
Nawa mengikat rambutnya kuncir kuda, membuat leher putihnya terekspois, dan ia memakai baju santai berwarna putih dan celana pendeknya.
Ia berjalan menuju mobilnya masih dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Nawa meninggalkan pekarangan rumah untuk pergi ke rumah jeje sambil menenteng paper bag.
Setelah beberapa menit perjalanan, nawa kini sudah sampai di rumah jeje meski sedikit terjebak macet senyumanya tak luntur dari wajahnya.
"Siang non" sapa pak seto.
"Siang juga pak, nawa masuk dulu ya"
"Iya masuk aja"
Nawa berjalan sambil sedikit bersenandung.
"Assalamulaikum jeje" ujar nawa sambil memasuki rumah jeje.
Nawa berjalan ke ruang tv.
"Je-" ucapanya tak ia selesaikan saat melihat adit dan dodo yang tengah memainkan video game di ruang tv.
"Kalian"
"Eehh nawa udah dateng" ujar adit, ia menghampiri nawa.
"Wiihhh bawa makanan, coba gue liat" kata adit.
"Ih apaan sih lo ini buat jeje" nawa menyembunyikan paper bag di balik tubuhnya.
"Pelit lo"
"Jeje mana?" Tanya nawa.
"Lagi meeting sama zeval berangkat tadi pagi, kita kesini aja dia udah pergi, ponselnya aja ketinggalan"
" meeting, terus yang chat gue siapa?"
"Hahahaha" tawa dodo.
"Itu gue yang chat, kangen gue masakan lo"
"Dodoooo gue udah seneng banget kirain itu jeje yang chat gue" kesal nawa sambil menjewer telinga dodo.
"Aaawww sakit naaaa"
"Ngeselin" nawa kini duduk di sofa dan makanan yang ia bawa tadi kini tengah di nikmati oleh teman temannya.
"Gak kuliah?" Tanya nawa sambil melirik ke arah dua temanya.
"Kita kuliah sore" nawa pun mengangguki jawaban dodo.
"Gue pulang ya" nawa berdiri dari duduknya.
"Kenapa sebentar doang, biasanya betah banget lo di rumah jeje" jawab adit di sela mengunyahnya.
"Gue masih banyak urusan di rumah"
"Urusan apaan?"
"Ada dehh kepo lu" nawa berjalan meninggalkan kedua temanya itu.
"Hati hati di jalan" teriak dodo.
"iya"
Nawa melangkah hendak keluar rumah namun saat di pintu....
"Ngapain?" Tanya jeje dingin yang hendak masuk ke dalam rumahnya.
Nawa terkejut saat mendapati jeje yang bedara di depanya, seketika nawa menundukan kepalanya, tak biasanya nawa begini di depan jeje tapi entah mengapa rasanya nawa sedikit canggung saat melihat jeje.
Nawa mendongak kan kepalanya, ia tak ingin melihat jeje ia mengalihkan tatapanya pada jam tangan di pergelangan tanganya.
"Ketemu dodo sama adit" setelah mendengar jawaban nawa jeje pun pergi melewati nawa.
Nawa berbalik menatap punggung jeje.
"Jeje nawa kangen jeje, tapi jeje lagi marah sama nawa, andaikan yang chat itu beneran jeje nawa mungkin sekarang udah peluk jeje" gumam nawa.
Nawa kembali tersenyum untuk menghibur dirinya, ia melangkah menuju mobilnya berada.
"Nawaaa" nawa yang sudah membuka pintu mobilnya kembali ia tutup.
"Kenapa?" Tanya nawa pada adit yang tengah berlari ke arahnya.
"Vera mau ke sini"
"Terus"
"Kita ber empat harus kumpul, kita cairin suasana lo sama jeje, katanya lo mau minta maaf, lo minta maaf sekarang"
"Tapi dit gue masih ada urusan"
"Plis naa" adit kini memegang lengan nawa.
"Tapi sebentar aja ya"
"Oke" adit menggenggam tangan nawa, menyuruhnya kembali masuk ke dalam rumah jeje.
Nawa yang sudah berada di rumah jeje hanya duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya, berbeda dengan ke dua temanya yang keluar masuk kamar jeje atau pergi ke dapur hanya untuk mengambil makanan atau mengganggu bibi yang ada di sana.
"Nawa jeje di kamar noh, sendirian dia" kata dodo sambil duduk di sebelahnya.
"terus?"
