Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
jeje nawa rindu


__ADS_3

malam makin larut namun vina dan nawa kini masih berada di pinggir jalan.


"mana sih supir lo" ujar vina.


"tunggu bentar lagi" kata nawa yang tengah fokus pada ponselnya.


setelah Menunggu beberapa menit akhirnya mobil nawa pun datang.


Tidak mau menunggu lagi nawa dan vina pun langsung masuk ke dalam.


"Maaf non mobilnya kenapa?" tanya supirnya saat nawa dan vina masuk kedalam mobil.


"Kehabisan bensin, cepetan berangkat pak udah malem soalnya" kata nawa.


Vina diam saja ia hanya sibuk memainkan ponselnya.


"Yasudah biar nanti supir lain yang bawa pulang mobil nyonya vina"


Setelah itu mobil pun jalan menuju ke tempat yang mau nawa kunjungi.


Sepanjang jalan nawa tak dapat melunturkan senyumnya, ia tersenyum saat melihat keluar jendela, lampu lampu kendaraan, gedung yang menjulang, banyak pula yang jalan kaki setelah pulang kerja.


"Na kita mau kemana" ujar vina.


"Gimana kalo kita ke mall dulu"


"Terserah lo"


...****************...


Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya kini mobil nawa terparkir di sebuah mall yang cukup ramai.


"Sekalian kita makan ya, gue laper" kata vina.


"Oke"


Mereka berdua pun berjalan memasuki mall yang mereka tuju.


"Vin lo mau beli apa"


"Eemmmm apa aja yang penting hari ini kita senang senang" ujar vina di akhiri senyumnya.


Sebelum mereka berbelanja mereka terlebih dahulu mengisi perut mereka, vina dan nawa menikmati makan malam mereka sambil bertukar cerita


"Lo jadi tunangan?" Tanya nawa.


Vina yang tengah memainkan ponselnya seketika menoleh ke arah nawa, vina hanya tersenyum menjawab pertanyaan nawa.


"Jadi gak?" Ulang nawa.


Vina seketika melunturkan senyumnya di ganti dengan ekspresi yang datar "gak"


"Kok bisa?"


Vina mengambil jus tomat lalu meminumnya " sehari sebelum hari tunangan, dia memilih pergi dan gue gak pernah ketemu dia lagi"


"Pergi?"


Vina mengangguk atas pertanyaan nawa.


"Dia lebih memilih beasiswa dia ke prancis, gue gak keberatan kalo dia pergi buat belajar, gue dukung dia"


"Lo LDR?"


"Eeemm mungkin"


"Kenapa mungkin?"


"Karena kita putus kontak setelah itu, mau gue lagi sedih, lagi bahagia maupun lagi kangen sama dia hasilnya gue cuma bisa liatin foto dia"


"Lo gak berusaha hubungin dia?"


"Udah, tapi gak aktif"


Nawa merasa bersedih, di tambah lagi vina sepertinya benar benar sangat merindukan dia, ingin rasanya mempersatukan vina dengan kekasihnya.


"Gue cuma takut, takut kalau dia udah punya yang lain di sana" vina menunduk.


"Hei" nawa menepuk pundak vina " gak usah sedih sedih, ngapain sedih karna laki laki yang belum tentu jodoh kita, kalau pun dia udah punya yang lain lo juga bisa cari laki laki lain"


Vina tersenyum karena perkataan nawa.


"Gak usah sedih sedih, gak usah nangis, hiduplah dengan bahagia"


"Makasih na, lo udah nasehatin gue dan bikin gue tenang, lo teman terbaik yang pernah gue miliki"


"Sekarang kita abisin makananya dulu abis itu kita belanja"


Mereka pun kembali menyantap makanan yang sedari tadi di diamkan.


"Ver ngomong ngomong lo udah punya pacar?" Tanya vina di sela ia mengunyah.


"Udah" jawab nawa bangga.


"Orang indo kah?"


"Hooh,liat deh fotonya, gantengkan?" Tanya nawa sambil memperlihatkan foto jeje.


"Namanya siapa?" Tanya vina sambil tersenyum.


"Namanya jeje"


"Langgeng terus ya, na cerita dong tentang jeje"


"Eeemmm" nawa tampak berfikir.


"Jeje itu sahabat gue dari kecil, dia orangnya sayang banget sama orang orang yang deket sama dia terutama gue" nawa tersenyum sambil mengelus foto jeje dari layar ponselnya.


