Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
undangan


__ADS_3

"sendirian aja si eneng" nawa menoleh terdapat adit kini yang tengah duduk di sebelahnya.


"ngapain lo di sini?" tanya nawa.


"ini kantin ya pasti gue mau makan"


"na makin cantik aja lo" puji adit sambil menepuk pundak nawa.


"gue kan bidadari" jawab nawa sambil meminum jus semangkanya.


"na nanti kerumah gue yok main, emak gue cariin lo tuh" adit merampas minuman nawa dan langsung menenggaknya.


"ogah, gue mending tidur"


"lo gimana sih lo udah lupa, lo kan jadi pacar pura pura gue, lo kerumah lagi dong masa main cuma sekali emak gue curiga nanti"


"males gue bantuin lo, gue nanti kerumah lo sendiri aja mau jujur sama emak lo kalo gue pacar boongan lo, biarin deh lo mau di jodohin bukan urusan gue"


adit menekuk wajahnya, membuat wajahnya terkesan sedih karna kata kata nawa, hingga membuat nawa ingin menampolnya.


"lo tega ama gue"


"dit perjanjian kita kan kalo gue bantuin lo, lo bakal bantu gue deket ma jeje"


adit membuang nafasnya kasar "gue udah bantuin lo"


"mana buktinya"


"menurut lo akhir akhir ini jeje berubah gak sikapnya sama lo?" tanya adit.


"eemm... ssdikit sih"


"itu karna gue, kata siapa gue gak bantuin lo?"


"masa sih" nawa pun merasa tak percaya.


"itu karna gue yang mohon mohon sama dia, buat perhatian sama lo, buat sedikit ngehargain perjuangan lo"


"masa, demi apa?"


"demi perjanjian kita"


tak mereka sadari ada yang mendengarkan percakapan mereka yang tengah duduk di bangku sebrangnya, ia chindi yang tengah membaca buku di kantin dengan di temani jus apel yang ia pesan.


"tunggu aja waktunya, nanti akan ada pertunjukan seru" lirih chindi dan hanya dirinya yang mendengarnya.


...****************...


nawa sungguh lelah dengan temanya, ia lelah dengan adit yang selalu mengganggunya, semenjak dari kantin adit selalu memgajaknya bicara yang membuat nawa terpancing emosi karna ucapan adit yang selalu tak masuk akal.


dan nawa dapat bernafas lega saat ia pulang, tak ada si pengganggu adit, namun saat dia menuju parkiran untuk menghampiri mobilnya, sudah ada dodo yang tengah bersandar di pintu mobil sambil bersedekap dada.


"lama amat lo" omel dodo.


"lo ngapain di sini, gue mau pulang minggir" usir nawa.

__ADS_1


"gue nebeng"


"gila lo, enggak bisa, lo nebeng adit atau jeje aja sana"


"adit udah pulang, gue nebeng lo" dodo merampas kunci mobil yang nawa pegang, tanpa menunggu persetujuan sang pemilik dodo langsung memasuki mobil.


nawa memutar bola matanya malas, ia pun akhirnya naik ke dalam mobil.


"kenapa lo gak bawa mobil?" tanya nawa.


"di sita" jawab dodo sambil menjalankan mobil nawa.


"kenapa bisa, lo bikin ulah ya?"


"gak tau tuh bapak gue, gue kan anak baik baik"


"gak mungkin ayah lo sita mobil lo tanpa alesan"


"ayah gue aneh aja, dia sita mobil gue karna gue pergi main, padahal dia yang izinin gue pergi main, tapi pas gue pulang mobil gue di sita" curhat dodo.


"lo main kemana, gak mungkin kan mobil lo di sita karna main ke rumah jeje?"


"gue males kerumah jeje mulu, jadi gue nonton balap liar, eeh di tawarin sama abang abang di sana, gue di suruh nyoba karna penasaran ya gue nyoba"


"pantesan ayah lo marah, ngapain lo ikut balap liar"


"gue cuma mencoba na"


"oh ya na, lo mau ikut gue gak?" tawar dodo sambil melirik nawa sekilas.


"kemana?"


"kemana?"


"temen gue ngundang gue gitu ke acara dia"


"acaraan apaan sih, seru gak?"


"acara peresmian bar milik temen gue nanti malam" mawa manggut manggut faham.


"gas gue ikut"


...****************...


nawa sudah berada di teras rumahnya ia hanya mengenakan hoodie biru muda dan celana jeans hitamnya.


"do lo di mana?"


"gue udah sampe, lo buruan kesini"


"iya"


"gue tunggu"


"ini alamatnya benerkan yang lo kasih?"

__ADS_1


"bener, udah berangkat cepetan"


nawa menyimpan ponselnya lalu ia berjalan menuju bagasi untuk mengambil mobilnya.


nawa malam ini memilih menggunakan mobil merahnya.


"eh si dodo cuma ngajak gue doang atau yang lain ikut" gumam vera yang tengah menjalankan mobilnya.


setelah beberapa menit perjalanan nawa kini sudah sampai di bar yang ia tuju, nawa masih di dalam mobil menatap sekitar sepertinya cukup banyak orang yang datang, fikir nawa.


nawa menutuni mobilnya sedikit membenarkan rambutnya lalu ia berjalan masuk kedalam bar.


dentuman musik yang cukup keras menyambut indra pendengaran nawa saat memasuki bar itu.


di tatapnya bar itu, cukup banyak orang di sana.


nawa melangkah lebih dalam menuju bar itu, mencari pemuda yang bernama dodo.


nawa tersenyum saat melihat dodo tengah melambai ke arahnya, ternyata dodo pun sama mengenakan hoodie namun berwarna putih.


"akhirnya lo sampe" ujar dodo.


nawa kini duduk di sebelah dodo "mau minum gak lo" tawar dodo yang tengah menyeruput minumanya, ia tak memesan bir ia hanya memesan Mocktail


"entar aja lah, eh ya do, yang lain gak lo ajak"


"belum sempet gue ajak mereka udah sibuk masing masing" dodo kembali meminum minumanya "si jeje katanya ada rapat, si vera gak di izinin sama suaminya, si adit lagi bantu emaknya" nawa mengangguk paham.


"hai" sapa seseorang yang cukup asing bagi nawa.


"hai bro" dodo berdiri lalu bertos ria dengan pria itu.


"lo kesini ma cewek lo?" tanya dia sambil melirik nawa.


"hehehe bisa aja lo bro, dia temen gue"


"ohh temen lo" pria itu melirik ke arah nawa " kenalin gue raka temen dodo sekaligus pemilik bar ini" raka mengulurkan tanganya ke arah nawa.


nawa membalas uluran itu "kenalin gue nawa temen dodo.


"maaf nih sebelumnya, gue pamit mau angkat telfon dulu, kalian saling mengenal aja dulu" pamit dodo, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan nawa dan raka.


"jadi lo sama dodo temenan dah lama?" tanya raka.


"ya lumayan"


"eh lo gak pesen minum"


"gak nanti aja"


"eh bentar" raka mengulurkan tanganya.


nawa seketika terkejut saat tangan raka menyentuh rambut nawa.


"rambut kamu kotor" raka mengelus surai nawa "lo habis ke mana sih"

__ADS_1


__ADS_2