
Nawa mengakhiri lagunya dengan petikan gitar.
"Terimakasih" ucap nawa.
Semua pengunjung bertepuk tangan ke arah nawa, nawa tersenyum senang atas respon para pengunjung cafe.
Ternyata semua yang di lakukan nawa tak luput dari tatapan jeje yang tengah mengerjakan tugas dari dosen, ia sengaja mengerjakanya di cafe bahkan ia datang sebelum nawa datang, jeje bahkan melihat nawa memasuki cafeĀ "suara lo bagus, gue suka" gumam jeje masih menatap nawa, tak ia sadari sebuah senyuman terukir di bibirnya.
Nawa berjalan kembali menuju mejanya "kak" tiba tiba ada yang menghampiri nawa.
"Iya ada apa"
"Kenalin aku egi" dia mengulurkan tangan ke arah nawa.
"Gue nawa" nawa balas menjabatangan egi.
"Aku boleh duduk di sini kak"
"Silahkan" egi pun kini duduk berhadapan dengan nawa.
"Suara kakak bagus"
"Makasih" jawab nawa di akhiri senyumnya.
"Kakak bisa ajarin aku main gitar gak, dari dulu egi pengin banget bisa main gitar"
"Kalo kakak ada waktu luang, kakak usahain ya"
"Kalo gitu egi minta kontak kakak boleh?" egi menyodorkan ponselnya ke arah nawa.
Nawa meraih ponsel itu "ya tentu boleh, egi kelas berapa?" Tanya nawa.
"Emang aku keliatan kaya anak sekolah ya?" tanya egi.
nawa terkekeh atas pertanyaan egi "Kamu kan pake seragam abu abu putih"
" hahaha oh iya egi masih pake seragam, egi kelas tiga bentar lagi lulus"
"Kamu bolos ya" kata nawa sambil mengembalikan ponsel milik egi.
"Yah ketauan" kata egi "aku tuh males mapel bahasa indonesia ya aku bolos lah"
"Egi lo jangan suka bolos, kalo lo gak suka sama mapelnya mending bertahan aja dalam kelas, kalo ngantuk ya tidur itu gue dulu kaya gitu"
"Egi janji ini bolosnya egi yang terakhir"
"Gue pegang janji lo"
"Janji apaan?" Tiba tiba ada yang menghampiri meja mereka.
...****************...
jeje menajamkan tatapanya ke arah nawa saat melihat seorang lelaki dengan seragam SMA yang masih melekat di tubuhnya, kini tengah menghampiri nawa.
__ADS_1
jeje makin penasaran saat mereka saling berjabat tangan.
"ngapain tuh bocah" lirih jeje.
jeje makin penasaran saat nawa mengambil ponsel anak SMA itu, entah dorongan dari mana jeje berniat menghampiri mereka.
jeje pun berjalan menghampiri meja mereka, jeje kini dapat mendengar percakapan mereka "gue pegang janji lo" ujar nawa.
"janji apaan?" jeje menghentikan langkahnya.
nawa dan anak SMA itu menoleh ke sumber suara "adit" ujar nawa.
"lo ngapain di sini?" tanya nawa.
"gue mampir mau beli kopi" jawab adit lalu ia ikut duduk.
"ini siapa?" tanya adit.
"hai kak kenalin aku egi" ujar egi memperkenalkan diri sambil mengulurkan tanganya.
"gue adit" adit menjabat tangan egi.
"aku mau minta di ajarin main gitar sama kak nawa" ujar egi.
"ohh" jawab adit.
nawa yang tengah mendengarkan percakapan antara adit dan egi tak sengaja melihat jeje.
"jeje" panggil nawa.
"loh je lo di sini juga" ujar adit.
"gue lagi ngerjain tugas di sini"
"ngerjain tugas apa apel sama chindi" kata adit.
"ngerjain tugas, chindi kan gak kerja hari ini" jawab jeje.
"jeje ngapain berdiri aja, duduk aja sama kita" kata nawa.
"gak usah gue mau balik ke meja gue" jeje berbalik untuk kembali "oh ya gue lupa" jeje pun berbalik kembali, ia kini melirik ke arah nawa "jangan terlalu akrab sama orang asing" setelah itu jeje melenggang pergi.
"orang asing, maksud jeje apaan ngomong gitu?" tanya nawa.
"mungkin yang di maksud orang asing itu aku kali kak" ujar egi.
...****************...
sekitar satu jam nawa berada di cafe di temani adit dan egi.
"kak kayaknya egi harus pamit" kata egi.
nawa melirik jam di tanganya " lama juga kita di sini, kayaknya gue juga mau pulang" kata nawa.
__ADS_1
"kuy lah pulang" kata adit sambil berdiri dari duduknya.
mereka ber tiga pun keluar dari cafe "na lo tadi kesini naik apa?" tanya adit di sela ia berjalan.
"gue bawa motor"
"kirain lo gak bawa kendaraan"
"egi lo pulang pake apa?" tanya nawa.
"tuh" tunjuk egi pada mobil hitam yang terparkir.
"oh bawa mobil, yaudah sana hati hati"
"bye kak nawa kak adit egi duluan ya" egi melambaikan tangan pada mereka berdua.
"dadah" kata adit "yaudah na gue juga pulang lo hati hati di jalan" adit berjalan meninggalkan nawa.
"lo juga hati hati"
nawa mengambil kunci dari sakunya, lalu ia berjalan menuju motornya.
"ekhm"
nawa menoleh ke arah suara.
"loh jeje" heran nawa, nawa yang sudah menaiki motornya pun turun kembali "aku kira jeje udah pulang"
"lo sampe di indo kapan?" tanya jeje, tanpa menghiraukan perkataan nawa.
"tadi malem" jawab nawa.
"lo baru sampe terus sekarang kluyuran, seharusnya lo istirahat" omel jeje.
"nawa bosen kalo di rumah mulu"
"palingan mau cari bocah biar di jadiin pacar" gumam jeje namun masih bisa di dengar nawa.
nawa menyunggingkan senyumnya "nawa kaget loh, akhirnya jeje gak terlalu irit ngomong sama nawa, jeje cemburu sama egi ya?" tanya nawa.
jeje membulatkan matanya "gue cemburu, atas dasar apa gue harus cemburu, inget ya na gue gak bakal suka sama lo"
"iya iya terserah jeje aja lah"
jeje berjalan meninggalkan nawa "eh jeje mau kemana?" nawa berjalan mengejar jeje.
"pulang" jawab jeje tanpa menatap ke arah nawa.
"nawa pengin deh di perhatiin dan jeje peduli sama nawa"
seketika jeje menghentikan jalanya "lo mau gue perhatiin dan gue peduli sama lo?" tanya jeje lalu mendapat anggukan dari nawa.
"lakuin hal gila mungkin gue bakal perhatiin lo dan buat gue gak tega sama lo mungkin gue bakal peduli sama lo" ujar jeje di akhiri senyumanya.
__ADS_1
jeje menganggap itu hanya sebuah candaan namun di fikiran nawa...ia menganggapnya serius.