"Kok lo tanya gue, ya kaya biasanya lah, kaya nawa yang biasanya kalau sama jeje"
"Vera mana sih kalo masih lama gue pulang aja ya, biar kalian bertiga aja"
"Na kok lo gitu sih"
"Assalamulaikum" baru saja di bilang sekarang vera sudah datang.
"waalaikumusalam" jawab dodo dan nawa.
"Hai nawa, do yang lain mana?" Tanya vera sambil duduk di sebelah nawa.
"Adit jeje cepetan ke bawah!" Teriak dodo lantang.
Adit dan jeje kini berjalan ke arah nawa, vera dan dodo.
Nawa merasakan jantungnya yang berdebar sangat kencang saat melihat jeje.
'Gue nyesel berteman sama lo, cewek kaya lo yang harus gue jauhi!'
'Gue nyesel'
nawa kembali menunduk saat mengingat perkataan jeje.
Tak dapat di bohongi nawa merasa sedih saat mengingat ucapan jeje.
"Oke sekarang kita udah kumpul, ada yang mau bicara duluan tentang masalah kemaren" ujar vera saat semuanya sudah duduk di atas sofa.
"Maafin gue" ujar nawa pada ketiga temanya "sorry banget gue udah bikin keributan kemarin, gue janji gak kaya gitu lagi, dari awal itu emang salah gue, maafin gue ya"
Vera merangkul pundak vera "gak papa gue maafin"
"kita tau ko perasaan lo" ujar dodo tersenyum yang berada di sebelah nawa sambil menggenggam tangan nawa.
"Gue juga mau minta maaf, gue gak sengaja nonjok lo je maafin gue ya, lo sih buat kesel gue" ujar adit di akhiri cengiranya.
__ADS_1
"Gak masalah, gue juga mau minta maaf sama lo" kata jeje sambil tersenyum ke arah adit.
"Nah gitu dong baikan" ujar vera.
Nawa melirik ke arah vera, kemudian ia beralih melirik jeje.
"Eemm jeje nawa minta maaf" lirih nawa, jeje pun mendongak ke arahnya.
"Nawa tau nawa salah seharusnya nawa gak kaya gitu ke jeje, jeje jadi bahan omongan saat di cafe karna nawa, nawa minta maaf"
nawa tersenyum manis ke arah jeje "nawa juga nanti mau minta maaf ke chindi jeje tenang aja"
"Gue maafin"
Sedikit ada rasa kecewa saat jeje menjawabnya dengan ekspresi dinginya.
Nawa ingin jeje yang dulu kembali, apa dengan ia melepaskan jeje maka jeje akan tersenyum merangkul dan terbuka terhadapnya lagi?.
'gak papa na, lo udah terbiasa sama dinginya jeje, gak papa'
"Je lo cerita dong tentang chindi ke kita, lo tembak dia tapi gak bilang bilang kita dulu" kata dodo.
"Gue suka dia, dari pertama ketemu sampai tiba tiba dia chat gue, gue udah ada rencana buat tembak dia" jeje tersenyum saat menceritakan tentang chindi "meskipun gue di tolak gue tetep seneng karna dia juga suka gue"
'Jeje gak mikirin perasaan nawa ya di sini? Gak papa na'
"Oohh gitu" ujar dodo "je gue sama yang lain sempet kaget waktu lo bilang nyesel temenan sama nawa"
Seketika suasana kembali hening.
Dddrrrt dddrrt
Telfon nawa bergetar.
"bunda" lirih nawa.
"Gue pergi angkat telfon dulu" nawa berajak menjauh dari teman temanya.
"Halo bun"
"Kamu di mana?"
"Emang kenapa bun?"
"Cepet pulang, nanti sore kamu kan berangkat, katanya masih banyak yang belum di siapin"
"Oke nawa pulang sekarang"
"kenapa gak izin bunda dulu, tumben"
"hehe tadi nawa cepet cepet, lain kali nawa gak gitu lagi"
"yaudah, nawa cepetan pulang ya?"
"iya bundaaaaaaaa"
Nawa berjalan kembali bergabung bersama teman temanya, setelah mematikan sambungan telfonya.
"Gue gak bisa lama lama" ujar nawa memecah ke heneningan "gue pulang duluan ya"
"Na masalah lo sama jeje belum selesai"
Nawa terdiam ia menatap jeje yang hanya diam saja sambil menunduk, nawa menunggu jeje berbicara.
