Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
baik hati


__ADS_3

"dadah" nawa melambaikan tanganya pada fida, lalu menjalankan motornya meninggalkan pekarangan rumah itu.


setelah pulang dari cafe siang tadi, nawa menyempatkan diri ke rumah orang tua vera, untuk bermain bersama fida.


nawa bermain di sana dengan fida hingga tak terasa kini jam menunjukan pukul tiga sore.


setelah berpamitan untuk pulang nawa menjalankan motornya meninggalkan kawasan perumahan orang tua vera menuju rumahnya tanpa berniatan untuk menuju kesuatu tempat lagi karena ia sudah merasakan tubuhnya sangat lengket.


...****************...


nawa menghentikan motornya, ia melihat seorang anak perempuan tengah duduk berjongkok di depan pintu kerbang rumahnya.


'itu siapa?'


nawa menjalankan kembali motornya mendekati anak itu.


nawa menghentikan motornya tepat di sebelah anak perempuan yang tengah berjongkok "dek" panggil nawa setelah melepas helemnya.


anak itu mendongak menoleh ke arah suara dengan wajah bingungnya.


"kamu ngapain jongkok di sini" ujar nawa turun dari motor lalu menghampiri anak perempuan itu.


"aku cuma istirahat kak di sini" anak itu berdiri lalu tersenyum ke arah nawa.


nawa melirik ke arah plastik yang anak itu bawa "kamu habis dari mana?"


"aku jualan kak" jawabnya masih dengan senyum merekahnya "kakak mau beli?"


"kamu jualan apa?"


"kue, kakak mau beli?" nawa mengambil plastik itu, cukup banyak kue basah yang anak itu bawa dalam plastik.


nawa menoleh ke arah anak itu "kamu kenapa jualan?"


"aku bantu ibu kak"


"kamu jualan dari jam berapa?"


"dari pagi"


"kamu gak sekolah?"


anak itu tersenyum "aku gak lanjut sekolah"


"kenapa, kamu kan harusnya sekolah"


"aku pengin sekolah, tapi aku harus bantu ibu sama bapak untuk biayain adik aku sekolah, aku sempat masuk SMA tahun lalu tapi aku keluar"


nawa menatap anak itu berkaca kaca, nawa harus banyak bersyukur atas apa yang tuhan berikan padanya, karna masih banyak yang kekurangan di luar sana.


"kamu mau sekolah lagi?"


"aku mau banget, tapi..."


"kamu besok ikut kakak" nawa memegang kedua lengan anak itu "kita besok daftar sekolah, masalah biaya itu urusan kakak" nawa tersenyum di akhir kalimatnya.


anak itu membulatkan matanya " kakak lagi becanda ya?" ujar anak itu tak percaya.


"kakak gak becanda, ini udah sore mending kamu pulang"


"tapi kak ini beneran kan?"


nawa terkekeh "iya beneran"


"makasih banyak kak" nawa ikut senang saat anak di depanya ini meloncat loncat senang.

__ADS_1


"yaudah sekarang kamu pulang kakak anterin, dan kuenya kakak beli semua" nawa berjalan menuju motornya.


"wahh kakak beneran mau beli semua kue aku?" tanya anak itu tak percaya.


"iya"


"eh aku lupa, kakak namanya siapa?"


"kamu panggil aja kak nawa, dan kamu namanya siapa?"


"aku sinta"


"oke sinta ayo naik" ujar nawa yang sudah menaiki motor dan mengenakan helemnya.


sinta berjalan lalu menaiki motor nawa "rumah kakak di mana?" tanya sinta.


"ini rumah kakak"


"wah aku kira kakak tadi cuma lewat, rumah kakak besar ya?"


"lain kali kamu main ke sini" kata nawa lalu ia menjalankan motornya


...****************...


nawa menatap sebuah rumah sederhana yang terletak di pinggiran kota.


nawa berjalan sambil menatap kanan dan kirinya banyak sekali beraneka bunga yang sengaja di tanam.


"kak ayo masuk" ujar sinta.


"eemm sinta, ini bunga siapa yang nanam?" kata nawa sambil berjalan mengikuti sinta.


"aku yang nanam, aku suka banget bunga"


"kakak juga suka bunga" ujar nawa di akhiri senyumnya.


nawa mengikuti sinta masuk ke dalam rumah sederhana itu.


