Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
efek luar biasa


__ADS_3

"nawa belum pulang?" tanya vera yang tengah duduk di ruang tamu pada bi sulis.


adit, dodo, jeje dan vera sore ini tengah berada di kediaman rumah nawa untuk menemuinya, setelah pulang dari kampus mereka memilih kerumah nawa terlebih dahulu.


"kata nawa mau pulang kemarin sore" ujar vera.


"awalnya non nawa mau pulang tapi dia sakit akhirnya di tunda dulu" ujar bi sulis.


"nawa sakit apa bi, sakitnya parah gak?" tanya adit.


"bibi gak tau, tapi non nawa katanya di bawa ke rumah sakit"


"nawa juga susah banget di telfon, gak aktif mulu" ujar dodo.


"sama gue juga telfon tapi gak aktif" sambung adit.


"bi titi tadi malem berangkat nyusul non nawa ke LA, di suruh non sophia kata nya"


"bi titi ke LA?" tanya vera tak percaya.


"iya, berangkat tadi malem"


......................


nawa menatap keluar jendela sambil di suapi bubur oleh kakaknya.


"abis ini minum obat" ujar kakaknya.


"kamu jangan kabur kaya tadi malem oke"


"nawa" panggil kakaknya.


"dek"


"nawa jangan ngelamun" sophia menepuk kaki adiknya yang duduk bersila di atas tempat tidurnya.


nawa menoleh ke arah kakaknya "kenapa?"


"jangan ngelamun"


"nawa gak ngelamun, nawa cuma lagi kangen sama bunda"


"nanti bunda kesini" sophia mengelus surai adiknya.


"bohong"


"yaudah kalo gak percaya" sophia bangkit dari duduknya "minum obat dulu"


"kak ponsel nawa mana ya?"


"eemm kakak gak tau, di rumah kali, nanti kakak suruh pelayan anter ke sini" jawab sophia sambil memberikan beberapa butir obat pada adiknya.


"kakak gak kerja?"


"kerja, disini sambil jagain kamu"


"kalo mau ke kantor ya ke kantor aja, nawa gak papa kok sendirian kan di luar ada stif sama tom"


"kakak mau temenin kamu"


tok tok tok


"masuk" suruh sophia.


"selamat pagi" ujar seseorang sambil membuka pintu ruang rawat inap nawa.


"bunda" pekik nawa senang saat melihat bundanya.


"apakabar bun?" tanya sophia tersenyum sambil menghampiri bi titi.


"baik, ya ampun makin cantik aja non sophia" bi titi memeluk tubuh sophia.


"bunda juga makin muda aja" kata sophia sambil membalas pelukan bi titi.


"nom sophia ada ada aja"


"bunda gak mau peluk nawa?" tanya nawa sambil cemberut.


"yaampun yang lagi sakit kabarnya gimana?" tanya bi titi sambil berjalan ke arah nawa.


"kabarnya baik banget" jawab nawa sambil memeluk bi titi dengan erat dan bi titi balas memeluknya.


"tadi malem bunda telfon kakak, pas tau kamu di bawa rumah sakit bunda langsung ke sini" ujar kakaknya sambil duduk di sofa.


"bunda naik pesawat sendirian?" tanya nawa.

__ADS_1


"iya lah, gini gini bunda dulu pernah ke luar negri pas jadi TKW"


"bun nanti kalau nawa udah boleh pulang, bunda tidur sama nawa ya"


"tapi-


"gak ada tapi" potong nawa sebelum bi titi menyelesaikan ucapanya.


"iyaaa anaknya bunda" ujar bi titi sambil menyubit pipi nawa.


"aku bentar lagi nikah tau bun" ujar sophia memberitahu bi titi "persiapanya juga udah hampir selesai"


"emang acaranya mau di mana?" tanya bi titi.


"di gedung, niatnya mau di rumah tapi kayaknya ribet"


nawa memanyunkan bibirnya "kalo kakak udah nikah kakak pergi pindah rumah, nanti nawa sendirian"


"kamu kan nanti ke indonesia, gak mungkin kesepian dan gak mungkin sendirian"


"nawa mau pindah aja ke sini, nawa mau di sini aja biar deket sama papah"


"kalau kamu pindah bunda sendirian dong" ujar bi titi.


......................


jeje melangkah memasuki rumahnya setelah pulang dari rumah nawa.


"assalamualaikum" ucap jeje, rumah terlihat sepi sekarang.


"mama, papa" panggil jeje sambil melangkah menuju meja makan.


"mah" panggil jeje namun tak ada sautan dan jeje pun memilih pergi ke kamarnya.


"sayang baru pulang, inikan udah lewat dari jam pulang kuliah" ujar ibunya yang baru memasuki rumahnya sambil membawa banyak paper bag.


"mamah dari mana?" tanya jeje.


"mama habis ke kantor papa bawain makanan, papa hari ini lembur jadi mama bawain makan malam buat papa"


"kenapa mama bawa paper bag banyak banget?"


"mamah pulangnya mampir dulu ke mall" jeje hanya menjawab dengan anggukan ia pun kembali melanjutkan jalanya.


