
satu minggu berlalu...
toko bunga yang nawa inginkan sudah nawa dapatkan dari dua hari yang lalu.
toko itu tidak terlalu besar namun bertingkat dua, cat yang berwarna biru muda dan pink membuat toko bunga itu terkesan cantik.
dan tak sia sia perjuanganya menjadi detektif, ia sudah mendapatkan beberapa bukti foto chindi dan ia sudah mengetahui siapa om yang selalu bersama chindi.
...****************...
"nanti kakak jemput jangan pulang duluan"
"iya kak"
"tunggu di depan gerbang jangan kemana mana"
"siap kak"
"nanti kita langsung ketoko"
"iya kak, guru aku udah masuk"
"yaudah kakak tutup"
nawa tersenyum setelah mematikan sambungan telfonya setelah menelfon sinta.
mereka berdua makin hari makin dekat, sinta juga sering main ke rumah nawa-
bug
"jalan pake mata!" bentak seorang cewek yang menabrak nawa.
"jalan tuh pake kaki mata buat liat" jawab nawa santai.
dia menyeringai ke arah nawa lalu terkekeh "oh ternyata ini yang lagi viral"
nawa mengernyit bingung atas apa yang cewek itu katakan.
"maksud lo apa?"
"maksud lo apa? jangan pura pura bego, kemarin kemarin nih kampus heboh sama lo yang ngejar ngejar jeje, ngaca bos lo gak pantes"
nawa tak terpancing dengan ucapan cewek sinting di depanya ini, ia hanya mendengarkan sampai mana cewek ini lelah berbicara.
"mungkin udah kesekian kalinya lo di tolak jeje, terus lo ke bar buat jual diri"
nawa mengepalkan kedua tanganya.
"nih" cewek itu memperlihatkan foto nawa.
nawa dapat jelas melihat wajahnya sendiri di layar ponsel cewek itu, itu adalah kejadian satu minggu yang lalu dimana ia berada di bar bersama raka saat dodo tengah pergi mengangkat telfon.
nawa terkekeh "hidup hidup gue ngapain lo ikut campur"
"owhh satu lagi"
nawa membulatkan matanya saat ia melihat sebuah video dimana ia tengah memapah raka yang saat itu tengah mabuk masuk ke dalam kamar, sebenarnya nawa hanya mengantarkan raka ke dalam kamar lalu ia memilih pulang.
dodo juga tengah terpengaruh alkohol, mana mungkin ia meminta bantuan dodo untuk memapah raka.
"lo ngapain masuk kamar, jual diri?"
"bukan urusan lo" nawa melangkah pergi menuju kelasnya.
"siapa sih yang video in gue gak ada kerjaan, seharusnya tuh video jangan di cut di tengah jalan dong, kesanya gue kayak mau ngapa ngapain sama raka"
"nawa video lo udah trending no satu di kampus, selamat ya!" teriak cewek itu pada nawa yang sudah berjalan menjauh.
benar apa kata cewek itu, di sepanjang koridor banyak bisikan bisikan tentang dirinya, sepertinya nawa hari ini harus menulikan pendengaran.
"hai" sapa seseorang kini ia mensejajarkan langkahnya dengan nawa.
"gimana rasanya?" nawa diam tak menjawab pertanyaanya.
"cie terkenal".
"di bayar berapa?".
nawa berhenti dari langkahnya, ia menatap orang yang sedari tadi berjalan di sebelahnya.
__ADS_1
"ini semua kerjaan lo?" tanya nawa.
"enak aja kalo ngomong, ada bukti?"
nawa menatap nyalang pada orang di sebelahnya "kalo ini kerjaan lo, gue bisa sebarin hubungan lo sama om itu" ujar nawa.
chindi, orang yang sedari tadi berjalan bersama nawa kini tersenyum ke arah nawa.
"gue gak takut"
"cuma depanya doang keliatan polos dan suci, aslinya kotor"
nawa melangkah lebih dekat dengan chindi untuk berbisik "gue bisa lakuin yang lebih dari apa yang lo lakuin ke gue"
"gue gak takut" jawab chindi.
nawa berjalan masuk ke dalam kelas meninggalkan chindi.
"dodo mana?" tanya nawa saat memasuki kelas.
nawa berjalan ke arah vera "lo liat dodo, gue hubungin gak aktif"
"lo belum tau, dodo kan pergi ke belanda sama keluarganya satu minggu"
nawa menepuk jidatnya "gue lupa" nawa pun mengambil duduk di sebelah vera.
mereka berdua sama sama diam.
