Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
flower


__ADS_3

"bi, nanti bibi gak usah buat makan malam buat aku" kata nawa yang tengah menonton tv.


"emang gak laper?" tanya bibinya yang tengah menyetrika pakaian.


"aku mau ke rumah jeje"


"jeje temen kamu?"


"sekarang bukan temen lagi, tapi pacar"


"semoga langgeng ya" ujar bibinya sambil tersenyum ke arah nawa.


"amin, doain ya bi" balas nawa di akhiri senyumnya.


"iya non"


"bi udah sore, aku mau kerumah jeje dulu" ujar nawa sambil beranjak dari duduknya.


"hati hati di jalan non"


"siap bi"


nawa berjalan dengan riangnya menuju bagasi mobil, sore ini ia sungguh senang karena ia akan kerumah jeje.


nawa yang hendak membuka pintu mobil ia urungkan karena terlintas sebuah ide di otaknya.


"tunggu. Ngapain gue bawa mobil, nanti minta anterin jeje aja" ujarnya di akhiri senyum di wajahnya.


"mending gue pesen taxi"


...****************...


"mending GoFood aja" saran adit pada jeje yang tengah duduk di atas tempat tidur.


"bener apa kata adit" dodo yang tengah memainkan video game membenarkan perkataan adit.


"lo yang laper, jadi lo yang pesen" kata jeje yang tengah asik pada ponselnya.


"kita kan tamu, seharusnya lo yang pesen makanan" ujar adit.


"mana ada tamu baru dateng langsung kekamar, berantakin kamar pulangnya pagi" jawab jeje "kalian mending pulang, makan di rumah aja" kemudian jeje memilih merebahkan dirinya tak menghiraukan dua temanya yang kelaparan.


"lo ngusir?" tanya dodo.


"kalo lo mikirnya gitu yaaa bener"


adit dan dodo saling melempar tatapan" kita keluar aja do" kata adit pada dodo.


tanpa menjawab perkataan adit, dodo langsung beranjak dari duduknya dan keluar kamar terlebih dahulu.


hari ini di kediaman rumah jeje sangat sepi, karena orang tua jeje tengah pergi berlibur bersama para maid yang berada di rumah mereka.


"bro kita kosongin aja isi kulkasnya, ambil semua makananya" saran adit sambil merangkul pundak dodo, mereka kini sudah berada di luar kamar.


"ide bagus, salah dia sendiri kita gak di kasih makan"


mereka berdua kini berjalan kearah dapur.


dodo kini membuka kulkas bersiap untuk mengambil semua makanan yang berada di dalamnya.


namun saat dodo membuka kulkas "sayuran?" tanya dodo bingung.


"dit gak ada makanan di sini" ujarnya sambil menutup kembali kulkas yang ia buka.


"terus gimana dong"


"kita tanya ke jeje".


jeje yang berada di kamar tak menghiraukan dua temanya itu, ia tau temanya pasti sekarang tengah mencari makanan di dapur.


"gue bisa tebak mereka bakal kesini lagi" gumam jeje "kamarnya gue kunci aja" ujarnya, kemudian ia beranjak untuk mengunci pintu kamarnya.


"cari sana makanan sampe dapet" ujar jeje di akhiri tawanya.


sedangkan nawa kini sudah berdiri di depan gerbang kediaman jeje, ia merapikan rambut panjangnya.


"gue udah cantik belum sih?" gumamnya sambil berkaca pada layar ponselnya "yaampun nawa ternyata lo cantik banget" pujinya pada diri sendiri.


setelahnya nawa langsung menekan bell berharap ada orang yang membukakan gerbang.


tak menunggu waktu lama, gerbang itu pun terbuka dan tampaklah seorang lelaki yang membukakanya.


"hai" sapa nawa dengan cengiranya.


"yaampun non nawa" ujarnya senang.


"pak seto apakabar?" tanya nawa pada satpam di rumah jeje.


"baik non, kalo non sendiri kabarnya gimana?"


"baik juga"


"non nawa lama banget gak kesini, bapak kangen jadinya" guraunya di akhiri kekehanya.


"hahahaha pak seto ada ada aja"


"bapak tuh kangen masakan buatan non nawa"


"pak seto mau nawa masakin?" tanya nawa.

__ADS_1


"pasti mau, kalo non nawa yang masak pasti bapak makan, kalau non nawa gak keberatan"


"nawa gak keberatan sama sekali, yaudah nawa masakin ya" ujar nawa dan mendapat anggukan dari pak seto " eemm jejenya ada gak?" tanya nawa.


