Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
pacar


__ADS_3

"Kerjakan tugas yang saya berikan kumpulkan lewat gmail saya. dan selamat siang" dosen yang mengajar kelas nawa dan vera kini melenggang meninggalkan kelas.


"Na" panggil vera sambil mengguncangkan lengan nawa.


"nawa" ulangnya sambil menepuk lengan nawa yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Kebiasaan nih anak" lirih vera.


"Na gue tinggal ya kalo lo gak bangun" vera menggendong tasnya bersiap untuk keluar dan meninggalkan nawa.


"Na bangun ada jeje tuh"


Nawa langsung mendongak, mencari sosok yang di sebut oleh temanya tadi.


"Mana?" Tanya nawa sambil menoleh ke vera.


"Giliran gue bilang jeje aja langsung bangun" vera berjalan meinggalkan nawa.


"Bohongin gue lo!" Teriak nawa hingga membuat orang yang masih berada di dalam kelas menoleh ke arahnya.


"Apa lo liatin gue" ujar nawa pada para mahasiswa yang melihat ke arahnya.


Nawa kini berjalan meninggalkan kelas untuk mencari vera.


Nawa berjalan di koridor kampus yang cukup ramai.


"Nawa ikut gue yuk" ujar adit yang tiba tiba menghampirinya, nawa memutar matanya jengah saat melihat sosok adit.


"Maaf gue gak kenal lo" kata nawa, kini nawa melanjutkan jalanya.


"Kok lo gitu sih" adit berjalan menyamakan jalanya dengan nawa.


Nawa mempercepat jalanya saat adit selalu berada di sebelahnya.


"Na ikut gue bentar aja"


Nawa menghentikan langkahnya, ia berbalik menghadap ke arah adit.


"Kemana?"


"Lo ikut aja, ada yang mau gue omongin"


Nawa menghela nafasnya "ayo, tapi jangan kelamaan"


"Cuma sebentar kok"


Adit berjalan mendahului nawa, dan nawa hanya mengekorinya.


Adit menghentikan langkanya saat mereka berada di taman kampus, adit berbalik ia kini tengah tersenyum ke arah nawa sedangkan nawa hanya diam menunggu apa yang akan adit berbicara.


"Eemm sebelumnya makasih lo udah mau ikut gue" adit membuat wajahnya tersenyum semanis mungkin pada nawa.


"Gak usah senyum senyum, kalo udah jelek ya jelek aja gak usah di manis manisin" ketus nawa.


"Enak aja lo kalo ngomong, seluruh antera kampus juga udah tau kalau gue itu ganteng, manis, imut, berpendidikan, lo nya aja yang udah kelilipan si jeje" kata adit tak terima.


"Gak usah banyak tingkah langsung aja, lo mau ngapain bawa gue kesini"


Adit kembali mengukirkan senyumnya "gue...mau minta bantuan lo"


Nawa menaikan satu alisnya.


"Pliss na, lo sahabat gue kan mau yaa" adit meraih kedua tangan nawa dan menggenggamnya dengan erat.


"Ogah" jawab nawa sambil menarik kedua tanganya dari genggaman adit.


"Lo tega banget sama gue" adit kini memanyunkan bibirnya hingga membuat nawa ingin memukul wajah adit.


"Muka lo biasa aja, mau gue tonjok lu"


"Bantu gue pliss"


"Bantu apa, awas aja kalo aneh aneh"


"Jadi, lo bisa kan bantu gue jadi... pacar pura pura gue"


"Gila aja lo" teriak nawa "mending gue pura pura jadi ibu tiri lo, ogah jadi pacar lo!" nawa berjalan meninggalkan adit.


"Pliss na tolongin gue, gak mungkin kan kalo gue minta tolong vera bisa bisa ada yang tonjokin gue, kalo lo mau bantuin gue, gue bakal kabulin apapun yang lo mau"


Nawa berbalik menghadap adit " beneran lo mau kabulin semua yang gue mau?"

__ADS_1


"Iya, gue janji apa pun yang lo mau"


Nawa tersenyum ke arah adit "kalo gitu gue mau"


Adit tersenyum senang, ia berlari ke arah nawa dan memeluknya sangat erat.


"Makasih lo mau bantu gue"


"Gue malu lepasin gue" nawa mendorong tubuh adit.


"Sekali lagi gue ucapin makasih, gue janji apapun yang lo mau gue kabulin, lo cukup jadi pacar pura pura gue dua hari doang"


"Oke" nawa berjalan meninggalkan adit.


"Lo mau kekantin?" Tanya adit sambil merangkul pundak nawa.


"Iya"


...****************...


Vera, dodo dan jeje yang tengah menikmati makananya di kantin kini di hampiri oleh nawa dan adit.


"Kalian berdua abis ke mana?" Tanya dodo yang tidak sengaja melihat adit dan nawa berjalan beriringan di koridor.


"Taman" jawab adit.


"Ngapain?" Tanya vera.


"Kepo" jawab adit yang mendapat pelototan oleh vera.


Nawa menoleh ke arah jeje yang berada di sebrangnya.


"Jeje makan yang banyak ya" kata nawa sambil tersenyum.


Jeje medongak menatap vera yang tersenyum ke arahnya.


"Jeje kenapa liatin nawa kaya gitu, kangen ya"


"Mual gue denger lo ngomong gitu" kata dodo.


"Apaan sih lo, sirik aja" pelotot nawa pada dodo.


Entah mengapa perut jeje terasa penuh saat melihat nawa, ia pun memilih beranjak pergi meninggalkan kantin.