'je, nawa cuma butuh jeje minta maaf sama nawa, peluk nawa dan senyum ke arah nawa, itu aja udah lebih dari cukup buat hari ini'
Lebih dari lima menit namun jeje tak kunjung bersuara.
Nawa tersenyum "makasih buat kalian yang selalu ada buat nawa tapi nawa gak punya banyak waktu nawa harus pulang, ada yang lebih penting yang harus nawa kerjain dari pada diem doang di sini"
Nawa melangkah pergi.
'Kenapa jeje gak minta maaf ke nawa, jeje beneran gak mau temenan lagi sama nawa?'
"Lo masih marah sama nawa, katanya lo udah maafin, tapi kenapa lo gak minta maaf ke dia" ujar adit.
"Je nawa cuma butuh permintaan maaf lo, pasti nawa kecewa banget sama lo karna omongan lo kemaren" sambung vera.
"Jangan sampe karna cewek lo tega tinggalin sahabat lo je, nawa itu selalu ada buat lo, nawa selalu ada buat kita gue tau nawa suka senyum nawa keliatan gak ada beban gue tau ada banyak luka di hati dia" kata dodo.
"Emang pernah dia cerita tentang keluarga dia, keluh kesah dia ke kita, enggak"
"Plis je lo minta maaf ke dia" kata vera
...****************...
Nawa menghentikan mobilnya di sebuah cafe, ia turun dari mobil sambil berjalan perlahan masuk ke dalam cafe yang cukup ramai siang ini.
Nawa duduk di sebuah cafe sesekali nawa mengedarkan pandanganya untuk mencari seseorang.
Seorang pelayan cafe datang menghampirinya.
"Mba mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan laki laki.
"Jus alpukat satu"
"Ada lagi?"
"Enggak itu aja"
"Tunggu sebentar ya"
Nawa tersenyum ke arah pelayan itu.
Manik mata nawa melihat chindi yang tengah berjalan membawa pesanan.
"Chindi" panggil nawa sambil melambaikan tanganya.
Chindi mencari seseorang yang memanggilnya, saat melihat lambaian nawa chindi hanya diam di tempat.
"Mba bisa cepet gak" tegur seorang pelanggan pada chindi.
"Ohh maaf mba" ujar chindi, ia langsung berjalan menghampiri pelanggan yang sudah menunggunya.
Setelah meletakan pesanan chindi pun berjalan menghampiri nawa.
"Lo manggil gue, ada apa?" Tanya chindi.
"Duduk dulu" suruh nawa.
"Lagi banyak pesenan gue gak bisa lama lama"
"Gue cuma mau minta maaf soal kemarin" chindi seketika duduk berhadapan dengan nawa.
"Maaf gue ganggu waktu lo, maafin gue seharusnya gue gak bikin keributan kemarin di sini, gue juga udah kata katain lo pasti lo marah sama gue,gue minta maaf chin"
"Gue maafin lo, gue juga minta maaf sama lo"
Nawa tersenyum ke arah chindi.
"Gue mau lanjut kerja, ada lagi yang mau lo bicarain?"
"Gak ada, makasih ya buat waktunya dan makasih udah maafin gue"
Chindi tersenyum ke arah nawa setelah itu ia pergi meninggalkan nawa.
"Ini pesananya"
"Makasih" ujar nawa sambil menerima jus nya.
Dddrrrt ddrrtt
__ADS_1
Nawa mengambil ponselnya.
"mamah" lirih nawa saat ibunya menelfon.
"Halo" ujar nawa saat mengangkat telfonya.
"Ke LA kapan?"
"Nanti sore"
"Mamah tunggu ada sesuatu yang pengin mama omongin"
Nawa menghembuskan nafasnya.
"Abis aku meeting aja kalo mamah mau bicarain yang penting"
"Yaudah terserah, mamah tutup bye"
Nawa mentap layar ponselnya saat mamahnya menutup panggilanya.
...****************...
sore ini Jeje tengah duduk santai di teras rumahnya sambil meminum teh buatan ibunya.
"Mobil kamu gak ada niatan mau di jual" ujar ayahnya ikut bergabung bersama anaknya setelah selesai mencuci mobilnya.
"Gak"
"Temen papa ada yang tertarik sama mobil mobil kamu"
"Gak pah"
"Tapi mobil kamu udah terlalu banyak"
"Namanya aja koleksi" ayahnya menggelengkan kepalanya karena jeje.
