
nawa dan jeje kini bergabung di ruang makan bersama adit dan dodo.
"je, lo gak makan?" tanya dodo sambil mengambil tahu yang ada di piring.
"gak laper" jawab jeje sambil meminum air putih.
dodo yang sedaritadi asik mengunyah kini melirik ke arah nawa yang duduk di sebrangnya.
"na" panggil dodo di akhiri senyumnya "masakan lo enak banget, lain kali boleh dong masakin buat kita lagi"
"enak di lo repot di gue"
"sama temen gitu amat"
nawa tak menghiraukan perkataan dodo, ia melihat makanan di atas meja, nawa jadi merasa ngeri melihat kedua temanya itu makan, bisa bisa piring pun ikut di makan oleh mereka.
"berapa abad kalian gak makan?" tanya nawa.
sedangkan yang di tanya hanya penoleh, mereka tak menjawab karena mulut mereka sama sama penuh oleh makanan yang terus mereka masukan ke dalam mulut.
"hhhmm" nawa menghela nafasnya.
"sisain buat jeje" peringat nawa dan di angguki mereka berdua.
"jeje gak makan, emang gak laper?" tanya nawa pada jeje yang duduk di sebelahnya yang tengah fokus pada ponselnya.
"gak" jawab jeje tanpa mengalihkan pandanganya.
"mereka rakus banget, nanti kalo jeje gak kebagian makananya gimana?"
"gak masalah"
nawa memanyunkan bibirnya setelah mendengarkan jawaban jeje.
setelahnya hanya keheningan di sana, nawa yang hanya asik melihat kedua temanya makan dan jeje yang hanya fokus pada ponselnya.
...****************...
"alhamdulillah kenyang banget gue" kata dodo sambil mengelus perutnya.
"makasih nawa atas makananya, lo temen terbaik deh pokoknya" kata adit sambil memberikan jempol pada nawa.
"gue kan udah masakin buat kalian, jadiii kalian harus cuci piring sama alat yang buat masak tadi" kata nawa sambil tersenyum ke arah adit dan dodo.
"kita kan laki laki masa kita cuci piring" protes adit.
"kalian jangan enak nya aja, gue gak mau tau kalian harus cuci, sampe bersih"
"oke oke"
akhirnya mereka berdua pun mengalah, mereka pun bergegas mencuci piring bekas makan mereka dan peralatan masak yang kotor.
kini tinggalah nawa dan jeje di meja makan hanya keheningan di sana.
nawa melihat jam di tanganya sudah lewat jam enam ternyata.
nawa menoleh ke arah jeje "jeje liatin apa sih, fokus banget dari tadi nawa nya di cuekin"
jeje tak menghiraukan perkataan nawa ia lebih memilih fokus dengan ponselnya.
"jeje" panggil nawa, namun tak ada jawaban dari jeje.
"jeje, nawa boleh ikut liat gak" nawa menggeserkan kursinya agar bisa dekat dengan jeje.
"apaan sih lo, gak usah kepo lo" omel jeje sambil beranjak dari duduknya.
"jeje mau kemana!" nawa ikut berdiri dari duduknya dan mengikuti jeje dari belakang.
__ADS_1
jeje berhenti di ruang tv, ia memilih mengambil remot dan menyalakan tv nya.
"jeje, malam ini dingin yah" kata nawa sambil duduk di sebelah jeje dan menggapit lengan nya.
"na gue risih, lo bisa kan duduknya agak jauhan"
"nawa gak bisa jauh jauh dari jeje" nawa tersenyum ke arah jeje.
"dunia serasa milik berdua, kita mah ngontrak" ujar adit sambil bergabung duduk di ruang tv dan di ikuti dodo.
"kalian makin lama makin serasi ya" kata dodo.
"apaan sih" jeje menoleh ke arah nawa yang tengah tersenyum ke arahnya "lepasin tangan gue"
"gak mau" tolak nawa.
"udah lah je nikah aja sekalian sama nawa, masa kalah sama adik lo, dia aja udah nikah" kata adit dan berhasil mendapatkan lemparan bantal dari jeje.
"tapi bener apa kata adit, dari pada lo cari cewek di luar sana yang masih gak jelas, mending lo sama nawa"
"lo juga do, ngapain sih ikut ikut, hidup gue jadi gue yang jalanin mau sama siapa pun urusan gue, mending kalian aja sana sama si nawa"
"kok nawa kaya di lempar lempar gitu, nawa kan maunya sama jeje"
"guenya yang gak mau sama lo"
"udah lah, ribut mulu" adit menengahi mereka.
"na mending lo sama dodo aja sana, jomblo tuh" ujar adit.