"Kekelas" jawabnya.


"Nawa ikut" seru nawa.


"Gak usah" jawab jeje tanpa melihat ke arah nawa.


Nawa memanyunkan bibirnya sambil melihat punggung jeje yang semakin menjauh.


"Gue mau susul jeje" kata nawa sambil berjalan meninggalkan ketiga temanya.


"Guys" ujar dodo sambil mengunyah makananya "menurut kalian jeje sama nawa kedepanya bakal gimana?" Tanya dodo.


Adit yang tengah memainkan ponselnya melirik ke arah vera dan dodo.


"Menurut gue, mereka bakal kaya gitu terus, nawa yang slalu ngejar ngejar jeje"


"Kalo menurut lo?" Tanya dodo pada vera.


Vera menelan makananya sebelum menjawab pertanyaan dodo "menurut gue, suatu saat nanti jeje bakal luluh sama nawa"


"Kalo menurut gue... jeje yang bakal balik kejar nawa" kata dodo.


Adit dan vera sama sama menoleh ke arah dodo.


"Semoga yang terbaik buat mereka, gue cukup jadi penonton aja" ujar adit.


Sedangkan nawa sendiri kini tengah berjalan mengikuti jeje dari belajang.


"Jeje kemana sih, kenapa harus naik tangga bikin cape aja" gumam nawa sambil satu persatu menaiki anak tangga.


Nawa menghentikan langkahnya saat melihat jeje berdiri di depan pintu kelas tanpa berniat masuk ke dalam.


"Samperin gak ya" gumam nawa "samperin aja deh" nawa hendak melangkah kan kakinya namun langkahnya terhenti saat melihat perempun yang keluar kelas tersebut.


"Nunggu lama ya?" Tanya perempuan tersebut pada jeje dengan suara lembutnya.


"Gak kok" jawab jeje tersenyum.

__ADS_1


"Jadi gak"


"Jadi, ayo" jeje sengaja memberikan tanganya untuk di gapit perempuan tersebut, dan tanpa berfikir lama perempuan itu langsung merangkul lengan jeje.


"Dia siapanya jeje" lirih nawa, nawa terus memperhatikan punggung mereka, nawa menundukan kepalanya menatap sepatunya sendu.


...****************...


Vera, adit dan dodo yang masih betah di kantin kini tengah bercanda bersama, namun tawa mereka terhenti saat melihat nawa yang kembali duduk di sebelah dodo.


"Kenapa tuh muka di tekuk?" Tanya vera.


Nawa melirik ke teman temanya "gue mau nanya, selama ini jeje punya temen cewek selain gue sama vera?"


Dodo tampak berfikir sambil menjetikan jari telunjuk ke dagunya.


"Setau gue gak ada" kata dodo "tapi..."


"Tapi apa?" Tanya vera.


"Tapi sekarang jeje lagi deket sama anak baru" jawab adit.


"Dia tuh sekarang lagi senyum senyum gak jelas tiap hari, gak kaya biasanya deh" dodo menimpali perkataan dodo.


"Kenapa lo naya gitu?" Tanya adit.


"Gue liat jeje tadi lagi jalan berduaan sama cewek" nawa menundukan kepalanya.


"Udah lah na, lo sadar diri aja, jeje gak suka cewek kaya lo, dia lebih suka cewek yang ramping, bicaranya halus suka senyum, lemah lembut batu ginjal pokoknya kaya cewek itu" kata dodo di akhiri senyumnya.


"Maksud lo gue gak pantes buat jeje?" nawa kini sudah mengepal kan tanganya siap melayangkan tinjunya.


"Lo itu kaya serigala, mending lo sama preman deket gang rumah gue aja, kasian udah tua masih bujang aja" saut adit.


"Lo bilang apa barusan!" teriak nawa sambil berdiri dari duduknya.


"Ampun becanda doang kok na" adit kini siap diap untuk mengambil ancang ancang.


Sore kini sudah menjelang, kelas nawa dan vera pun kini sudah usai, mereka kini hanya berjalan santai menuju parkiran.


"Mau ke cafe dulu gak" tawar nawa.


"Eemm gue kayaknya langsung pulang aja deh"


"Oohh gitu, yaudah gue ke cafe sendiri aja"


" gak papa kan?" tanya vera.


"Lo tenang aja, gue udah terbiasa sendiri"


Mereka melanjutkan jalanya menuju mobil masing masing.


"Hati hati di jalan, jangan ngebut" nawa menasehati vera.


"Lo juga hati hati" vera memasuki mobilnya dan setelah itu menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran kampus.


Sedangkan nawa masih asik bersandar di pintu mobil sambil memainkan ponselnya.


"belum pulang lo" ujar adit yang tengah berjalan sambil memainkan kontak motornya.


"gedeg gue liat muka lo" nawa memutar bola matanya malas.


"Yaampun nawa, jawabnya gitu amat"


"Mau ngapain sih, pulang sana"


"Ini juga mau pulang, na lo nanti malem dandan yang cantik ya jangan malu maluin gue"


Nawa yang medengar perkataan adit menoleh langsung kepadanya.


"Emang mau kemana?" Tanya nawa.


"Nanti malem ada makan malem di keluarga gue, lo ikut"


"Ogah, mending gue rebahan"


"Lo kan udah janji mau bantu gue"


Nawa menggaruk pipinya gemas "oke, nanti gue bakal dandan secantik mungkin, puas lo"


"Puas banget, gue jemput nanti malem, dadah sayang"

__ADS_1


"Idih" nawa merasa mual dengan ucapan adit.


__ADS_2