"Jeje orangnya emang dingin, cuek tapi dia baik gue suka itu"


"Sikap jeje setelah jadian sama lo giaman?" Kepo vina.

__ADS_1


Nawa meletakan ponselnya, lalu ia tersenyum sambil membayangkan wajah jeje.


"Jeje jadi tambah perhatian sama gue" ucapnya.


'Tapi setelah gue fikir fikir lagi, jeje gak pernah sedikit pun perhatian sama gue ' batin nawa.


"Jeje bakal berubah hangat kalo sama gue, pokoknya kita saling mencintai"


'Dan setelah gue fikir fikir lagi, jeje gak pernah sedikitpun perlihatin senyumanya kegue, cuma wajah datar dan dingin yang jeje kasih ke nawa'


"Semoga lo langgeng terus" ujar vina.


"Doain ya semoga gue sama jeje sama sama sapai maut memisahkan"


Mereka sudahi pembicaraan mereka dan lebih fokus pada makan malam mereka.


...****************...


Nawa dan vina benar benar lupa waktu sekarang, bahkan belanjaan mereka kini sudah banyak namun mereka belum puas, mereka masih ingin mengelilingi mall tersebut.


"Waaahhh ini bagus nih" ujar nawa sambil mengambil gaun yang berwarna biru muda.


"Wahh ini juga bag-


Nawa tak melanjutkan perkataanya saat tiba tiba matanya tak sengaja melihat seorang laki laki yang ia kenal.


"gue kaya kenal" gumam nawa.


Nawa pun memilih pergi ke kasir.


"Lo udah belanjanya"


"Udah" ujar nawa sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Lo cari apaan sih"


" gak cari apa apa, eemm gue kebelakang dulu"


Nawa berjalan menuju toilet, di sela jalanya nawa sesekali menoleh ke belakang.


...****************...


Jam sudah menujukan jam sebelas malam, dan mereka baru keluar dari mall.


"Kita sekarang kemana?" Tanya nawa sambil menenteng belanjaanya.


"Kemana ya, kita masuk mobil dulu aja" kata vina.


Saat nawa hendak masuk ke dalam mobil matanya tak sengaja melihat sesuatu di balik pohon.


"Na ayo masuk" ujar vina yang sudah berada di dalam mobil.


"Lo tunggu bentar"


Nawa berjalan mengendap enap menuju pohon, nawa berusaha tak mengeluarkan suara.


Nawa kini sudah berada di pohon yang cukup besar itu, nawa berjalan untuk mengintip di balik pohon itu.


Seorang lelaki tampan dengan jas yang ia kenakan, tubuhnya yang tinggi dan berkulit putih.


Lelaki itu juga sama terkejutnya saat nawa mengetahui keberadaanya.


"Ngapain?" Tanya nawa "lo buntutin gue?"


"Maaf tapi ini atas perintah nyonya sophia"


"Stiiiiiff" geram nawa sambil menjewer telinga stif.


"Aw aw sakit" ringis stif.


"Pulang lo sekarang, gue gak mau lo ikutin gue!"


"tapi"


"Pulang sekarang!" nawa berjalan meninggalkan stif, nawa memasuki mobilnya.


"Kenapa?" Tanya vina saat nawa masuk ke dalam mobil.


"Bodyguard suruhan kakak buntutin gue"


"Yang sabar ya nyonya muda hahahaha" tawa vina.


Selama di perjalanan nawa cemberut karna stif masih mengikutinya, stif membuntuti mobil nawa.


"Udah na, gak masalah kalau stif ngikutin kita, siapa tau nanti ada bahaya kan ada stif"


"Tapi vin gue pengin bebas malam ini, cuma lo sama gue aja, jangan ada stif atau siapa pun"


"Stif kan gak ganggu biarin aja lah"


"Oke oke"


"Sekarang kita kemana?" Tanya vina.


"Gue juga gak tau mau kemana, yang seru ke mana yaa"


"Gimana kalau kita ke pasar malem, pas benget di deket sini ada pasar malem yang deket pantai"


"Eemmm kayaknya seru, kita kesana sekarang"


"Pak ke pasar malem ya, saya tunjukin jalanya" ujar vina pada pak supir.


Ramai.


itulah yang dapat di deskripsikan sekarang, ini sudah larut malam namun masih sangat ramai di sana.


