
nawa menghentikan mobilnya di sebuah minimarket, ia ingin membeli minum karena tenggorokanya terasa kering.
nawa memasuki minimarket lalu memilih minuman yang akan ia beli.
"eem gue beli yang ini aj-
brak
"yaampun maaf" nawa tak sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan lawan arah denganya.
nawa berjongkok untuh membantu mengambil belanjaan yang terjatuh.
"Kenapa gak pakai keranja-jeje" nawa tak jadi melanjutkan kalimatnya, saat ia mendongak untuk melihat orang yang ia tabrak ternyata jeje.
"Jeje nawa minta maaf, nawa gak sengaja nabrak jeje"
"Hm" jeje hanya menjawab dengan gumamnya dan masih fokus memunguti belanjaanya.
"Nawa gak tau loh kalo jeje disini, tapi kita di pertemukan, skenario tuhan untuk kita berarti untuk melepas rindu" nawa tersenyum manis ke arah jeje.
"Setres" jeje bangkit lalu pergi meninggalkan nawa.
"Jeje tungguin nawa" nawa berjalan mengikuti jeje dari belakang, tak lupa ia juga sudah membawa satu botol minuman karna itu tujuan awal ia datang kesini.
Nawa terus menguntit jeje dari belakang, nawa membiarkan pria itu sibuk dengan kertas di tanganya sambil mendorong keranjang yang isinya sudah lumayan banyak.
nawa mengambil ponsel lalu memotret jeje dari samping
"Tampan" lirih nawa saat melihat jepretan foto yang ia ambil.
Jeje berjalan ke arah kasir untuk membayar belanjaanya, nawa pun sama ikut mengantri di belajang jeje.
Setelah beberapa menit kini giliran mereka untuk menyerahkan belanjaanya ke kasir.
Nawa pun ikut menyelipkan minumanya di antara belanjaan jeje.
"Semuanya jadi 6.50.000" ujar kasir itu.
Jeje menyerahkan uangnya pada kasir itu.
...****************...
Nawa terus mengikuti jeje sampai parkiran.
"Jeje nawa ikut ke rumah jeje ya" kata nawa pada jeje yang tengah memasukan belanjaanya kedalam mobil.
"Ngapain?"
"Nawa kan ada hutang sama jeje, tadi minuman nawa kan di bayar pake uang jeje"
Jeje menghadap ke arah nawa " ini minuman lo, terus pulang" jeje memasuki mobilnya setelah memberikan minuman pada nawa.
"Iya nawa pulang, pulang kerumah jeje" nawa berjalan menghampiri mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju rumah jeje.
Dddrrt ddrrrt
Nawa yang tengah fokus dengan jalan raya kini menoleh ke arah ponselnya yang berada di sebelahnya.
"Halo"
"Sayang di mana kok belum pulang"
"Eemm bunda maafin nawa, nawa pulangnya nanti ya agak malam sedikit"
"Kamu mau kemana?"
"Mau ke rumah jeje, nawa ada urusan"
"Yaudah nanti di jalan hati hati"
"Siap bunda ku sayang"
Sampailah kini di kediaman orang tua jeje.
Nawa turun menghampiri jeje untuk membantu membawakan belanjaanya.
__ADS_1
"Nawa bawain yang ini" tanpa menunggu persetujuan jeje, nawa langsung mengangkat belanjaanya dan berjalan masuk meninggalkan jeje.
"Assalamualaikum" ujar nawa saat memasuki rumah.
"Waalaikumusalam"
"Tantee" nawa berlari lalu memeluk orang tua jeje.
"Nawa tante kangen, kenapa baru kesini" ujarnya sambil melepaskan pelukanya.
"Nawa sibuk, ini nawa bawain belanjaan, tadi gak sengaja nawa nabrak jeje di minimarket, jadi nawa ikut bantu jeje"
"Makasih ya sayang udah bawain belanjaanya"
"Nawa sekalian mau bayar hutang"
"Hutang?"
"Nawa beli minuman pake uangnya jeje"
"Kamu ini kayak sama siapa aja, cuma minuman masa minta uangnya kembali, jangankan uang apartemen pun jeje rela buat kamu"
"Tante bisa aja"
"Mah ini belanjaanya" kata jeje yang baru datang.
"Makasih ya sayang, sekatang makan malam dulu yuk" ajak ibunya, nawa dan jeje pun menurut karena mereka tengah lapar.
"Kalian makan berdua dulu ya, papa sama mama kan nanti ada tamu jadi kita makan sama mereka aja" ujar ibu jeje.