"lah kok gue, lo aja"
"apaan sih kok gini!" bentak nawa sambil berdiri dari duduknya "gue bukan barang" nawa melangkah meninggalkan teman temanya.
"yah pergi tuh orang" gumam dodo.
"kalian kenal sama dia?" tanya jeje sambil memperlihatkan layar ponselnya.
"dia itu kan" dodo memperlihatkan wajah terkejutnya "lo suka sama dia?" tanya dodo sambil menutup mulutnya tak percaya.
"dia itu anak baru di kampus kita kan, yang jadi pelayan di cafe yang biasa buat kita tongrongan kan" tanya adit.
" lo suka sama dia je?" tanya dodo.
"eeemmm mu-mungkin"
seketika adit dan dodo membulatkan matanya tak percaya dengan kedua tangan menutupi mulut mereka yang terbuka karna terkejut.
"demi apa, seorang jeje mengakui bahwa dia suka seseorang" dodo kini heboh sendiri.
"dan cewek itu bukan nawa" kata adit sambil menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya.
"dia chat gue duluan, gue juga gak tau dia dapet kontak gue dari siapa" kata jeje.
"jadii lo mau deketin dia?" tanya adit.
"eemm mungkin" jawabnya sambil tersenyum.
"lo rela kehilangan nawa?" tanya dodo.
"apaan sih, gue sama dia cuma temen, dia aja yang anggep gue berlebihan"
nawa yang tengah berdiri, sehabis dari dapur untuk mengambil minum pun sudah mendengar percakapan mereka.
"jadi jeje cuma anggep gue temen" gumamnya sambil meremas gelas yang berada di tanganya.
"oke, kita buktiin aja, gue nawa angelika yang bakal dapetin jeje atau jeje yang bakal dapetin tuh si mahasiswi baru"
__ADS_1
'berjuang, semangat nawa!'
rasa haus nawa seketika lenyap begitu saja, ia mengurungkan niatnya meminum air yang sudah berada di gelas itu, dan berakhirlah minuman itu utuh dan di letakan olehnya di atas meja.
...****************...
nawa melihat jamnya "yaampun udah jam delapan"
nawa yang awalnya tengah asik memainkan ponsel di teras rumah jeje kini melangkah masuk kedalam rumah untuk menemui teman temanya.
setelah mendengar percakapan jeje, adit, dan dodo tadi nawa memilih mencari udara segar, ia yang tadinya hanya mengambil minum dan akan bergabung di ruang tv akhirnya ia urungkan.
"woy" panggil nawa sambil meletakan ponselnya di atas meja.
dodo dan adit yang tengah asik bermain video game dan jeje yang tengah memainkan ponselnya menoleh ke arah nawa.
"ini udah malem, kalian gak pulang?" tanya nawa sambil duduk di sebelah jeje.
"kita mau tidur di sini" jawab dodo.
"oohh" nawa menganggukan kepalanya mengerti " je" panggilnya.
"apa?"
"anterin nawa pulang, ini udah malem"
"lo gak bawa mobil?" tanya jeje.
"enggak"
"nyusahin lo, sana di anterin dodo aja" jeje kembali fokus pada ponselnya.
"je plis anterin nawa, tega banget sih sama nawa" nawa memanyunkan bibirnya "je plis anterin nawa, kalo di jalan nawa kenapa napa gimana"
"selama ini lo pulang sendiri gak papa kan"
"iihh jeje kok gitu sih, sekarang kan beda, nawa sekarang gak bawa mobil"
"do anterin nawa dulu sana" suruh jeje pada dodo.
"gue lagi sibuk" jawabnya yang tengah fokus memainkan game nya.
"dit anterin gih"
"kok gue lo aja sana"
'gue bukan barang, gue gak suka kalo udah kaya gini'
"do, dit kalian beneran gak ada yang mau anterin gue?" tanya nawa.
"gak" serempak mereka berdua.
"jeje juga gak mau anterin nawa?"
"gak"
nawa menghela nafasnya, kemudian ia beranjak dari duduknya.
"yaudah nawa pulang sendiri aja" sebenarnya nawa sedikit merajuk sekarang "jeje jangan lupa makan, ini udah malem nanti sakit" peringatnya, sedangkan yang di periangati tengah senyum senyum pada ponselnya.
"buat kalian berdua dodo sama adit, makasih gak ada yang mau nganterin nawa padahal nawa udah masakin cape cape"
seketika mereka perdua langsung menoleh ke arah nawa.
"gue juga mau bilang, nawa gak suka kalian yang suka ngoper ngoper nawa, gue bukan barang"
setelah itu nawa langsung pergi bergegas pulang, sebelum malam terlalu larut.
__ADS_1