"na" panggil vera menghentikan keheningan.
"hmm" jawab nawa dengan gumamnya.
"lo... udah tau?"
"tentang?"
"lo"
"udah"
vera menepuk pundak nawa "gue percaya sama lo, lo gak ngelakuin sesuatu yang kelewat batas"
"tapi na, siapa yang nyebarin ini?"
"chindi"
"masa?"
"emang dia, tadi gue ketemu dia dan sifat dia gak sesuci keliatanya"
...****************...
menulikan pendengaran, fokus dengan tujuan awalnya dan tak terusik sama sekali itu lah nawa sekarang.
tak habis habis ternyata gosip tentang dirinya, sampai kini jam kuliah telah usai masih ada yang membicarakan tentang video dan foto nawa yang tersebar.
nawa berjalan menuju perpus karna harus meminjam buku.
"nawa!" panggil seseorang.
nawa menoleh ke arah sumber suara, ternyata itu adit yang tengah melambaikan tangan padanya.
"mau kemana lo?" tanya nawa pada adit.
"lo mau kemana?" adit menjawab juga dengan pertanyaan.
"perpus"
"kalo gitu gue juga ke perpus"
mereka berdua melangkah masuk ke dalam perpus.
"lo udah pulang gak ada kuliah lagi?" tanya adit.
"gue udah pulang"
adit terus mengikuti nawa yang tengah mencari buku di setiap rak yang ia lewati.
"na rumor yang kesebar tentang lo itu bener?" tanya adit hati hati.
__ADS_1
nawa menoleh ke arah adit sambil membawa buku yang ia inginkan.
"cuma gosip"
"tapi yang di video itu beneran lo na"
"dengerin gue, gue males harus jelasin panjang lebar, intinya gue sama raka gak ada apa apa, gue cuma anterin dia ke kamar habis itu gue pulang dan nganterin dodo kerumah dia"
adit manggut manggut atas penjelasan nawa.
"kenapa lo ke bar"
"gue di undang dodo buat hadir di pembukaan bar milik raka, raka itu temenya dodo, kalian awalnya mau di ajak, tapi kalian lagi pada sibuk"
"tapi beneran kan lo gak ngelakuin sesuatu sama raka?"
nawa mendengus "terserah lo mau percaya apa enggak, gue mau pulang" nawa berjalan meninggalkan adit.
"gue percaya sama lo na!" teriak adit.
"sssttt"
adit hanya dapat tersenyum memperlihatkan deretan giginya saat di suruh diam oleh mahasiswa maupun siswi yang tengah membaca di dalam perpus.
...****************...
"kakak di mana jadi jemput sinta gak?"
"jadi, ini kakak bentar lagi sampai"
"oke sinta tunggu"
sinta tengah menunggu di depan gerbang, sekolah kini sudah sepi karena para murid sudah pulang menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, menggunakan kendaraan sendiri atau pun di jemput seperti yang di lakukan sinta sekarang tengah menunggu jemputan dari nawa.
tin tin
sinta terlonjat saat mendengar klakson mobil dari arah belakang.
"cewek, sendirian aja mau kakak anterin" ujar lelaki yang mengenakan seragam yang sama denganya tengah tersenyum ke arah sinta.
"makasih kakak" jawab sinta mencoba ramah.
"kakak anterin aja yuk udah sore takut di culik"
"gue malah lebih takut kalau satu mobil sama lo"
"gak usah makasih, duluan aja" tolak sinta.
tin tin
sinta menoleh, ia merasa lega karna nawa sudah sampai, nawa keluar dari dalam mobil.
"yuk pulang atau mau makan dulu?" tanya nawa sambil berjalan menghampiri sinta.
"kak nawa!" bukan sinta yang berteriak memanggilnya, melainkan anak lelaki yang tadi menawari sinta pulang bersama.
"kak nawa ngapain di sini" anak itu turun dari mobil "kak nawa kakaknya cewek ini?"
"eh lo kan..." nawa tampak berfikir "kamu siapa namanya kakak lupa"
"aku egi masa lupa"
"oh iya, lo sekolah di sini?"
"iya kak, ini adik kakak?" tunjuknya pada sinta.
"iya dia adik kakak namanya sinta, egi lo jangan macem macem ya sama adik kakak"
"siap kak, tadi aku cuma mau anterin dia pulang tapi gak mau"
"bisa dong kakak andelin kamu"
"andelin buat apa?"
"jagain sinta di sekolah"
"siap"
"ih gak usah" protes sinta.
__ADS_1
"udah gak papa, kalo egi macem macem lapor ke kakak"