Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
prolog


__ADS_3

ini bukan tanah kelahiranku, tapi aku mencintai negara ini, aku tidak sendiri aku punya banyak teman di sini.


aku nawa angelika mahasiswi S1, lahir di Los Angeles Amerika Serikat, ayahku bernama anthony, ia menikahi ibuku yang bernama devia.


ia seorang gadis yang berasal dari jiran malaysia, mereka saling mencintai pada pandangan pertama.


saat aku kecil aku pindah ke indonesia, mungkin semenjak itu aku jadi mencintai negara ini.


saat aku menginjak di bangku SMA ayahku bilang kita akan pindah ke Los Angeles, tapi aku menolak dan pada akhirnya ayah dan ibuku memilih pergi karna pekerjaan dan aku tetap di sini.


"adek jaga kesehatan di sini, papa sama mama harus pulang, adek gak papa sendirian kan?" tanya ayah sebelum menaiki mobilnya.


"adek gak masalah kok sendirian, kan banyak temen, nanti nawa suruh mereka tidur di rumah nawa"


"kalo papa sempet, nanti papa main ke sini" ujar ayah sambil membelai rambut ku.


"pap cepetan nanti terlambat" ujar ibuku yang sudah berada di dalam mobil.


ayah memeluk ku, dan setelah itu ia memasuki mobilnya, aku pun tersenyum melihat mobil itu melaju.


selang beberapa hari setelah orang tua ku memilih pindah ke Los Angeles, aku molai menjalani hari dengan ke sibukan sekolah ku.


"nawa apa kabar?" tanya kakak ku di telfon.


"aku baik" ujar ku yang tengah berjalan di trotoar setelah pulang sekolah.


"adek udah denger kabar?"


"kabar apa?" tanyaku, namun tak ada jawaban dari kakak ku.


"kak, kabar apa?" aku bertanya ulang.


"papa kita, papa kita udah gak ada"

__ADS_1


aku menghentikan langkah ku, aku membiarkan kakak ku yang tengah menangis di telfon.


"kabar macam apa ini kak, udah beberapa bulan kakak gak menelfon aku, bukanya bilang kata rindu kenapa malah buat berita palsu, papa itu masih ada kak" ujar ku.


"adek pulang ya kakak tunggu, jangan terlalu lama biar adek bisa" kakak ku tiba tiba terdiam tak melanjutkan ucapanya "biar adik bisa lihat papa buat yang terakhir kalianya"


aku menjatuh kan tubuhku, apa ini yang di sebut kehilangan?


aku tidak meneteskan air mata, fikiran ku hanya asik menepis perkataan yang kakak keluarkan, namun berbeda dengan hati yang semakin lama semakin terasa sesak.


saat itu aku menyalahkan diri ku, kenapa dulu aku tidak ikut pindah saja, perginya papa apa mungkin karna aku?


...****************...


"nawa jangan makan terlalu banyak sisakan untuk kakak mu" ujar ibuku.


"aku baru makan ma, lagian kakak kan selalu menghabiskan jatah makan ku"


"dia kakak mu hormati dia"


"kamu tuh kalo di bilangin suka membantah tinggal iyain aja apa susahnya, ini tuh karna ayah kamu selalu memanjakan kamu semenjak kecil, sekarang menjadi seperti ini"


"mah jangan salahin papa" jawab ku sambil berdiri dari duduk ku "papa udah gak ada, jangan salahin dia"


setelah itu aku memilih pergi, lebih baik aku mengisi masa libur ku dengan berbelanja di kota


Los Angeles dari pada ribut dengan ibuku.


setelah ayahku tiada aku pun memilih pindah ke Los Angeles, hari hari ku selalu di isi dengan keributan dengan ibuku, itu pemandangan yang sudah biasa.


sejak aku kecil aku memang lebih dekat dengan ayahku, dan ibuku ia lebih dekat dengan kakak ku yaitu sophia angelika yang saat itu ia sudah memasuki bangku perkuliahan.


...****************...

__ADS_1


saat itu aku mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, aku memilih meneruskan kuliah ku di sini.


"nawa" teriak vera teman ku sambil memeluk ku.


"kangen gak" ujar ku.


"pake nanya ya kangen lah"


"sendiri doang?" tanya ku sambil melepas peluknya.


"yang lain sibuk" jawabnya.


setelah itu kita berjalan untuk pulang, dan sedikit bercerita tentang kejadian saat di perjalanan tadi.


aku itu tidak pernah punya pacar, aku tidak pernah merasakan seperti apa rasanya di sayangi mau pun di cintai oleh seorang lelaki.


namuuun sekarang berbeda, sekarang aku sudah mempunyai kekasih dan dia itu sahabat ku sendiri.


"kok gak makan, aku suapin ya aaaa" ujar ku saat berada di kantin kampus.


"apan sih lo, gue punya tangan sendiri"


"yaudah makan"


"bisa gak sih lo gak usah ikutin gue"


"iiiihh aku kan pacar kamu"


"ogah".


ini dapat di sebut sepasang kekasih kan?


rasanya tuh pengin kaya pasangan yang lainya, di sini aku lagi berjuang dapetin dia, kita emang pacaran dan waktu itu aku yang menembak dia, kita sepasang kekasih tapi sepertinya cuma aku yang menganggapnya kekasih.

__ADS_1


dia sahabat ku, aku mencintainya, sepahit apapun perjuanganya aku akan menghargai setiap detiknya, dan aku akan berjuang hingga akhir dari kisah kita, di persatukan ataupun tidak, itu rahasia sang kuasa.


Buat yang udah mampir makasih banyak, bantu cerita aku dengan meninggalkan jejak, tunggu part berikutnya yaa.


__ADS_2