Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
sakit


__ADS_3

sophia mondar mandir di depan pintu kamar adiknya sambil menggigit bibir bawahnya karena merasa cemas.


sophia tidak sendirian ia bersama para pelayan dan dua bodyguard yang menemaninya.


"stif dokternya udah sampai mana kok lama, ini udah jam delapan"


"dokter derry masih dalam perjalanan nyonya" jawab stif.


sophia kembali meminta dokter derry kerumahnya malam ini, sebenarnya dokter derry sudah memeriksa nawa tadi sore bahkan ia menyarankan nawa untuk rawat inap saja tapi nawa tidak mau ke rumah sakit.


seorang pelayan keluar dari kamar nawa sambil membawa baju baju kotor milik nawa, ia juga membantu nawa mengganti piyama tidurnya.


"nyonya saya sudah menggantikan piyama nyonya muda" ujar pelayan itu membungkuk dan mendapat anggukan dari sophia.


sophia perlahan membuka pintu kamar adiknya, ia berjalan dan di susul para pelayan dan dua bodyguad.


"dek" panggil sophia sambil berjalan menghampiri adiknya yang tertutup selimut dengan sempurna.


"kita ke rumah sakit aja ya?" tanya sophia lirih sambil memegang bahu adiknya.


nawa membuka slimut yang menutupi wajahnya.


"nawa gak papa, nawa udah baikan" lirih nawa.


"nurut sama kakak oke"


"nawa beneran udah sembuh, nawa gak mual lagi sekarang" nawa berusaha meyakin kan kakaknya.


"dek, kamu jangan bohong mending ke rumah sakit aja"


"gak mau"


"sekarang kamu piling, mau berangkat pake mobil kakak atau sama ambulans"


"nawa gak mau" nawa mencekal lengan kakaknya memohon.


sophia menoleh ke arah tom "tom telfon ambulans sekarang" perintah sophia.


"tapi kak, nawa gak suka rumah sakit, nawa gak suka jarum, kalo nawa kerumah sakit nanti nawa tambah pusing" mohon nawa.


"biar kamu sembuh dek"


"nawa udah sembuh kak"


tok tok


"permisi"


semua yang berada di kamar nawa menoleh ke arah pintu kamar yang di ketuk.


terdapat dokter derry dengan satu pelayan yang mengantarnya ke kamar nawa.


"dok, tubuh adik saya kok makin panas ya?" tanya sophia "dia juga mual mual tadi"


"biar saya priksa dulu" jawab dokter derry, ia pun segera memeriksa nawa.


setelah menunggu beberapa menit dokter derry pun selesai memeriksa nawa.


"sepertinya harus di rawat inap" ujar dokter derry.


"saya gak mau dok" tolak nawa.

__ADS_1


"kalo gak mau di rawat di rumah sakit bisa kok menjalani perawatan di rumah" ujar dokter derry


"takut jarum" lirih nawa.


sophia merasa lelah karena nawa yang selalu menolak.


"dok, tapi nawa beneran cuma demam kan dok?" tanya sophia.


"nyonya nawa cuma terkena demam, tapi lumayan tinggi" dokter derry menoleh ke arah nawa "molai sekarang makan nya harus di jaga ya, nyonya nawa juga harus memperhatikan makanan yang nyonya makan higienis atau tidak"


dokter derry kembali menoleh ke arah sophia "nyonya nawa terkena demam tifoid, itu karena makanan atau minuman yang nyonya nawa konsumsi sudah terkontaminasi oleh bakteri, jaga adik nyonya agar tidak memakan makanan yang tidak higienis"


"baik dok"


"maaf nyonya, ambulans sudah datang" ujar tom.


"stif tolong angkat nawa, kita akan ke rumah sakit sekarang"


"ambulan? nawa mau di masukin ambun" kaget nawa "gak mau nawa gak mau masuk ambulan! nawa takut, nawa udah sembuh!"


...****************...


"BUNDAAA" nawa berteriak kencang sambil berlari keluar ruang rawat, ia tak peduli dengan kepalanya yang pusing yang terpenting baginya sekarang adalah kabur dari jarum suntik yang akan menyentuh kulitnya.


"nawa!" teriak kakaknya sambil mengejar nawa.


rumah sakit yang awalnya tenang kini menjadi ricuh karena ulah nawa yang tengah di kejar kejar oleh suster, sophia, stif dan tom.


"bundaa nawa mau pulang" nawa terus berlari melewati ruangan pasien dengan kaki tanpa alas sedikit pun, ia sedikit sempoyongan dalam langkahnya.


