Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
makam


__ADS_3

"papa apakabar, maafin sophia baru dateng" ujar sophia.


sophia menoleh ke arah hansol "pa kenalin ini hansol dia pacar sophia sebentar lagi sophia mau nikah sama hansol"


"Permisi, saya hansol saya akan menikahi anak anda, mohon restui kita" ujar hansol sambil meletakan buket bunga yang sempat ia beli saat perjalanan menuju ke pemakaman.


"Maafin sophia kalo selama ini sophia belum bisa jadi anak yang baik buat papa, sophia juga minta maaf sama papa kalau sophia belum bisa jadi kakak yang baik, belum bisa jagain nawa dengan baik"


Sepuluh menit sudah mereka di sana, sophia melirik jam di tanganya ia tak bisa lama lama di sini.


"papa sophia pamit, kapan kapan sophia kesini lagi, papa baik baik di sana assalamualaikum" sophia melirik ke arah hansol.


"Kamu bisa anterin adik aku pulang?" Tanya sophia "aku harus balik kekantor"


"Kamu tenang aja aku bakal jagain adik kamu" sophia tersenyum ke arah hansol.


"Kakak tinggal ya, kak hansol bakal tunggu kamu, kamu juga jangan kelamaan di sini"


"Iya kak" ujar nawa.


"kakak tunggu di mobil ya" ujar hansol nawa mengangguk sebagai jawaban.


"kakak hati hati di jalan"


sophia berjalan di ikuti hansol di belakangnya.


Seperginya hansol dan sophia nawa menatap makam ayahnya.


"pap" ujar nawa ia berjongkok di samping makam ayahnya.


"Nawa kangen, nawa baru bisa kesini, maafin nawa"


"Ayah tau gak, sekarang nawa lagi sedih karena mama mau nikah sama orang lain, nawa gak setuju karena sampai kapan pun ayah nawa cuma satu"


"nawa sekarang harus gimana?"


Rintik hujan tiba tiba turun membuat nawa terpaksa harus pergi sebelum hujan makin lebat.


"pah nawa pulang dulu, nanti kalo nawa mau pulang ke indonesia, nawa sempetin kesini buat pamitan sama papa"


"Ayah nawa pulang, assalamualaikum"


Nawa berjalan meninggalkan makam ayahnya.


Nawa berlari kecil, ia memasuki mobil hansol yang terdapat hansol yang tengah menelfon seseorang.


"Udah dek" ujar hansol sambil menyimpan ponselnya.


"Udah"


"Adek mau kemana biar kakak anter"


"Adek mau pulang aja"


Hansol menjalankan mobilnya.


"Kalau nawa boleh tau kak hansol kerja di mana?"


Hansol tersenyum ke arah nawa "kak hansol kerja di perusahaan sendiri"


"Kak hansol yang punya?" Tanya nawa tak percaya.


"Iya, kak hansol rintis sendiri dari nol"


"Wahh kak hansol hebat"


Hansol menghentikan mobilnya saat lampu merah.


"Dek, adek setuju gak kalau kak sophia nikah sama kak hansol?" Tanya hansol.


"Kak hansol kalau mau nikah sekarang pun nawa izinin" ujar nawa sambil tersenyum "nawa titip kak sophia jangan sakiti kak sophia sedikit pun oke"


"Kakak janji gak akan sakiti kak sophia"


Nawa dan hansol terus mengobrol hingga kini mereka sudah sampai di pekarangan rumah keluarga nawa.


Nawa menuruni mobil hansol.


"Kakak gak mau mampir dulu" tawar nawa.


"Kakak masih ada urusan lain kali aja ya"


"Yaudah kak hansol hati hati di jalan, dan makasih udah anterin nawa"


"Iya, masuk sana" suruh hansol dan nawa menganggukinya.


Hansol tersenyum melihat nawa dari dalam mobil "adik yang manis" gumam hansol.


Nawa yang baru membuka pintu di kagetkan oleh para pelayan yang ada di rumahnya.


"Selamat datang nyonya muda" ujar para pelayan menyambut kedatanganya.


