
...Masya Alloh astaghfitulloh...
"jagain adik gue" ujar nawa pada egi di parkiran sekolah.
"siap kak" jawab egi di akhiri cengiranya.
"kakak hati hati di jalan" kata sinta.
"iya, kamu yang rajin ya belajarnya, kakak pamit"
"iya kak"
"assalamualaikum"
"waalaikumusalam" jawab keduanya.
"kakak anterin ke kelas yuk" ajak egi pada sinta.
"gak usah kak, sinta bisa sendiri" tolak sinta.
"gue di suruh jagain lo di sekolah sama kak nawa, nurut aja udah"
sinta menghembuskan nafasnya, ia menatap punggung egi yang berjalan di depanya.
sinta tak melunturkan senyumanya, ia sangat senang berkat nawa ia dapat merasakan bangku sekolah lagi, ia tak akan melupakan kebaikan nawa yang telah ia berikan.
"sin, gue boleh minta tolong sama lo?" tanya egi sambil mensejajarkan langkahnya dengan sinta.
"apa?" tanya sinta sambil mendongak menatap egi.
"nanti setelah jam istirahat lo kelapangan ya"
"ngapain?"
"bawain gue minum"
"gak bisa, aku kan harus masuk kelas"
"nanti jamkos"
"kata siapa?"
egi berhenti dari jalanya, ia menatap lapangan dari arah koridor yang cukup ramai, sinta yang melihat egi berhenti berjalan ia pun mengikutinya
"buat persiapan turnamen sekolah dan guru juga ada rapat"
"kok bisa tau?"
"apa sih yang gak tau bagi gue"
sinta melanjutkan jalanya.
"sin lo liat anak yang lagi main bola deh di lapangan" sinta menuruti perkataan egi, ia menatap lapangan yang ada beberapa anak lelaki tengah bermain bola.
"yang jadi kapten itu temen gue, kita beda kelas, mereka juga mau mempersiapkan buat turnamen lusa"
"nama dia siapa?"
"lo jangan coba coba suka sama dia, dia itu korban perjodohan orang tuanya"
"aku cuma nanya nama dia siapa"
"namanya Masya Alloh dari kelas subhanallah" sinta mendengus karna jawaban egi.
__ADS_1
"dan yang lagi duduk di pinggir lapangan itu temen gue juga, namanya astagfirullah dari kelas innalillahi"
"innalillahi?"
"hooh" egi bersedekap dada "kelas dia di juluki kelas inalillahi karna banyak musibah"
"musibah apa?"
"musibah banyak yang di tolak sama kelas sebelah"
"kalo ngenalin orang yang bener dong, masa namanya Masya Alloh sama astaghfitulloh"
"ya karna mencerminkan mereka, lo gak perlu tau nama aslinya"
"emang kenapa?"
"lo cukup tau nama gue aja" jawab egi sambil mengedipkan sebelah matanya
sinta memutar bola matanya malas "udah ya kak aku mau masuk kelas"
"sin jangan lupa minumnya ya nanti!" teriak egi.
...****************...
nawa tengah duduk di kantin kampusnya, ia tak memesan makanan maupun minuman hanya untuk menumpang duduk di sana.
nawa mengotak atik ponselnya mencari kontak seseorang.
"halo" ujar nawa saat menelfon seseorang.
"halo"
"ini raka bukan?"
"gue nawa temenya dodo"
"oohh nawa, lo dapet nomor gue dari siapa?"
"minta ke dodo, lo lagi di mana rak?"
"biasa, gue di bar"
"wiiihh gue main ke situ boleh gak"
"boleh banget lah, sering sering lo kesini"
"nanti gue ke situ"
"siap gue tunggu, lo bakal jadi tamu VIP gue" jawab raka di akhiri kekehanya.
"beneran nih"
"beneran lah"
"nanti pulang kampus gue ke bar lo"
"oke, lo belajar aja dulu sana yang rajin"
...****************...
kringg kringg
bel istirahat telah berbunyi, seperti pelajar pada umumnya sinta dan kedua teman barunya kini berjalan beriringan menuju kantin.
__ADS_1
sinta menoleh ke arah lapangan, ia tersenyum melihat egi yang tengah bermain basket, seketika ia teringat kalau egi menyuruhnya membawakan minum.
"nanti kalian cari bangku di kantin dulu ya, aku ada urusan" ujar sinta pada kedua temanya.
"balik lagi ke kantin kan sin?"
"iya"
setelah memesan beberapa minuman dingin ia pun berjalan meninggalkan kantin yang kini cukup ramai.
langkahnya kini menuju lapangan "banyak yang menonton ternyata" lirih sinta.
sinta mengedarkan pandanganya mencari keberadaan egi.
sinya tersenyum lalu melambaikan tanganya pada egi yang tengah berteduh di pinggir lapangan.
"nih" sinta menyerahkan plastik yang berisi beberapa minuman dingin pada egi yang kini sudah berada di hadapanya.
"makasih sin, tapi ini banyak banget"
"gak papa, sekalian buat yang lain"
"gue ganggu jam istirahat lo ya, gue kan bilangnya habis istirahat bukan pas istirahat"
"gak papa kok"
"nanti lo pulang sama gue ya" pinta egi.
"gak bisa kak nawa jemput"
egi mengambil ponselnya, ia memperlihatkan sebuah kiriman pesan pada sinta.
"kak nawa yang nyuruh sin"
sinta pun mengangguk "oke kalau gitu"
"mau ikut gue gak kesana sama yang lain"
"enggak kak, aku udah di tungguin di kantin"
...****************...
nawa memasuki mobilnya sambil bersenandung pelan.
"keadaan berbalik sekarang" lirih nawa "mudah bagi gue buat membalas lo chindi, semudah membalikan telapak tangan"
nawa bersender di kursi mobilnya sambil bersedekap dada, baru beberapa hari berita tentang nawa sangat hangat menjadi perbincangan, kini di tambah dengan berita chindi yang tersebar.
bukan hanya menyebarkan bukti bukti yang ia punya, ia juga berhasil menghack beberapa akun pribadi chindi dengan bantuan orang yang menjadi bawahanya.
"mari bermain chindi" lirih nawa.
nawa menjalankan mobilnya menuju rumahnya, ia hanya akan membersihkan tubuhnya yang sudah lengket lalu ia akan menuju bar milik raka.
"gue gak akan berbuat kaya gini sama lo chindi, tapi lo bener bener mau main main sama gue" gumamnya.
"kalo itu mau lo, ayo kita bermain" lirihnya dengan tatapan tajamnya.
nawa melirik ke bangku sebelahnya, ia tersenyum menatap boneka kelinci yang sengaja ia dudukan di sana sebelum berangkat kuliah.
"hai jeje, hari ini aku mau ke tempat raka, dia itu temenya dodo yang sekarang jadi temen aku juga" ujarnya di akhiri senyuman pada boneka itu.
"jeje mau temenin nawa gak, ya pasti jeje mau lah, iya kan?" ujarnya di akhiri kekehan.
__ADS_1