"sinta udah pulang" terlihat perempuan paruh baya keluar dari dalam kamarnya "yaampun sinta ada tamu kok kamu gak bilang sama ibu" kagetnya saat melihat nawa.


"maaf bu sinta lupa gak kasih tau ibu dulu" sinta menoleh ke arah nawa "kak nawa duduk dulu"


"silahkan duduk" ujar ibu sinta "sinta ambilin air nak" suruhnya dan sinta langsung pergi menuruti ibunya.


"yaampun maaf bu, sore sore saya ngerepotin"


"gak papa kok panggil saja saya ani, eem kamu ada perlu apa?"


"kak silahkan di minum" sinta datang dengan membawa air putih lalu ia ikut bergabung bersama nawa dan ibunya.


"eem kenalin nama saya nawa, tadi kebetulan ketemu sinta di depan rumah saya dia lagi jualan kue"


"dan kak nawa beli semua kue aku bu" tutur sinta.


"beli semua?" tanya ibunya "wah makasih ya nak"


"sama sama" jawab nawa "kata sinta, dia udah gak sekolah"


bu ani seketika menatap anaknya "karna ekonomi kita yang kurang mencukupi terpaksa sinta harus putus sekolah, harapan saya...sinta bisa kayak anak pada seusianya, merasakan dunia pendidikan"


"bagaimana kalau sinta lanjut sekolah saja bu, kamu mau kan sin" ujar nawa.


"tapi nak nawa-


"ibu tenang saja masalah biaya serahkan pada saya, saya sedih melihat anak muda yang tidak sekolah, masa mudanya bagaimana"

__ADS_1


ibu ani tampak berkaca kaca, ia berdiri dari duduknya lalu menghampiri nawa.


greb


nawa tersentak saat bu ani memeluknya dengan erat.


"nak kamu gak lagi becanda, ini beneran?" tanya bu ani setelah melepaskan pelukanya.


"iya saya serius"


"tapi kita bahkan baru saling kenal"


"gak masalah"


"kak nawa makasih sinta janji, sinta bakal juara satu hadiah sinta buat kak nawa, sinta janji bakal selalu juara kelas"


"kakak tunggu janji kamu, dan adik kamu mana?"


"dia lagi ikut bapaknya" jawab bu ani yang kini duduk di sebelah nawa.


"ikut kemana?" tanya nawa.


"kerumah juragan, mau ambil kaji bapak" jawabnya di akhiri senyuman.


"adik sinta kelas berapa memangnya buk?"


"kelas lima SD namanya andre"


"kak nawa di minum dulu" kata sinta, nawa pun langsung meneguk air putih itu hingga habis.


"sinta besok kakak jemput jam enam oke"


"oke kak nawa"


nawa menoleh ke arah bu ani "serahin masalah biaya sekolah sinta dan andre pada saya, ibu cukup berdoa yang terbaik buat anak anak ibu"


"sekali lagi terimakasih buat nawa, ibu doain keinginan kamu di penuhi sama yang maha kuasa"


"amiin, oh ya sinta katanya suka nanam bunga ya?" tanya nawa.


"dia pecinta bunga" jawab bu ani di akhiri senyumanya.


"saya juga suka bunga" nawa menoleh ke arah sinta "kak nawa sebenarnya dari dulu pengin banget punya toko bunga sendiri, doain ya semoga secepatnya bisa punya toko bunga"


"amiin" jawab ibu ani dan sinta.


"kalau nanti sudah punya toko bunga, ibu ani sama sinta mau bantu ngurusin?" tanya nawa.


"mau banget" jawab sinta.


"kalo bu ani mau gak?"


"ibu sih mau mau aja"


"nanti kita rawat bareng bareng toko bunga itu, kalian beneran mau?" keduanya mengangguk sambil tersenyum ke arah nawa "yaudah ini udah terlalu sore nawa pulang dulu ya"


"gak mau makan dulu di sini?" tawar bu ani.


"gak usah repot repot, saya mau langsung pulang"


"yaudah kalo gitu hati hati di jalan"


...***************...


nawa menghentikan motornya saat lampu berwarna merah "wih enak kali ya sama jeje boncengan buat menenin gue yang tengah kesepian di saat senja eeaaa" ujar nawa di akhiri kekehanya.

__ADS_1


nawa menoleh ke arah mobil putih yang berhenti di sebelahnya.


nawa seketika membulatkan matanya "gu-gue gak salah liat kan?" lirihnya sambil menatap ke arah mobil itu.


__ADS_2