"Ngapain pada baris di sini gak kerja?" Tanya nawa sambil berjalan melewari para pelayan yang tengah menunduk hormat.


"Eeh kalian" nawa kembali memutar tubuhnya menghadap para pelayan itu.


"Gue butuh pijatan, suruh yang lebih muda dari gue buat pijetin, gue tunggu di kamar" ujar nawa kemudian ia kembali melanjutkan jalanya.


"Nyonya muda" panggil salah satu pelayan sambil menghampiri nawa.


"Kenapa?" Tanya nawa berhenti dari jalanya.

__ADS_1


"Ada tuan jeson cariin nyonya muda" nawa memutar bola matanya malas.


"Dimana?"


"Di bar"


"Cuma itu saja?"


"Iya, saya permisi" pelayan itu pergi dari hadapan nawa.


Nawa berjalan menghampiri jeson.


'Mau ngapain tuh orang ke sini, mau bujuk gue biar restuin dia'


"Mau ngapain" ujar nawa sambil berjalan menghampiri jeson.


Jeson yang mendengar suara nawa langsung berbalik menghadap ke arahnya.


"Nawa ayo duduk" ujar jeson sambil tersenyum.


"Mau ngapain gak usah basa basi"


Jeson berdiri dari duduknya


"mama kamu sama saya sudah saling mencintai, meski tanpa restu dari kamu ataupun kakak kamu sepertinya kita akan tetap menikah" jeson menyilangkan tanganya di depan dada.


"Emang gue pesuli? terserah kalian, mau nikah mau enggak kalau mama tetep gak mau denger pendapat dari aku sama kak sophia aku udah gak peduli"


Nawa berjalan meninggalkan jeson yang hanya diam menatap nawa.


...****************...


Vina seorang gadis berambut panjang dan berponi keluar dari dalam mobil.


Ia tak pulang ke rumah setelah bekerja, malam ini ia sempatkan bertemu temanya.


"Selamat malam" sapa para pelayan pada vina.


Vina sudah sering ke rumah keluarga nawa untuk membahas pekerjaan dengan sophia, sehingga sangat terbuka lebar untuk vina jika ingin datang ke rumah nawa, selain itu vina juga sangat dekat dengan nawa.


Vina memasuki rumah nawa, vina mengedarkan pandanganya.


"Selamat malam" sapa salah satu pelayan saat berpapasan dengan vina.


" nawa mana?" Tanya vina pada seorang pelayan.


"nyonya muda ada di atas"


"Oke" vina berjalan ke lantai atas.


Vina yang tengah menaiki tangga mendengar suara musik yang cukup keras.


Vina menggeleng tak percaya apa yang baru ia lihat, semuanya berantakan, terdapat nawa yang tengah menaiki sofa sambil berjoged, tak lupa nawa memeluk toples cemilan.


"Woy bocah" panggil vina.


Nawa menoleh ke arah suara, nawa menyengir saat melihat vina yang tengah menatapnya sambil menyilangkan ke dua tanganya di depan dada.


"Vin gabung ma gue, jangan berdiri mulu" ujar nawa.


"Vin vin vin, udah berapa kali gue bilang, panggil gue kak, gue lebih tua dari lo" vina kini berjalan menghampiri nawa.


"Mau tua mau muda, lo kan temen gue, panggil nama aja lah"


Vina duduk di sofa "lo abis ngapain nih, jadi berantakan gini?"


"Mengusir kegabutan" nawa kini duduk di sebelah vina "jalan yuk vin, gue males di rumah"


"Gue cape baru pulang kerja"


"Ayolah vin temenin gue keluar, sekali aja, soalnya gue gak lama di sini, gue di LA cuma seminggu"


Vina melirik ke arah nawa "oke"


"Nah gitu dong, gue ganti baju dulu lo juga ganti baju sana, ambil di lantai atas cari yang cocok buat lo, jangan pake baju kantor udah bau sama kringet"


"Hhmmmm" vina menjawab dengan gumamnya "gue mau ke bar dulu, kalo lo cari gue, gue di sana"


"Oke, jangan lupa ganti baju"


Nawa pun berjalan menuju kamarnya.