"ada kok non, masuk aja"


"yaudah nawa masuk ya" pamitnya dan di angguki pak seto.


nawa berjalan di halaman rumah jeje yang cukup luas, ia tersenyum saat melihat bunga bunga yang dulu ia tanami sewaktu SMA masih tumbuh dengan subur.


'ternyata gue udah lama sahabatan sama jeje'


senyumnya luntur saat melihat dua mobil putih yang terparkir.


"kenapa sih dua makhluk itu di sini" gumamnya "mana warna mobilnya sama"


tanpa mengetuk pintu nawa langsung masuk kedalam rumah jeje.


"sepi, pada kemana?"


"assalamulaikum" salam nawa namun tak ada seorang pun yang menjawab "tante, tante ada di rumah gak" ujar nawa.


"permisii" teriak nawa, namun tak ada yang menjawabnya "coba aku ke kamar jeje" gumamnya.


nawa berjalan menuju kamar jeje, ia sekarang dapat mendengarkan keributan dodo, adit, dan jeje.


"mereka lagi ngapain sih" nawa kini mempercepat jalanya.


"jeje buka pintunya" teriak adit sambil menggedor kamar jeje.


"kenapa lo kunci sih je" teriak dodo.


"gue mau tidur kalian pulang aja sana" usir jeje dari dalam kamarnya.


"kalo lo gak buka nih pintu bakal gue dobrak" teriak dodo.


"lo berani dobrak, berarti lo rela tangan lo hilang satu" ancam jeje.


nawa kini melihat dodo dan adit yang tengah berusaha membuka pintu kamar jeje "kalian ngapain?" tanya nawa heran.


seketika adit dan dodo pun menoleh ke arah nawa.


"nawa" ujar mereka berdua bersamaan.


"lo ngapain ke sini?" tanya dodo sambil menghampiri nawa.


"mau ketemu pacar" jawabnya "kalian tadi ngapain?" tanya nawa lagi.


"kita mau masuk ke kamar dia, tapi dia kunci" jawab dodo.


"berarti jeje gak suka ada kalian, mending kalian pulang, atau main catur sama ayahnya jeje" saran nawa.


"semuanya lagi pergi berlibur, kecuali jeje jadinya kita gak bisa main catur sama ayahnya jeje" jawab adit.


dodo mendekati nawa, setelah itu ia merangkul pundak nawa.


"na lo kan temen kita, lo itukan baik banget sama kita selain baik masakan lo juga enak, enak banget malah, jadi lo mau kan masakin kita, gue sama adit kelaperan tau" kata dodo dengan ekspersi yang di manis maniskan.


"iya kita kelapetan" rengek adit.


"kalian apaan sih" ujar nawa sambil melepaskan rangkulan dodo.


"masakin dong, masa lo tega liat kita kelaperan" mohon mereka berdua.


nawa menghela nafasnya "oke gue bakal masakin kalian, tapi ada syaratnya" ujar nawa di akhiri senyumnya.


"apa?" tanya mereka berdua.


"kalian harus bilang, nawa cantik nawa imut nawa paling cantik dari siapapun" ujar nawa "tapi harus dengan gaya dan suara yang imut"


dodo dan adit saling bertukar pandang.


'awas aja lo na, kalo setelah ini gak di masaki gue goreng lo' ujar dodo dalam hati.


"oke"


'kalo bukan karna makanan gue gak bakal mau lakuin itu' ujar adit dalam hati.


"siapa dulu nih?"


"barengan aja" jawab nawa.


"nawa cantik nawa imut nawa paling cantik dari siapapun"


"iihh gak kompak, sekali lagi"


"nawa cantik nawa imut nawa paling cantik dari siapapun"


"kurang imut, ulang lagi"


"nawa cantik nawa imut nawa paling cantik dari siapapun"


"hahahaha oke gue udah puas"


"yaudah cepet lo masakin"


"oke, tunggu ya, gak lama kok" ujar nawa kemudian ia berjalan menuju dapur.


"gue mau keruang tv lo ikut gak" ajak adit pada dodo.

__ADS_1


"gue ikut"


...****************...


dodo dan adit yang tengah menonton tv langsung beranjak dari duduknya saat mendengar teriakan nawa.


"adit, dodo sini" teriak nawa.


adit dan dodo berjalan menghampiri nawa.


"kenapa?" tanya adit.