"Pa" panggil jeje.
"Kenapa?"
"Mobil papa aja yang di jual terus beli yang baru"
"Ini anak, mobil papa itu baru papa pake satu minggu, masih baru itu"
"Jual mobil mama aja pa" ujar ibu jeje yang baru datang sehabis menyiram bunga.
"Kenapa mau di jual?"
"Mama mau ganti motor aja, mama suka terlambat ke kantor karna macet, kalo motorkan mama bisa selip selip"
"Nanti papa fikirin lagi"
"Je kata bibi tadi siang temen temen kamu kesini tapi cuma sebentar, tumben" ujar ibunya.
"Mereka punya urusan masing masing ma jadi cuma sebentar ke sini"
"Tadi mama siram bunga yang kamu tanam dulu, daunya kok pada layu, banyak juga yang di makanin ulet"
Jeje menjadi penasaran ia pun beranjak dari duduknya "coba jeje liat" jeje pun melangkahkan kakinya.
Jeje melihat bunga bunga itu.
"Kok jadi gini, gak cantik banget" lirih jeje sambil meraih salah satu bunga mawar.
"keliatan gak seger banget nih bunga, ini yang biasa jaga bunga gimana sih, kalo tau bunganya kaya gini nawa bisa marah"
Jeje terdiam saat menyebut nama nawa,
"nawa gak papa kalo jeje gak anggep nawa pacar! nawa selama ini gak masalah, nawa terima jeje yang selalu dingin selalu gak anggep nawa dan gak pernah hargain perjuangan nawa, nawa terima!"
" tapi kalo jeje gak anggep nawa sahabat lagi nawa gak bisa, nawa gak nyangka jeje bakal bilang nyesel karena temenan sama nawa, dan ini semua karna dia si cewek murahan"
"Na gue minta maaf kalo nyakitin lo" gumam jeje.
Jeje melangkah berbalik menuju rumahnya.
"Je sini dulu temenin papa" ujar ayahnya yang masih duduk di teras saat melihat jeje masuk kedalam rumah.
"Minta temenin pak seto aja tuh" ujar jeje tanpa menoleh ke ayahnya.
Jeje memasuki rumahnya, ia menaiki tangga menuju kamarnya.
"Kunci mobil di mana ya" gumam jeje.
Jeje membuka lemari untuk mencari jaketnya setelah itu ia mengambil kunci mobil yang berada di nakas.
"Maahh jeje keluar bentar" teriak jeje.
"Mau kemana" saut ibunya yang berada di dapur.
"Kerumah nawa bentar"
"Oke hati hati, titip salam dari mama buat nawa ya"
"Oke"
Jeje melenggang menuju bagasi mobilnya.
"Woy mau kemana" ujar ayahnya dan itu menghentikan jeje berjalan.
"Kerumah nawa pa" ujar jeje sambil memasuki mobilnya.
"Apel? Inikan masih malem kamis, mending kamu kerjain tugas kuliah kamu"
"Bukan pa, jeje cuma ada urusan bentar"
Jeje menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya, menembus perjalanan macet di sore hari ini.
...****************...
"Sayang hati hati di jalan, jaga kesehantan ya" ujar bi titi pada nawa.
"bunda sama yang lainya juga baik baik di sini, nawa di LA cuma satu minggu abis itu nawa pulang"
"Kita bakal jaga rumah, non titip salam dari kita buat non sophia sama mamanya non ya" kata bi iis.
"Iya nanti nawa sampein, nawa berangkat ya"
Nawa memasuki mobilnya, sebelum mobil benar benar jalan nawa melambaikan tanganya pada para pekerja di sana yang tengah berkumpul.
Nawa menutup kaca mobilnya, ia menatap ke arah jalan depan sambil tersenyum menikmati musik yang di putar.
^^^TO veraaaa😘^^^
^^^ver gue udah berangkat^^^
Pesan singat nawa pada vera, tak ada balasan mungkin vera sibuk, fikir nawa.
"Pak" panggil nawa pada supirnya.
"Kenapa non"
"Jaga rumah baik baik yaa kalo nawa gak ada di rumah"
"Siap non"
"Nanti kalo jemput nawa jangan sampe buat nawa nunggu"
"Siap non, sebelum non sampe bapak udah di sana"
"Sip"
__ADS_1
Hening tak ada pembicaraan lagi di sana, hingga nawa melihat sebuah mobil melintas, mobil yang familiar