,dia meminta kondektur nya untuk menyimpan koper ku di bagasi.
Aku pun membuka jendela mobilnya,supaya ada angin yang masuk.Karena memang,aku merasa pengap dengan kondisi mobil nya yang agak pendek.
Sepanjang perjalanan,aku melihat ke arah luar.Dan mendapati beberapa gedubg atau pabrik yang berjejer di sepanjang jalan.
"Daerah sini memang banyak terdapat pabrik...." ucap kak Marlina.
"Oh gitu....."
"Hanya saja,susah untuk masuk nya.Hampir membutuhkan biaya admin yang cukup besar untuk kita bisa masuk.Itu pun hanya di kontrak kerja selama 6 bulan atau paling lama satu tahun." jelas nya.
"Tapi nggak tahu kalau pabrik yang kamu tuju," lanjut nya.
"Katanya sih,itu pabrik garmen....." balas ku.
"Oh......."
"Kalau barusan pabrik yang banyak kita lewati itu,ada pabrik sepatu,benang,karton dan banyak lagi.Teteh juga nggak tahu,kalau sistem kerja di pabrik garmen seperti apa.Soalnya kebanyakan tetangga teteh,pada kerja nya di pabrik sepatu.Cuma ya itu,harus punya uang yang cukup." jelas nya.
"Oh......"
... ♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama,akhirnya aku pun sampai di daerah tempat tinggal kak Marlina.
Tadi saat aku melewati pertigaan,kak Marlina sempat menunjukan kalau misalkan tempat pabrik yang aku maksud harusnya belok ke kiri,sedangkan kami berdua lurus saja.
Aku pun langsung turyn di pinggir jalan,tepat di depan sebuah gang yang tidak cukup besar.Lebar nya hanya cukup untuk satu motor saja.
"Ayo,rumah teteh letaknya ada di balik warung itu....." tunjuk nya pada sebuah bangunan ber cat ungu.
"Oh gitu......"
Aku pun mengikuti ke arah kak Marlina membawa ku,sampai akhirnya kami pun sampai di sebuah rumah yang ukurannya tidak begitu besar atau pun kecil.
"Ayo masuk......" ajak nya.
Aku pun langsung melepaskan sepatu ku dan masuk ke dalam rumah nya.
__ADS_1
Suasana rumahnya tampak sunyi dan gelap,mungkin karena memang hari yang sudah sore.
"Sepertinya anak teteh masih di rumahnya bude,tadi saat menjemput kamu teteh menitipkannya." ucap nya.
"Terus suami teteh sih?" tanya ku.
"Kalau sekarang dia bekerja sebagai supir di bagian ekspedisi.Baru tadi siang dia berangkat menuju ke Jakarta untuk mengambil muatan." jelas nya.
"Dia paling sampai di rumah,paling besok sore....." lanjut nya.
"Oh....."
"Soalnya sebelum nya aku dengar dari paman,suami teteh kerja di bengkel mobil." lanjut ku.
"Iya tadinya,hanya saja dia sudah keluar.Karena bengkel nya tutup,"
"Ya sudah kamu istirahat di kamar anak nya teteh aja dulu.Sepertinya kamu juga cukup kelelahan hari ini.Apalagi besok pagi kamu harus berangkat untuk melamar kerja,"
"Iya teh......."
Kak Marlina pun menunjukan posisi kamar anaknya yang berada dekat dengan ruang makan.Aku pun langsung menarik koper ku dan masuk ke dalam nya.
Aku pun langsung merebahkan tubuh ku di atas kasur yang memang ukurannya tidak terlalu besar,hanya cukup untuk satu orang dewasa saja.
Aku merasa seluruh badan ku pegal dan remuk.Aku sempat mengerang ke sakitan sambil memegang pinggang ku yang terasa pegal.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Butuh waktu sekitar 10 menitan untuk kami berdua sampai di rumah itu,dengan berjalan kaki menyusuri gang kecil.
"Mamah......." teriakkan anak nya kak Marlina dari dalam rumah langsung menyambut kedatangan kami.
"Gimana,kamu nakal nggak di rumah bude?" ucap kak Marlina.
"Tidak dong mah,aku kan anak yang baik dan nurut sama bude." balas anak nya bernama Celsi.
"Eh Lina,kirain siapa." ucap seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Oh ini saudara kamu,yang katanya mau melamar pekerjaan itu...." lanjut beliau.
"Iya bude...." balas ka Lina
"Kenalin bude,nama saya Naima......"
"Bude Ratna,panggil saja bude." ucap nya.
__ADS_1
"Oh iya,kalau boleh tahu mau ngelamar kerja di mana? Apa mungkin di pabrik srpatu,soalnya kebanyakan orang sini juga pada kerja di pabrik sepatu." jelas bude.
"Bukan bude,tapi saya mau ngelamar di pabrik garmen di daerah C."
"Jauh juga dari sini,pabrik apa emang nya itu?" tanya beliau kembali.
"Kalau tidak salah paberik garmen,"
"Namanya itu,PT YSI......" lanjut ku.
"Ah kalau PT itu bude tahu,anak nya mang Diman dulu pernah kerja di sana.Tapi sayang nya,setelah menikah dia ikut sama suaminya ke Bekasi." jelas bude.
"Tapi perasaan anaknya ada deh sekarang di rumah nya,soalnya tadi bude pas ke warung lihat dia." lanjut bude.
"Oh gitu....."
"Ya barangkali kamu mau tanya-tanya sama dia,bagaimana kerja di sana.Seperti apa cara kerja nya,"
"Iya Naima,apa yang bude katakan ada benarnya juga.Sebaiknya kita minta dia untuk ajarkan kamu lebih dulu." sambung kak Lina.
"Emang nya dia bakalan mau,aku takut nya dia keberatan." balas ku.
"Tenang saja,nanti bude yang bantu untuk bicara.Sekarang kamu tunggu di dalam aja,biar bude saja yang ke rumah nya." suruh bude.
"Ya ampun bude,makasih ya.Aku malah ngerepotin bude malah....."
"Tidak apa-apa nak,lagi pula bude merasakan bagaimana posisi kamu sekarang.Dulu juga anak bude yang sukung kayak gitu," jelas nya.
Aku dan kak Lina pun langsung masuk ke dalam rumah bude,begitu pun dengan anaknya kak Lina.
Sedangkan bude langsung pergi,menuju ke tempat kediaman mang Diman.
"Kok teteh bisa lupa yah,padahal teteh dulu sempat tahu kalau anak nya mang Diman juga pernah kerja di sana." ucap kak Lina.
"Ya namanya juga udah lama kak," balas ku.
"Iya sih,kamu nanti nggak usah malu.Orang-orang di sini pada baik kok,"
"Iya tahu kak,makanya kakak juga betah tinggal di sini." balas ku kembali.
Kak Lina pun tersenyum pada ku.
...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...
Tidak lama kemudian,bude pun kembali dengan seorang perempuan yang sepertinya umurnya tidak begitu jauh dengan ku.
__ADS_1
Perempuan itu pun langsung menyalami aku dan kak Lina bergantian.
"Kenalin nama ku Sovia," ucap nya saat bersalaman dengan ku.