
3 TAHUN BERLALU.
Braaaakkk....
"Ayla...aku ingin sekolah !"Teriak seorang gadis sambil menggebrak meja.
Ayla pun memutar bangku besarnya,Menatap sahabatnya dengan wajah datar,Ia sudah berhasil mengelola perusahaan milik Andreaz,Walaupun umurnya masih terbilang muda,Yaitu 17 tahun.
"Ayolah Ayla...ku mohon,Kau mau kita tua hanya untuk berkerja,Ayla kita sudah menghabiskan masa kecil kita untuk belajar."Ucap Rara dramatis,Berusaha membujuk Ayla.
"Hmm..."Gumam Ayla.
Tok...tok...tok...
"Masuk !"Sahut Ayla.
"Eh maaf boss,ini ada berkas yang harus ditandatangani."Ucap sekretarisnya,Ayla pun mengangguk dan mengambil map itu.
Sedangkan Rara memilih untuk duduk pada bangku depan Ayla,Sekretarisnya itu masih fokus menatap Ayla,Takut terjadi kesalahan dengan berkas itu.
"Kerja bagus,Dan seperti biasa,Kaulah yang mengikuti rapat."Ucap Ayla datar.
"Eh...tapi boss,Pemilik tender ini ingin bertemu denganmu,Ia ingin kerja sama antara perusahaan kita dan dia berjalan dengan lancar."Ucap sekretarisnya.
"Apakah jika bertemu denganmu
,ini tidak akan berjalan lancar ?."Ucap Ayla datar,Sekretarisnya pun menggeleng cepat.
"Katakan padanya,Aku tidak bisa menemuinya,Dan jika dia mau membatalkan kerja sama ini,Aku menyetujuinya."Ucap Ayla datar.
"Tapi...bos,Ini adalah klien penting,Perusahaan kita bisa melonjak tinggi jika berkerja sama dengan perusahaan ini."Ucap sekretarisnya.
__ADS_1
"Hmm...aku tidak tertarik."Ucap Ayla datar.
"Baiklah jika seperti itu bos."Ucap sekretarisnya dan langsung berjalan keluar.
"Huh...kerja terus,Kapan kita akan main"Kesal Rara sambil memakan permen karet miliknya.
"Ayo ke markas."Ucap Ayla datar,Rara pun mengangguk semangat.
Mereka berdua berjalan keluar dari perusahaan,sepanjang perjalanan semua karyawan tak henti menyapa kedua gadis itu.
"Ayla...Sepertinya kita akan mendapatkan misi."Ucap Rara sambil menyetir,Kali ini mereka berdua menaiki mobil milik Rara,Karna Rara sedang tidak ingin mengalami senam jantung.
"Hmm...dari mana kau tau."Ucap Ayla datar.
"Aku menguping obrolan paman Sam,Sepertinya ini bukanlah masalah mudah."Ucap Rara.
"Dasar tukang nguping."Gumam Ayla.
"Bicara apa kau !."Ucap Rara curiga pada Ayla.
Tak lama,Mobil mereka pun berhenti tepat pada sebuah Gedung,Tempat markas mereka.Tanpa membuang waktu,Mereka berdua masuk kedalam,Saat masuk mereka disambut dengan penuh hormat.
Ayla dan Rara langsung berjalan menuju sebuah ruangan khusus,Dan langsung masuk kedalam sana.
"Halo paman !"Ucap Rara tersenyum senang.
"Halo Rara,Bagaimana dengan pekerjaan kalian ??"Tanya seorang pria parubaya sambil membalikan bangku besarnya.
Menatap Ayla,Dan Rara yang sudah tumbuh menjadi gadis cantik,Dan dewasa.
"Aku mempunyai misi untuk kalian berdua "Ucap Andreaz sepontan,Kedua gadis itu sama sekali tidak terkejut,Karna itu memanglah tugas mereka.
__ADS_1
"misi apa paman ??"Tanya Rara bingung.
"Biarku beritahu,Tapi bisakah kalian berdua duduk terlebih dahulu."Ucap Andreaz menatap kedua gadis itu yang dari tadi hanya berdiri.
"Hehe kami lupa paman"Cengir Rara,Dan langsung menarik Ayla untuk duduk.
Andreaz pun menatap kedua gadis itu,Sambil menutup laptopnya.
"Sore ini,Akan ada pelelangan senjata gelap,Ku harap kalian bisa hadir Disana."Ucap Andreaz tersenyum.
"Tapi paman,Misi kita apa jika datang kesana?"Bingung Rara,Ayla hanya menyimak dengan wajah datar.
"Nanti kau akan tau,Sekarang bisakah kau meninggalkan ku berdua dengan Ayla,Ada sesuatu hal yang harus ku bahas dengannya."Ucap Andreaz pada Rara.
"Ok paman baiklah,kebetulan aku sedang ada janji dengan paman virko."Ucap Rara tersenyum sambil berpamitan,Andreaz pun membalasnya dengan senyuman menawan.
Setelah kepergian Rara,Ayla pun menatap Andreaz bingung.
"Ayla...Apakah kau masih ingat siapa pembunuh orang tua mu ?"Tanya Andreaz,Seketika wajah Ayla berubah semakin dingin.
"Aku tidak akan pernah melupakannya "Ucap Ayla dengan mata tajamnya.Andreaz pun tersenyum.
Sejak kecil,Andreaz selalu mengalihkan pembicaraan saat Ayla bertanya tentang pembunuh kedua orang tuanya,Karna menurut Andreaz saat itu belum lah tepat,Karna kemampuan Ayla belum cukup untuk melawan para orang licik itu.Dan ia takut Ayla bersikeras untuk membunuh dan mencari pembunuh kedua orang tuanya,Dan itu bisa berbahaya untuk keselamatan Ayla.Dan menurutnya sekarang adalah waktu yang tepat untuknya mengetahui semuanya,Karna ia sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa.
"Dia akan datang ke dalam acara pelelangan itu Ayla."Ucap Andreaz.
"Baiklah,Aku akan langsung menghabisinya."Ucap Ayla penuh penekanan,Karna amarah yang memuncak.
"Tenang Ayla,Ingat pesanku...bahwa amarah bisa membawamu kepada kekalahan."Ucap Andreaz serius,Ayla pun mencoba mengatur emosinya agar lebih stabil.
"Pembunuh kedua orang tuamu,Bukanlah seorang anggota mafia,Tetapi mereka adalah pembunuh bayaran."ucap andreaz.
__ADS_1
"Dia ditugaskan oleh seseorang untuk membunuh kedua orang tuamu,Aku belum mengetahui maksudnya melakukan pembunuhan itu"Lanjut andreaz.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.