Suasana hening setelah itu, jeje dan nawa di tinggal di meja makan berdua.
"Jeje nawa ambilin ya"
Jeje menatap ke arah nawa, ia tak merespon perkataan nawa, jeje membiarkan nawa yang tengah mengambilkan makanan untuknya.
"Jeje mau telur?" Tanya nawa.
"Terserah"
Nawa pun mengambilkan telur dan meletakanya di piring jeje "jeje mau sayur gak"
"Terserah"
"Terserah"
nawa menghembuskan nafasnya "jeje makan ini dulu kalo mau yang lain bilang ke nawa, nanti nawa ambilin"
Mereka pun memolai aktifitas makan mereka tanpa ada yang berbicara.
...****************...
Jeje memasuki kamarnya setelah selesai makan, ia ingin mandi menyegarkan tubuhnya.
Sedangkan nawa tengah membantu ibu jeje mencuci piring dan menyiapkan hidangan untuk tamunya nanti.
"Mau ada acara apa sih tante?" Tanya nawa.
"Ada temen dari ayahnya jeje sekaligus rekan kerja mau berkunjung"
"Ohh"
"Nawa mandi lalu pakai baju yang ada di kamar tante ya, kamu pasti belum mandi"
"Hehehe tante tau aja"
"Tante dulu beli dress buat kamu, satu bulan yang lalu kalo gak salah, tapi pas mau di kasih kekamu tante lupa dan sekalinya inget tante sibuk"
"tante seharusnya gak usah repot repot beliin nawa dress"
"gak papa lah sekali kali, kamu pake ya"
"Iya nanti nawa pakai, makasih ya tante"
ding dong~
__ADS_1
"kayaknya tamunya udah dateng" ujar ibu jeje.
"tante mau bukain pintu, nawa tante minta tolong panggilin om di kamar, sekalian kamu mandi lalu gabung sama kita ya"
"ih tante masa nawa gabung sih, nawa malu"
"ngapain malu, kamu jadi wakilnya jeje buat nemuin mereka"
"emang jeje gak mau?"
"jeje gak pernah mau kalo urusan kaya gini, sekarang kamu mandi dulu sayang"
nawa hanya menuruti apa kata ibu mertua, nawa berjalan menuju kamar orang tua jeje lalu kengetuknya.
tok tok
"om kata tante tamunya udah dateng"
cklek
nawa tersenyum melihat penampilan ayah jeje "wahh om ganteng banget" puji nawa.
"iya dong ayahnya siapa dulu" nawa terkekeh karena ayah jeje.
"om ke bawah dulu, oh ya di dalem ada baju kamu"
"iya om, nawa boleh numpang mandi?"
"pakai aja kamar mandi yang mana aja, mandi di kamar mandi jeje juga boleh" ayah jeje mengedipkan satu matanya menggoda nawa.
"yaampun ayah mertua lagi kerasukan apa sih malam ini"
...****************...
nawa memilih menumpang mandi di kamar tamu, ia tengah menyisir rambutnya.
nawa memutar tubuhnya dengan dress biru muda yang melekat di tubuh rampingnya.
"gue cantik banget ternyata"
nawa keluar kamar dengan senyum yang menghiasi bibirnya, tanpa polesan make up sedikit pun namun kecantikanya tak luntur sedikitpun.
nawa melangkah menuju kamar jeje lalu mengetuknya.
tok tok tok
"siapa?"
"nawa"
hening tak ada sautan dari dalam.
"jeje nawa masuk"
"jangan masuk kamar gue"
cklek
nawa melangkah memasuki kamar jeje, di lihatnya jeje tengah duduk di atas tempat tidurnya tengah fokus pada laptopnya.
"lo dengerin jawaban gue gak sih?" tanya jeje dengan tatapan tak bersahabatnya.
"jawaban yang mana?"
"gue ngelarang lo masuk kamar gue"
"nawa tuh tadi mengungkapkan pernyataan bukan pertanyaan"
"lo mau apa?" tanya jeje.
"menurut jeje nawa cantik gak sama dress yang di beliin sama ibu mertua?" tanya nawa sambil memutar tubuhnya.
"b aja"
nawa mendegus atas jawaban jeje "jeje yuk turun"
__ADS_1
"gak"
"yaudah nawa yang turun, nawa udah ngajak jangan nyesel yaaa nanti" nawa berjalan meninggalkan jeje sendirian di dalam kamarnya.