Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
menjauh mendekat


__ADS_3

siang ini jeje tengah makan di sebuah restoran yang cukup ramai, jeje hanya fokus menyuapkan makanan ke mulutnya dan sesekali memainkan ponselnya.


jeje sungguh tak peduli dengan sesosok gadis yang tengah duduk berhadapan denganya.


gadis tersebut adalah nawa, ia hanya menyangga dagu dengan kedua tanganya sambil menatap jeje dengan senyum yang terukir di bibirnya.


'tampan, jejenya nawa emang tanpan'


nawa terus menatap jeje tanpa bergerak sedikit pun, ia seperti predator yang tidak mau kehilangan mangsa yang ada di depanya.


"udah?" tanya jeje.


"udah apanya?"


"liatin gue"


"belum" jawab nawa sambil menunjukan senyum termanisnya.


setelahnya jeje pun memilih membayar makanan yang ia pesan lalu ia beranjak untuk pulang.


"je kita mau kemana?" tanya nawa sambil merangkul lengan jeje.


"gue mau pulang dan lo stop ikutin gue" jawab jeje sambil melepas tangan nawa dari lenganya.


"aku ikut ya?"


"gak"


"kok gitu, nawa kan mau main kerumah jeje masa gak boleh" ujar nawa sambil memanyunkan bibirnya.


"mendingan lo pesen taxi lalu pulang"


jeje menghentikan langkahnya tepat di sebelah mobilnya.


"mau pulang sama jeje" kata nawa sambil berdiri tepat di depan jeje.


"minggir gak usah halangin jalan gue"


"aku gak boleh kerumah jeje gak masalah deh, tapi anterin nawa pulang"


"gue bukan supir lo"


"siapa bilang jeje supir nawa, jeje kan pacar nawa"


"ogah, minggir" jeje menarik nawa agar menjauh dari hadapanya.

__ADS_1


"jeje anterin nawa, kalo gak anterin nanti nawa teriak disini, kalo pacar aku gak peka, gak romantis, suka cuekin nawa, kasar-"


"yaudah ayo"


nawa tersenyum senang saat jeje menyetujuinya, dan tanpa pikir panjang nawa langsung naik kedalam mobil jeje.


"jeje gak mau jalan jalan sama nawa dulu?" tanya nawa saat mobil jeje sudah di jalankan.


"gak" jawab jeje dan nawa hanya menganggukinya "na" panggil jeje.


"ya" jawab nawa sambil menoleh ke arah jeje.


"kenapa lo jadi kaya gini" tanya jeje serius.


"maksudnya kaya gini?"


jeje menepikan mobilnya agar ia dapat berbicara pada nawa.


"na, gue mau ngomong serius"


"oke"


"kenapa lo jadi kaya gini, gue lebih suka nawa yang dulu"


nawa menaikan satu alisnya bingung "emang nawa yang dulu gimana?"


"aku gak kekanakan tau, aku juga kaya gini cuma sama jeje"


"nawa gue gak suka, plis lo bersikap biasa aja sama gue kaya dulu, gue lebih nyaman sama nawa yang dulu"


"je, nawa yang dulu itu gak sayang sama jeje, kalo nawa yang sekarang sayang sama jeje, jadi nawa gak bisa kaya dulu lagi"


"lo cuma buat persahabatan kita hancur" nawa dia tak menjawab perkataan jeje.


"seharusnya nawa yang bilang ke jeje, kenapa jeje malah kaya gini, jeje pacar nawa tapi kenapa sikap jeje kaya gini"


"gue gak suka sama lo dan gue bukan pacar lo"


"tapi-"


"akhiri drama lo ini, gue gak suka"


"tapi je kita kan pacaran"


"stop na!" bentak jeje.

__ADS_1


"tapi-"


"gue gak suka sama lo dan akhiri drama lo, gue harap lo bisa paham sampa ucapan gue" jeje memotong perkataan nawa.


nawa hanya menatap jeje tak membuka suaranya.


"kalo lo tetep kaya gini, maafin gue kalo gue bakal menjauh dari lo"


"terserah jeje, lakuin aja apa yang jeje mau, nawa juga bakal lakuin apa yang nawa mau, nawa bakal tetep kaya gini karena nawa gak mau kehilangan jeje, nawa bakal berusaha dapetin jeje, kalo jeje mau menjauh dari nawa, nawa bakal terus mendekat sama jeje" jawab nawa di akhiri senyumnya.


'dasar nawa, keras kepala banget sih lo'


jeje membuang nafasnya lelah, ia tengah bingung bagaimana caranya agar dapat menjauhkan nawa darinya.


"bicara seriusnya udah kan, sekarang jeje anterin nawa" pinta nawa.


"lo turun" kata jeje dengan eskpresi datarnya.


"gak mau"


"na turun"


"jeje tega banget mau tinggalin pacarnya di pinggir jalan"


"lo bisa pesen taxi"


"gak mau pokoknya nawa gak mau turun"


"lo turun sendiri atau gue seret"


"jeje" mohon nawa sambil memegang lengan jeje "aku mau sama jeje plis"


"gak"


"yaudah nawa gak mau turun"


"lo mau di seret?"


"jeje mah kasar sama cewek, kalo jeje seret nawa keluar berarti jeje gak punya hati"


"kalo gue gak punya hati kenapa lo suka gue"


"gak tau, masalah hati gak ada yang tau"


"keluar"

__ADS_1


"gak mau" rengek nawa.


jeje pun akhirnya mengalah, ia pun menjalankan mobilnya menuju rumah nawa.


__ADS_2