Aku Pun Ingin Bahagia

Aku Pun Ingin Bahagia
Episode 15


__ADS_3

...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Seminggu setelah kejadian itu,aku menerima kabar kalau nenek ku di kampun meninggal.Aku merasa terpukul dan sangat hancur saat mendengar berita yang di sampaikan oleh bibi ku.


Tanpa berpikir panjang,aku langsung menelpon suami ku untuk meminta ijin pulang.Karena memang dia pasti tidak bisa pulang bersama ku,apalagi dia terhitung baru saja masuk.


"Nenek aku meninggal mas......" lirih ku.


"Meninggal?Kapan?"tanya nya.


"Tadi,selepas shalat ashar katanya."


"Aku ingin pukang sekarang juga,"


"Jangan pukang sekarang,ini kan sudah menjelang malam.Lebih baik kamu tunggu sampai besok pagi saja.Aku khawatir kan kamu nantinya sampai di sana tengah malam dan sendirian tidak ada yang menemani." jelas nya.


"Tapi mas,aku ingin melihat nenek untuk terakhir kalinya."


"Iya saya tahu,tahu yang terpenting sekarang itu keselamatan kamu di jalan nantinya.Pasti orang tua kamu pun akan sama jawabanya seperti aku." balas nya.


Aku pun terdiam dan merasa tidak puas dengan jawaban yang dia berikan.


"Sebaiknya sekarang kamu tenangkan diri kamu dan besok pagi barulah kamu pulang naik bis yang paling awal."


"Maaf kan aku,karena tidak bisa menemani kamu.Kamu tahu sendiri,aku baru saja masuk di sini." lanjut nya.


"Iya......."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Pagi harinya,tepat jam setengah 5 pagi.Aku meminta teh Naya,untuk mengantarkan aku ke tempat yang biasa bis nya berhenti.


Untungnya,belum lama setelah aku sampai bisnya pun tidak lama datang.Aku pun langsung berpamitan sama teh Naya.


Selama di dalam perjalanan,perasaan ku tidak karuan.Ini kali kedua untuk ku kehilangan orang yang yang paling aku sayangi dan berarti di hidup ku.


Bahkan saat-saat terakhirnya,aku pun sama tidak ada di samping beliau.Aku pun tidak lupa mengirimkan pesan pada atasan dan ADM ku,untuk memberitahukan berita ini.


Ya meskipun,sebenarnya bulan depan kontrak kerja sudah berakhir.Aku memutuskan untuk tidak mengambil atau memperbaharui kontrak baru,karena aku bertekad untuk ikut dengan suami ku pindah ke tempat kerja dia sekarang.Aku ingin mengetahui kebenaran yang ada di sana.

__ADS_1


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Aku menganggap kejadian ini,sebagai momen untuk aku menenangkan fikiran ku juga.Tapi aku berniat untuk tidak menceritakan masalah yang aku temukan kepada orang tua ku.


Mengingat,sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk aku menceritakannya.Terlebih lagi,aku tidak mempunyai bukti untuk menunjukan kesalahan dari suami ku.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Dan akhirnya aku pun sampai di rumah tepat jam 2 siang.Kebetulan tadi pas aku turun dari bis di jemput oleh anaknya tetangga ku.


Seperti kejadian yang dulu saat kakek meninggal,aku bahkan tidak mempunyai kesempatan untuk melihat wajah nenek ku untuk yang terakhir kalinya.


Aku hanya bisa menangisinya di atas gundukan tanah yang menguburnya.Aku menangis sejadi-jadinya dan menyalahkan diri ku sendiri yang tidak bisa membersamai beliau sampai akhir.


Adik ibuku berusaha menenangkan aku yang tengah menangis,padahal sebenarnya dalam hati ku pun menangisi pernikahan ku yang sedang tidak baik-baik saja sekarang.


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Ke esokan harinya,saat aku bersama bi Nuri pergi ke kantir kecamatan untuk mengurus surat kuning.Karena memang,persyaratan untuk aku bisa mendapatkan cuti,aku harus membawa surat kuning atau surat keterangan kematian nenek.


Di sana aku tidak sengaja bertemu dengan Ulfa,teman saat aku di SMA dulu.Kebetulan dia merupakan tetangga dan saudara dekat Rafi juga.


"Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini," ucap nya.


"Iya kebetulan sekali yah.Bagaimana kabar kamu?" tanya ku.


"Baik......"


"Aku dengar kamu sudah menikah yah,maaf yah waktu kamu nikah aku tidak datang dan hanya ibu ku yang mewakilkan.Saat itu,soalnya aku baru saja masuk kerja di Tanggerang." jelas nya.


"Iya tidak apa-apa......"


"Oh iya,kamu sudah dengar nggak berita dari Rafi.Aku dengar dia minggu depan akan menikah dengan adik kelas kita.Kamu ingat nggak yang namanya Soleha,anaknya ustad di dekat sekolah kita dulu." jelas nya.


Aku sempat terdiam dan kaget mendengar berita yang di sampaikan oleh Ulfa barusan.Karena memang,hubungan ku dengan Rafi berakhir dengan tidak jelas.


Baik aku atau pun Rafi,kami sama-sama tidak mengatakan kalau hubungan kami sudah berakhir.Namun,keadaan saat itu dan komunikasi kami yang terputuslah yang menyebabkan aku dan dia berpisah.


"Oh itu,aku baru saja dengar."

__ADS_1


"Soalnya,aku juga sudah lama tidak ada komunikasi dengan dia." lanjut ku.


Ulfa pun sempat terdiam daj sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu.


"Kenapa Ulfa?" tanya ku.


"Sebenarnya,kalau kamu mau tahu.Rafi itu dulu tidak lulus masuk ke sekolah kepolisian.Saat itu,dia sangat terguncang dan menutup diri dengan siapa pun.Terlebih lagi,aku dengar alasan dia masuk ke kepolisian adalah karena ingin mewujudkan keinginan kamu,yang saat itu berstatus pacar dia." jelas nya.


"Maksud kamu bagaimana?", tanya ku penasaran.


"Iya saat itu dia gagal masuk kepolisian dan dia pun sempat sakit beberapa bulan.Orang tua nya sempat membawa dia ke kota untuk mendapatkan perawatan.Mungkin,itu menjadi alasan kenapa dia sampai sekarang memutuskan hubungan dengan kamu."


"Terlebih lagi,sekarang kan kamu sudah menikah.Aku sendiri tidak tahu,sebenarnya seperti apa hubungan kalian berdua sampai akhir nya bisa berakhir seperti ini." lanjut Ulfa.


Aku langsung tertegun dan merasa bersalah sama Rafi,dia pasti menderita selama ini karena aku.


"Tapi ya sudahlah,sekarang kalian berdua sudah bahagia dengan pilihan kalian masing-masing.Aku tidak bermaksud apa-apa,menceritakan ini sama kamu,"


"Terima kasih,aku sangat berterima kasih.Karena berkat kamu,aku bisa mengetahui keadaan yang sebenarnya.Meskipun sekarang,aku sudah tidak lagi bisa bersama dengan dia." timpal ku.


"Tapi aku harap,kamu tidak menceritakan tentang pertemuan kita hati ini.Aku hanya takut,nantinya malah akan mengganggu nya kembali." lanjut ku.


"Iya aku tahu,"


"Kamu tahu,padahal dulu aku sempat berangan-angan bisa saudaraan sama kamu.Rasanya pasti akan seru,karena kamu bisa jadi saudara ku.Tapi ya,takdir Tuhan tidak ada yang tahu." ucapnya.


"Iya......."


...♧ ♧ ♧ ♧ ♧...


Setelah mengobrol cukup lama,aku pun langsung berpamitan dan menghampiri bi Nuri yag telah menunggu ku di samping jalan.


"Siapa dia?" tanya bi Nuri.


"Teman sekolah SMA ku waktu dulu,kami baru saja bertemu kembali setelah sekian lama berpisah."


"Oh gitu....."


Kami berdua pun langsung pulang,sepanjang perjalanan pikiran ku kacau balau.Apanyang di sampai kan Ulfa tadi buat aku merasa bersalah terhadap Rafi.

__ADS_1


Selama ini,aku lah yang kurang berusaha untuk mejaga hubungan ku dengan Rafi dan malah meninggalkannya begitu saja.


__ADS_2