"makananya udah ada di meja makan, inget nanti di sisain buat jeje"


"oke, makasih nawa cantik" kata dodo sambil berjalan menuju meja makan.


"lo gak makan?" tanya adit yang tengah menarik kursi untuk ia duduki.


"eemm nanti aja bareng jeje" jawab nawa sambil membawa nampan yang berisi makanan.


"itu buat siapa?" tanya adit.


"pak seto" jawab nawa lalu ia berjalan meninggalkan adit dan dodo.


dengan langkah hati hati nawa membawa nampan keluar rumah jeje menuju pos pak seto.


dari kejauhan ia dapat melihat pak seto yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.


"pak" panggil nawa.


merasa namanya di panggil pak seto langsung menoleh ke sumber suara.


"yaampun non" pak seto langsung berjalan cepat menghampiri nawa.


"ini pak" ujar nawa.


"ini buat saya, makasih non yaampun bapak jadi gak enak" jawabnya sambil mengambil nampan yang berada di tangan nawa.


"gak masalah kok" jawabnya sambil tersenyum "eemm pak, nawa boleh siram bunga itu gak?" tanya nawa sambil nenujuk bunga yang ia maksud.


pak seto melihat arah tunjuk nawa "boleh banget non" jawab pak seto menyetujui "kalo bapak gak salah, itu bunga yang dulu non nawa tanam kan?" tanya pak seto.


"iya, nawa kira bunganya udah mati" nawa tersenyum sambil menatap bunga bunga itu "nawa siram bunga dulu, pak seto makananya jangan lupa di habisin" ujar nawa tersenyum ke arah pak seto.


"pasti bapak habisin".


"nawa kesana dulu"


nawa berjalan menghampiri bunga bunga tersebut.


"bunga, kalian nawa siram ya" ujar nawa sambil menyirami bunga dengan selang air.


"kalian udah besar ya, eemm kira kira umur kalian berapa ya?" tanya nawa sambil memegang tangkai bunga mawar.


"kalo bunganya udah bisa nawa petik nanti nawa bakal petik"


nawa terus mengajak bunga itu berbicara, hingga ia tak menyadari ada yang terus memperhatikanya dari belakang.


"ngapain lo di sini?"


seketika nawa menoleh ke sumber suara, nawa tersenyum lebar saat tau siapa yang bertanya padanya, setelah meletakan selang air yang ia pegang ia langsung menghampiri orang yang bertanya padanya.


"selamat sore jeje" ujar nawa dengan senyumnya.


"lo tadi masak?" tanya jeje dengan tangan yang ia masukan ke dalam saku clana.


"iya, jeje gak makan, apa mau bareng sama nawa aja nanti?"


"ngapain lo masak?" tanya jeje tanpa menjawab pertanyaan nawa.


"dodo sama adit katanya laper, terus gak ada makanan makanya nawa masakin"


"gue ingetin, molai sekarang jangan sentuh benda apapun yang ada di rumah gue" kata jeje dingin.


"jeje kok gitu, padahal dulu jeje biarin nawa ngelakuin apa aja di rumah jeje"


"itu dulu sekarang beda"


nawa memanyunkan bibirnya karena mendengar perkataan jeje.


"terus lo tadi ngapain ngomong sama bunga?" tanya jeje.


seketika nawa langsung menerbitkan senyumnya.


"jeje masih inget gak, bunga itu yang dulu kita tanam waktu SMA, sebelum nawa pindah ke LA" ujar nawa mengingatkan sambil menujuk bunga bunga itu.


"terus?" tanya jeje.


"nawa seneng aja ternyata bunga bunga itu masih ada"


"gue gak peduli" kata jeje sambil berjalan menuju dalam rumah.


"jeje" nawa berjalan mengejar jeje " jeje juga harus jagain tanamam bunga itu biar gak mati" nawa kini menyamakan langkahnya di sebelah jeje.


"jeje harus jagain tanaman bunga itu jangan sampai mati, kalo bunga itu mati, mungkin nawa bakal pergi ninggalin jeje, nanti jeje nangis"


jeje menghentikan langkahnya, lalu menghadap ke arah nawa "malah lebih baik lo pergi" setelah mengatakan itu ia langsung melenggang meninggalkan nawa.


"jeje beneran nyuruh nawa pergi?" ia kini mengejar jeje.

__ADS_1


"hhmm" jawab jeje.


"yaudah nawa gak bakal pergi, nawa tau jeje cuma becanda"


__ADS_2