"stif lo kekiri gue ke kanan" ujar tom dan stif menganggukinya.


nawa menoleh ke belakang, ia tak melihat kakaknya atau siapapun yang mengejarnya, ia melambatkan jalan nya.


bug


nawa memundurkan langkahnya saat tak sengaja menabrak seseorang.


nawa mendongak untuk meminta maaf "maaf gak se-TURUNIN GUE!" terik nawa saat tiba tiba tubuhnya di gendong seperti karung beras oleh seseorang yang tak sengaja ia tabrak.


"STIF TURUNIN GUE!" teriak nawa, stif dengan muka datar tak menghiraukan nawa yang meronta ronta.


akhirnya dengan usaha stif nawa kini sudah kembali ke dalam ruanganya.


"tuh anak bandel banget" ujar kakaknya yang tengah berada di ruang tunggu.


"nyonya saya minta maaf" sophia pun menoleh ke arah stif yang membungkuk sambil meminta maaf.


"buat?" tanya sophia bingung.


"seharusnya saya tidak menggendong nyonya nawa seperti itu"


"gak usah di permasalahkan, lain kali kalo dia seenaknya sama kamu dan tom, atau tidak mau menurut, kamu boleh menegur atau memarahinya sekalian, atau mau di gendong kaya tadi terserah kamu"


"baik nyonya"


...****************...


"cukup sekian dari saya dan selamat siang" seorang dosen tampan mengakhiri kelasnya hari ini dan keluar dari ruangan tersebut.


semua para mahasiswa dan mahasiswi keluar satu persatu.

__ADS_1


"ke kantin yuk" ajak dodo.


"je ikut gak" tawar adit.


jeje mengangguk sebagai jawaban, mereka bertiga pun berjalan meninggalkan ruangan.


"gue dari semalem telfon si nawa tapi gak di angkat padahal ada sesuatu yang penting yang mau gue bicarain" ujar adit di sela jalan nya.


"sesuatu penting apaan?" tanya dodo.


"kepo"


"lo gak suka sama si nawa kan" tebak dodo.


"gila aja lo, ya enggak lah emang kalo gue cariin nawa berarti gue suka sama dia, ya gak lah"


"kan siapa tau, hati gak ada yang tau" ujar dodo sambil mengedik kan bahunya.


adit menoleh ke arah jeje yang hanya berjalan dan menghadap depan dengan muka datarnya.


"tapi, gak papa juga sih kalo gue suka sama nawa dia kan belum ada pawangnya, jadi bebas dong"


"jadi lo berencana suka sama nawa?" tanya dodo.


"mumpung ada cewek cantik, jomblo, kaya, bule di tambah sahabat sendiri gak bakal lah gue sia sia in, cuma orang bodoh yang nyia nyia in nawa"


adit berusaha membuat jeje tersinggung tapi sepertinya jeje benar benar tidak peduli, sekarang jeje hanya fokus pada ponselnya dan senyum senyum sendiri.


dodo yang mengerti kalau adit tengah menyinggung jeje pun tersenyum.


"kejar dit, gue dukung kalo lo perjuangin nawa, jangan sakiti dia"


mereka kini sudah duduk di meja kantin, jeje meletakan ponselnya di atas meja.


"gue kangen sama nawa" perkataan adit membuat kedua temanya menoleh ke arah adit.


"kangen ya samperin lah" ujar dodo.


"nanti malem anterin gue ke rumah dia ya" ujar adit meminta ke pada dodo.


"eemm gak tau deh entar"


"lo suka sama nawa?" tanya jeje.


adit menatap jeje dengan senyum di wajahnya.


"kalo suka kenapa?"


"ya gak papa, gue cuma nanya"


"mulai detik ini, gue adit akan memperjuangkan hati nawa jadi jeje lo jangan nangis misalkan nanti nawa gak kejar kejar lo lagi"


jeje tersenyum meremehkan adit "ambil, gue udah ada yang lain"


dodo menatap kedua teman nya "sepertinya teman ku ini serius" ujar dodo sambil menepuk bahu adit.


"jagain dia, buat dia bahagia, jangan buat dia nangis, dan jangan buat dia sakit hati" pesan jeje.


"gue pasti jagain dia, maaf ya je sepertinya yang suka buat dia sakit hati itu lo deh bukan gue"


"maka dari itu, buat dia suka sama lo biar dia gak sakit hati mulu karna gue"

__ADS_1


__ADS_2