
"Apaa...benarkah ?"Kaget Andreaz menatap Ayla dan Rara,Menurut pelacakan tuan virko memang benar,Bahwa salah satu anggota dari pembunuh bayaran itu akan datang kedalam pelelangan itu,Tetapi...kenapa Ayla dan Rara tidak menemukannya,Atau mereka sengaja tidak datang,Tetapi bisa jadi yang datang bukanlah pria bertangan satu itu,melainkan anggota lain.
"Hmm...mungkin dia tak datang."Ucap Ayla menatap lurus kedepan,Sam,Rara dan Erik hanya menyimak dengan pikirannya masing².
"Yasudah,Kita bisa mencari tahu ini nanti,Sekarang lebih baik kalian istrirahat."Ucap andreaz,Rara dan ayla mengangguk dan langsung meninggalkan ruangan itu.
Erik hendak berbalik,Namun langsung terhenti kala mendengar panggilan dari Andreaz.
"Eriik !"Erik menoleh dengan heran sambil berjalan mendekat kearah Andreaz.
"Ada apa paman ?"Tanya Erik bingung,Sam memutuskan undur diri dari sana.
"Erik,Aku ingin meminta sesuatu padamu."ucap andreaz,Erik segera duduk sambil tersenyum.
"Silahkan paman,Memangnya ada apa ?"Tanya Erik bingung.
"Tolong...jagalah Ayla,semakin kesini musuhnya semakin banyak."Ucap andreaz,Tersirat kekhawatiran diwajahnya.
Erik mengangguk patuh,Sejak pertama kali bertemu Andreaz,Erik sama sekali belum pernah melihat Andreaz sesayang ini dengan siapa pun,Tetapi kelihatannya Andreaz sangat menyayangi ayla.
"Paman,bolehkah aku bertanya sesuatu ?"Ucap Erik menatap lurus mata sayu milik Andreaz yang sudah mulai menua.
"Bertanya apa ?"Andreaz menatap Erik bingung.
"Sebenarnya kau memiliki hubungan apa dengan Ayla,mengapa kau terlihat sangat menyayanginya ?"Tanya Erik dengan heran.
Ia pernah berfikir,Andreaz berprilaku baik pada Ayla,Karna Ayla adalah penerusnya tetapi sepertinya ada yang aneh,Sepertinya pamannya itu memang sengaja menjadikan gadis itu ketua mafia disini,bukan hanya Karna alasan Ayla memiliki kehebatan yang luar biasa dalam bertarung.
"Apa maksudmu?"Ucap andreaz menatap Erik dingin,Erik pun menggeleng cepat sepertinya ia salah bicara.
__ADS_1
"Maafkan aku paman,jika pertanyaanku menyinggungmu atau membuatmu tak nyaman"Ucap Erik dengan tak enak,Andreaz bangun dari duduknya menatap hamparan kota dibalik jendela ruangan itu.
"Pertemuanku dengan Ayla bukanlah suatu kebetulan,Aku memang diperintahkan seseorang untuk menjaganya dan membuatnya menjadi gadis yang berhati keras."Ucap andreaz,Erik mencerna ucapan pamannya itu.
"Maksud paman?"Bingung Erik,Andreaz hanya tersenyum sambil menatap keindahan kota.
**
"Buenas noches Sr. Andres Amador, todo esta listo." Ucap seorang pria berumur 30 tahun menunduk dihadapan seorang pria lansia yang sedang tersenyum menatap sebuah foto.(Selamat malam tuan Andres Amador,Semuanya sudah siap.)
"Voy a ver a mi nieto, así que mantén este lugar seguro."Ucap pria lansia itu tak mengalihkan perhatiannya dari gadis kecil difoto itu.
(Aku akan menemui cucuku jadi jaga tempat ini agar tetap aman)
"Sí, señor Andrés amador, haremos todo lo que esté a nuestro alcance para proteger este lugar, mientras usted no esté aquí."Ucap pria itu menatap pria lansia itu dengan hormat.
"buen trabajo Jose, confío en ti"Ucap pria lansia itu pada bawahannya sambil tersenyum.
(kerja bagus Jose, aku percaya padamu.)
Jose keluar dari ruangan itu setelah menunduk hormat,Pria lansia itu merubah wajahnya menjadi sendu menatap seorang gadis yang masih terlihat sangat muda dan cantik didalam foto.
"Aninsyah, ¿por qué estás en contra de lo que dijo papá, ahora papá te perdió?."Ucapnya sendu,Menatap foto gadis muda itu,lalu beralih pada seorang gadis kecil yang sedang tersenyum hangat,wajah keduanya sangat mirip.
(Aninsyah, kenapa kamu menentang perkataan papah, sekarang papah kehilanganmu.)
"Perdona a papá que no puede cuidarte, Papa promete cuidar a tu hijo, es muy hermoso y se parece a ti."ucapnya tersenyum kembali menatap foto gadis kecil itu.
(Maafkan papah yang tidak bisa menjagamu, Papah berjanji akan menjaga anakmu, dia sangat cantik dan mirip denganmu.)
__ADS_1
**
BUKKKK....BUKKKK...BUKKK
"Sial...sial sial,Apa yang harus ku lakukan ,Apaa !!"Teriak seorang pemuda seperti orang gila sambil memukuli sebuah samsak.
"Den,ayo minum dulu dari tadi Aden terus mukulin itu tanpa istrirahat."Ucap seorang wanita parubaya dengan khawatir pada pemuda itu.
"Tidak,aku sedang kesal bi...jangan ganggu aku sekarang ."Ucapnya terus memukuli samsak itu.Membuat para pelayan dan pembantu serta sopir menjadi khawatir,Tak seperti biasanya tuan mudanya itu terlihat marah,bahkan mereka mengenal ia adalah sosok pemuda yang ramah dan polos.
"Kenapa ini ?"Tanya seorang pemuda yang baru saja memasuki rumah mewah itu.
"Itu den Arga,Aden arvin marah² GK jelas."Jawab salah satu pembantu ketakutan.
"Yauda bi,kalian semua keluar aja,ini semua biar saya yang urus."Ucap Arga dengan tenang,semua pelayan dan pembantu,serta sopir yang khawatir pun memilih untuk keluar,Karna mereka yakin bahwa Arga bisa menenangkan Arvin.
"Untuk apa kau kemari ?"Tanya Arvin cetus menatap tajam Arga,Arga mengangkat alisnya heran.
"Apakah aku tidak boleh kesini ?"Tanya Arga datar,Arvin pun memilih diam,Dan menjatuhkan tubuhnya dikasur.
"Capekk...!"Gumamnya menutup matanya,Arga memberikan jus yang berada dimeja yang tadi sempat dibawa oleh pelayan.
"Nih minum,ada sesuatu yang mau gw bahas sama Lo"Ucap Arga serius,Arvin pun bangun dan menerima jus itu.
"Apa?"Bingungnya.
"Bisakah kita bersaing secara sehat ?"Ucap Arga serius.
Jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.
__ADS_1