Nawa dan vina mencoba semua permainan maupun makanan yang ada di sana, mereka bersenang senang tentunya dengan stif yang setia berada di belakang mereka.


"Wah seru banget" pekik nawa setelah menaiki permainan kora kora.


"Vin gue kebelet, gue kebelakang dulu"

__ADS_1


"Oke, jangan kelamaan"


"Siap" nawa berjalan untuk mencari toilet terdekat dan stif masih setia mengikutinya dari belakang.


"Di mana ya" gumam nawa.


"Maaf nyonya, sepertinya toiletnya ada di sebelah sana"


Nawa menoleh ke arah stif "lo ngapain ikut, di sana aja sama vina"


"Maaf nyonya saya di suruh untuk menjaga nyonya"


"Terus lo mau ikut gue masuk ke toilet?"


"Saya tunggu di depan"


"Terserah" nawa kembali berjalan.


Stif memperhatikan nawa dari belakang, namun tak ia sadari kedua sudut bibirnya terangkat.


"Manis" gumam stif.


Drrrt drrt


Merasa ponselnya bergetar stif pun langsung mengambilnya.


Dapat terlihat di layar ponselnya kalau nyonya sophia menelfonya.


"Halo nyonya"


"Gimana nawa"


"Aman"


"Oke, terus jaga dia saya tutup"


"baik nyonya"


"stif kalo bisa suruh dia pulang"


Tepat setelah telfon di matikan nawa pun keluar dari dalam toilet.


bukanya nawa kembali untuk menemui vina, nawa malah pergi ke suatu tempat.


"Nyonya mau kemana?" Tanya stif sambil mengikuti nawa.


"Nyonya sebaiknya kita kembali"


Nawa tak menghiraukan stif, nawa terus berjalan menuju suatu tempat yang membuatnya terpukau.


"Nyonya ayo kembali"


"Stif lihat, itu pantai, ayo kesana" tunjuknya.


"Nyonya jangan"


Cegah stif, namun nawa tak peduli ia malah berlari menuju pantai itu.


"Nonya anginya terlalu besar kita kembali saja" teriak stif sambil mengejar nawa.


Nawa terus berlari hingga kini ia sudah berada di bibir pantai.


"Nyonya ayo kembali" stif kini memegang lengan nawa.


"Nanti aja, liat di sini juga banyak orang" ujar nawa sambil melepaskan tanganya dari pegangan stif.


"Tapi ini sudah terlalu malam, lebih baik kita pulang"


"Lo gak usah larang larang gue" nawa berjongkok sambil memainkan air pantai.


tak ada suara dari stif nawa pun mendongak menatap stif yang ternyata juga menatapnya dengan tatapan dinginya.


sebuah bayangan jeje seketika hinggap di benaknya, saat menarap stif.


"Jeje" gumam nawa, nawa berdiri dari jongkoknya, nawa menatap stif dan stif pun masih sama menatapnya.


"Jeje nawa kangen" gumamnya.


"Nawa pengin peluk jeje" nawa meraih kedua tangan stif.


Stif mengerutkan alisnya, karena nawa.


"Kita pulang ini sudah malam" stif menarik nawa.


"Gak mau" nawa menarik tanganya "kalo lo mau pulang ya pulang sana gak usah ajak ajak gue" nawa berlari meninggalkan stif.


"Nyonya mau kemana!" Stif berusaha mengejar nawa.


Hingga terjadilah kejar kejaran di antara stif dan nawa, nawa tertawa senang saat stif berusaha menangkapnya.


"Ayo kejar kalau berani"


Nawa terus berlari "JEJE NAWA RINDU" nawa membalikan tubuhnya, stif masih berusaha mengejarnya.


"AYO KEJAR SAMPAI DAPET YA" teriak nawa, nawa kembali membalikan tubuhnya dan berlari.


'Andai, adaikan itu jeje yang kejar nawa, pasti nawa akan balik badan dan memeluk jeje'


"Hayo kena" stif kini mencekal lengan nawa.


"Yah kok kena, gak asik lo"


"Kita pulang" stif berusaha mengatur nafasnya karena lelah.


"Nanti"


"Gak ada nanti nanti, nyonya sophia nanti nyariin"


"Oke oke"


Mereka pun akhirnya berjalan kembali menuju vina untuk mengajaknya pulang.

__ADS_1


__ADS_2