"pertanyaan?" jeje membalik tubuhnya menghadap ke arah ibunya "pertanyaan yang mana?"


"kenapa baru pulang?"


"tadi habis ke rumah nawa sama yang lain, tapi nawa belum pulang dari LA"


"ooh dari rumah nawa, yasudah sana ke kamar nanti turun kita makan malam"


setelah memasuki kamarnya ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.


tok tok tok


jeje melirik ke arah pintu kamarnya.


"jeje mama masuk boleh"


"boleh" jawab jeje setelah mengetahui ibunya yang mengetuk pintu kamarnya.


ibunya masuk ke dalam kamar sambil membawa satu gelas susu jahe kesukaan jeje.


"nanti di minum susunya sebelum dingin" ia meletakan gelasnya di atas nakas.


jeje beranjak dari kegiatan berbaringnya, ia memilih duduk di atas tempat tidurnya.


"mama boleh bicara sebentar" ujar ibunya sambil duduk di tepi tempat tidur.


"bicara apa mah"


"siapa gadis yang kamu ajak ke bioskop?" tanya ibunya.


"ma-mamah tau dari mana?" tanya jeje gugup.


"dari vera, katanya kalian gak sengaja ketemu" ibunya memegang tangan jeje "dia pacar kamu?"


"bukan, kita cuma saling suka aja"


"padahal mamah udah berharap banyak sama hubungan kamu dan nawa"


"maafin jeje mah"


ibunya tersenyum ke arah jeje "gak masalah kok, meskipun nawa nanti gak jadi menantu mamah nawa akan tetap mamah anggap anak sendiri"

__ADS_1


"sekarang kamu mandi, lalu turun kita makan malam"


jeje hanya tersenyum sebagai balasan, seperginya ibunya dari sana ia meraih ponselnya, ia mencari kontak nawa dari ponselnya.


"meskipun gue gak bisa minta maaf langsung, gue bisa minta maaf lewat telfon"


jeje pun menelfon nawa, telfon tersambung tapi tidak di angkat oleh nawa.


jeje masih berusaha menelfon nawa namun tetap tak di angkat oleh nawa.


"kok gak di angkat" lirih jeje "gue chat aja deh"


jeje melihat layar ponselnya menunggu balasan dari nawa setelah ia mengirimkan pesan, namun nawa belum membaca pesan dari jeje.


"gue mandi dulu aja deh" jeje beranjak menuju kamar mandi dan meninggalkan ponselnya


...****************...


"dek ini ponsel kamu" kakaknya memasuki ruang rawat sambil memberikan ponsel adiknya.


nawa menerima ponselnya "makasih"


"kakak tadi anter bunda pulang, nanti bunda ke sini lagi di anter sama supir kakak" sophia berjalan menuju sofa.


"bunda kok gak bilang ke nawa mau pulang?"


"tadi kamu lagi tidur, bunda gak tega mau bangunin" nawa hanya mengangguk anggukan kepalanya.


"what!" teriak nawa sambil menatap layar ponselnya tak percaya.


"kenapa dek?" tanya kakaknya.


"banyak banget yang telfon nawa"


"ooh kakak kira kenapa"


"tapi kak"


"kenapa?"


"jeje kok telfon nawa?" nawa menoleh ke arah kakaknya.


"mana saya tau, tinggal telfon balik"


"masalahnya tuh di sini" nawa menunjuk dadanya "hati nawa deg degan"


"terserah kamu lah dek"


nawa membulatkan matanya saat mendapati pesan dari jeje


calon imam😗


nawa


nawa mengerjapkan matanya "kenapa efeknya luar biasa" lirih nawa sambil memegang dadanya "padahal cuma empat huruf yang jeje kirim tapi efeknya buat nawa pengin pingsan"


ddrrrt ddrrt


"Masya Alloh!" teriak nawa.


"dek kenapa sih?" tanya kakaknya yang merasa terganggu.


"je-jeje telfon nawa lagi"


"kalo ada orang telfon di angkat bukan teriak"


seakan tuli nawa tak menggubris perkataan kakaknya, ia hanya tersenyum senang sambil menatap layar ponselnya.


"kalo nawa angkat, nawa takut kalo ini bukan jeje, kalo nanti nawa di kerjain sama adit atau dodo gimana?"


"jeje kan gak pernah telfon atau chat nawa, gak mungkin lah jeje telfon nawa" lirih nawa.


"tapi-


"dek tinggal di angkat nanti juga tau siapa yang telfon!" teriak kakaknya sambil menghampiri adiknya.


"tapi kak- Eeh itu ponsel nawa mau di apain" sophia merebut ponsel nawa.


sophia langsung mengangkat telfon dari jeje.


"halo dengan siapa di mana? mau cari adik saya, maaf sepertinya nawa sedang tidak mau di ganggu trimakasih" sophia menutup telfonya sepihak kemudian mengembalikan ponsel milik adiknya.


"jangan ganggu kakak lagi, kakak lagi fokus sama berkas berkas kakak" sophia berjalan meninggalkan nawa yang tengah menatap kakaknya tak percaya.


"kerja di kantor ngapain di sini ganggu aja" omel nawa.

__ADS_1


__ADS_2