AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
kerumah ayla


__ADS_3

Rara menarik ayla kesebuah butik baju ternama bernama alfinel , disana hanya orang kalangan atas yang bisa berbelanja disana.


" Ayla...lihat lah baju ini, sangat cocok untuk mu ".ucap rara menunjuk sebuah dres berwarna hitam dengan motif bunga sakura." Itu untuk kau saja , aku tak mau ".ucap ayla datar dan berjalan kesisi lain butik itu. Rara pun berdecak kesal." Pokoknya kau harus membeli ini ". gumam rara mengambil baju itu dan langsung mengikuti ayla.


Ayla berjalan menuju kearah baju pria , ia memilih beberapa jaket pria berwarna hitam, Agar saat melaksanakan misi , ia bisa menitupi wajahnya dengan rapih.


" Ayla...mengapa kau memakai baju pria, apa kau gila ,Kau itu perempuan ". kesal rara pada ayla, ayla pun menatap datar rara. " Ini bukan urusan mu, uruslah urusanmu sendiri ".ucap ayla datar dan langsung berjalan menuju kasir, Rara pun mengikuti ayla dengan kesal.


" Ini semuanya jadi 59 juta ".ucap seorang wanita muda, kasir dibutik itu.ayla pun mengangguk dan langsung memberikan kartu gold milik andreaz, kasir butik itu pun terperangah, hanya ada 10 orang didunia yang memiliki kartu itu.


"Jika ada waktu, silahkan kemari lagi nona ".ucap kasir itu tersenyum kearah Ayla dan Rara.Mereka berdua pun pergi menuju penjual es krim ,itu semua adalah permintaan dari Rara.


" Mas...es krimnya 2 yang coklat, ayla kau apa ??". tanya Rara." Aku tak mau es krim ".ucap ayla datar,Rara pun cemberut." Yang satunya vanila aja ".ucap Rara kepada penjual es krim itu, penjual itu pun tersenyum sambil mengangguk. "Baiklah dek...tunggu yah ".ucap penjual es krim itu.


Mereka berdua duduk disebuah bangku yang disiapkan untuk menunggu es krim.


Hiks..hiks...hiks...


Ayla menoleh melihat seorang anak lelaki sedang menangis mencari ibunya sambil duduk dibangku yang tidak begitu jauh darinya.

__ADS_1


" Nih...es krim rasa vanila, aku sengaja memesankan untukmu...eh ".ucap Rara kaget,karna ayla langsung mengambil es krim itu. " Tadi bilang tidak mau, ternyata kau mau juga, sampai tak sabaran seperti itu".kesal Rara menatap datar ayla.


"Yasudah...aku ingin ke toilet ,bajuku terkena es krim karna mu". ucap Rara berjalan menuju toilet dengan menghentakan kaki dengan kesal.


Hiks...ibu...


Ayla pun berjalan menuju kearah anak itu, setelah itu ia langsung duduk disebelah anak itu. "Si...siapa kau ".kaget anak lelaki itu. " Nih...". ucap ayla memberikan es krimnya pada anak lelaki itu.


" Apakah kau penculik ??".tanya anak lelaki itu memincingkan matanya. "Bukan..aku manusia ".ucap ayla datar.


" Aku juga tau kau itu manusia, yang ku tanyakan mengapa kau duduk disebelahku ". kesal anak lelaki itu.


" Aku bukan penculik, aku hanya ingin memberimu es krim, tangisan mu menggangguku ".ucap ayla setelah itu , ia pun berjalan menuju toilet untuk menyusul Rara.


" Siapa dia??...mengapa memberiku es krim ??".gumam anak lelaki itu menatap punggung ayla yang menjauh." Yasudah lah, tidak usah diambil pusing " ucap anak lelaki itu memakan es krim pemberian ayla.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Ayla berjalan menuju toilet mencari Rara , Tepat saat ia ingin masuk rara keluar sambil membersihkan bajunya.

__ADS_1


"Ayla...Kau kenapa menyusul kesini ??".tanya Rara bingung."Ayo kita pulang ".ucap ayla dingin menarik tangan Rara.


" Tapi...es krim ku ".teriak Rara."Nih...". ucap ayla menyerahkan es krim coklat milik Rara yang sudah mencair sedikit.


Mereka berdua keluar dan langsung memasuki mobil." Ya tuhan selamatkan rara ".gumam rara mencengkram sabuk pengaman itu. Ayla pun mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang, karna kesihan pada rara, rara pun membuka matanya saat merasa mobil itu berjalan dengan normal.


" Hah...akhirnya aku tak menderita, thanks you, honey ".ucap Rara terkekeh.


" Jijik..".ucap ayla datar, Rara pun tertawa terbahak bahak.


Ayla mengendarai mobil itu menuju rumahnya yang dulu, ia lupa...bagaimana keadaan mayat orang tuanya ???, mengapa ia bisa melupakan ini.


citttt.....


" Kita mau kemana ???".tanya Rara pada ayla. " Turun...".ucap ayla datar dan langsung keluar.Rara pun keluar dengan wajah masam.


Ayla berjalan menelusuri perumahan elit itu, Dan rara terus mengikutinya dengan wajah bingung. " Ayah...ibu ayla datang ". gumam ayla meneteskan air matanya.


Ia melihat rumahnya yang sudah tak terbentuk, ia menatap itu dengan nanar sambil menyentuh garis polisi yang melingkari area rumahnya."Ayla ...kenapa kita kesini,disini sangat menakutkan ".ucap Rara pada ayla, ayla hanya diam dan mengabaikan ucapan rara, dan langsung melangkah melewati garis polisi itu.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA, DAN JANGAN LUPA VOTENYA.


__ADS_2