Aku Sangat Mencintai Kamu

Aku Sangat Mencintai Kamu
capek


__ADS_3

..."minta maaf itu seharusnya gak di rencanain kalau kakak punya rasa bersalah ya minta maaf"...


Nawa masuk kedalam mobil lalu memijat pelipisnya.


"Nawa" panggil vera yang baru memasuki mobil nawa.


"Jangan masukin ke hati karna ucapan kak jeje"


"Jangan masukin hati lo bilang, itu  perkataan jeje yang paling bikin gue sakit hati ver!" bentak nawa.


"Na"


"Gue nyerah ver" nawa menyenderkan tubuhnya.


"maksud lo apa?"


"Gue udah capek ngejar ngejar jeje, hasilnya pasti berakhir kaya gini, gue relain jeje pergi tapi gue gak mau jeje sama  chindi dia cewek gak bener"


"Terus lo mau buat mereka putus"


"Gak, gue gak bakal buat mereka putus, yang gue mau jeje tau dengan sendirinya chindi itu cewek  yang seperti apa aslinya"


nawa menatap keluar jendela "gue bener bener udah capek, gue akan berusaha lupain dia"


vera tersenyum ke arah nawa "na kalo cape berhenti dulu aja, gue pasti bantu lo buat lupain kak jeje" ujar vera


"Harus, gue harus  lupain dia, emang seharusnya dari awal gue gak harus suka sama jeje, karna rasa  suka gue ke dia cuma buat  hancur persahabatan kita ver"


"Gue juga kaget na, waktu kak jeje bilang kaya gitu sama lo"


"Mungkin udah di racunin tuh otaknya sama si chindi"


"Gue yakin pasti ada satu pria yang bener bener cinta sama  lo nantinya,  tunggu waktunya  aja na" nawa tersenyum atas penuturan vera.


"Na  gue punya hadiah buat lo"


"Hadia?" Tanya nawa sambil menoleh ke arah vera.


Vera tampak mengambil sesuatu dari dalam tasnya "buat lo"


Nawa mengernyit menatap boneka kelinci yang vera sodorkan ke arahnya.


"Buat gue?" Tanya nawa sambil mengambil boneka itu.


"Gue beli buat adik gue tapi dia gak mau, jadi itu buat lo aja"


"Makasih vera, gue bakal sayangi boneka pemberian lo ini" ujar nawa sambil memeluk boneka itu.


Vera tersenyum menatap nawa.

__ADS_1


"Meski pun gue gak bisa dapetin jeje, gue seneng punya ini buat pengganti jeje" ujar nawa sambil menatap boneka kelinci itu.


"lo mau kasih nama gak bonekanya?"


"Ini cewek apa cowok sih?" Tanya nawa menatap vera.


"Eemm gue gak tau, kayaknya sih cowok"


"Kalau gitu gue kasih nama jeje"


"Kenapa jeje"


"Karna boneka ini molai sekarang jejenya gue, gak ada yang bisa pisahin kita" vera terkekeh mendengar perkataan nawa.


"Gak mau masuk kelas?"


"Gak, gue mau bolos, kalo lo mau masuk kelas masuk aja, kalo udah pulang telfon aja, nanti gue jemput"


"Beneran?"


"Iya"


"Yaudah"


...****************...


Nawa tengah menatap bunga bunga di dalam tokonya, ada beberapa pembeli namun itu bisa di atasi oleh sinta.


Di lihatnya jam tangan yang ia gunakan ternyata sudah siang, apakah vera udah pulang? Fikir nawa.


Nawa mengambil ponselnya dan mencari kontak vera, namun ia urungkan saat terpampang nama kakaknya di layar ponselnya.


Drrt ddrrt


"Hallo kakak montok" ujar nawa saat mengangkat panggilan kakaknya.


"Hai adik jelek"


"Ada apa kak?"


"Kakak rindu"


"Nawa juga rindu, nanti nawa main ke sana"


"kakak tunggu"


"siap kak"


"Adek tau gak"

__ADS_1


"Apa"


"Kakak sebentar lagi punya baby"


"Hah kakak hamil"  kaget nawa.


"Iya udah 1 bulan"


"Udah 1 bulan kenapa baru bilang ke nawa" kaget nawa.


"Hehehehe kakak lupa"


"kakak jaga kesehatan, jagain dede bayi"


"siap adik jelek"


Setelah mengakhiri panggilan telfon dengan kakaknya, ternayata vera mengirim pesan padanya kalau vera sudah pulang, nawa pun langsung keluar toko untuk menjemput vera.


...****************...


vera tengah berdiri menunggu nawa di bawah pohon, ia memilih menunggu di bawah pohon karna cuaca cukup terik siang ini.


bola matanya tak sengaja melihat jeje yang tengah berjalan menghampiri mobilnya.


"kak jeje!" panggil vera sambil berlari kecil ke arah jeje.


jeje yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah sumber suara.


"vera ada apa?" tanya jeje.


"kakak mau pulang"


"iya, lo mau bareng sama gue?"


"enggak, gue sama nawa"


"lo kenapa panggil gue?"


"gak ada rencana mau minta maaf sama nawa?" tanya vera namun jeje tak ada niatan menjawab pertanyaan vera.


"minta maaf itu seharusnya gak di rencanain kalau kakak punya rasa bersalah ya minta maaf"


vera menatap sekitarnya mencari mobil nawa, sepertinya nawa belum datang, fikir vera.


vera kembali menoleh ke arah jeje "gue yakin pasti hati nawa sakit banget sama ucapan kak jeje, di tambah lagi kak jeje orang yang nawa sukai pasti sakit banget"


vera melihat mobil nawa memasuki area kampus.


vera tersenyum ke arah jeje, ia menepuk pundak jeje "nawa gak kaya yang kakak dan orang lain kira, kalau aku jadi kakak aku gak gampang percaya sama berita yang tersebar tenyang nawa, seharusnya kak jeje udah faham sama sifat nawa kayak gimana, dia itu teman kecil kita kak"

__ADS_1


"aku permisi nawa udah nungguin" vera berlalu meninggalkan jeje yang kini tengah menatap punggungnya berjalan menghampiri nawa yang tengah bersandar di mobilnya.


jeje kini beradu pandang dengan nawa, mereka saling melemparkan tatapan dingin satu sama lain.


__ADS_2