Vina yang kembali turun ke lantai dasar melihat ibu nawa sontak vina pun berhenti dari jalanya.


"Dia pulang?" Gumam vina.


Tak ingin ambil pusing dengan ke hadiran ibu nawa vina memilih melanjutkan jalanya.


"Selamat malam nyonya vina"


vina menoleh ke belakang ke arah sumber suara.


"Tom" pekik vina senang.


"Apakabar?" Tanya tom tersenyum.


"Baik, lo apakabar"


"Seperti yang lo liat"


Vina tersenyum ke arah tom, tak sia sia vina membantu tom untuk mendapatkan pekerjaan menjadi bodyguard nawa.

__ADS_1


Tom sanagt tampan dengan jas hitam, dan pakaian yang rapi membuat tom sangat tampan.


"Gimana betah di sini?" Tanya vina sambil kembali melanjutkan jalanya.


"Betah, makasih ya ini semua berkat lo"


"Sama sama, yang penting abis gajian nanti lo traktir gue"


"Oke"


"Gabung yuk sama gue, kita ke bar"


"Enggak, gue masih ada urusan lo aja sana" tolak tom.


"Yaudah" vina berjalan meninggalkan tom.


Vina kini mengambil duduk di meja bar


"Permisi nyonya vina, ada yang bisa saya bantu?"


"Buatkan saya satu jus jeruk"


"Baik tunggu sebentar"


Dddrrt dddrrt


Vina mengeryit saat nawa menelfonya.


"Halo" ujar vina.


"Udah ganti baju?"


"Blom"


"Cepetan dong"


"Iya nanti"


Vina langsung menutup panggilanya karena tak mau mendengar ocehan dari nawa.


"Ini jus nya" vina tersenyum sambil menerima jus itu.


Di tempat lain nawa tengah ngomel ngomel karena vina langsung menutup telfonya.


"Kurang ajar tuh orang, gue belum selesai ngomong" omel nawa.


Nawa berjalan keluar kamarnya, nawa kini sudah berganti dengan pakaian santai dan jaket hitam yang nawa kenakan, nawa berjalan sambil menenteng tas gendongnya.


Nawa berjalan menuju bar dimana vina berada.


"Nawa" panggil seseorang dari arah belakang nawa.


Nawa menoleh ke belakang.


"Mama" lirih nawa.


"Mau kemana?" Tanya mamanya sambil berjalan menghampiri nawa.


"Keluar"


"Sudah menemui jeson tadi" ujar mamanya.


Nawa menghela nafasnya "ma gak usah bahas itu nawa males" nawa melenggang meninggalkan mamanya.


"Keras kepala" jibir mamanya, sedangkan nawa yang mendengar mamanya tak menggubris ia memilih melanjutkan jalanya.


Nawa memasuki ruang bar terdapat vina yang masih duduk santai di sana.


"Vin" ujar nawa dan vina pun menoleh ke arahnya.


"Ganti baju cepet" nawa kini duduk di sebelah vina.


"Iya iya bawel lo" vina beranjak dari duduknya


"Jangan ke lamaan, gue tunggu di mobil"


"Hhmm"


"Vin pake mobil lo aja ya" kata nawa.


"Terserah" jawab vina tanpa menoleh ke nawa.


...****************...


"Lo gimana sih vin, ini tuh masih jauh dari tempat tujuan"


Nawa merengut sebal sambil bersandar di pintu mobil.


"Ya mau gimana lagi, gue gak tau kalo bensinya mau habis"


"Yaudah lo isi sana"


"Di mana?"


Nawa mengambil ponselnya "biar supir gue ke sini, dari pada kita diem aja di sini gak tau pom bensin di mana"


"Terserah lo lah"


"Makanya kalo mau berangkat tuh cek dulu ada bensinya gak, kalo gini kan ribet"


"Udah lah na cape gue, mana gue tau bensinya mau habis"

__ADS_1


__ADS_2