AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
berhasil !


__ADS_3

"Masih berani kau berbicara seperti itu gadis kecil,Ingatlah...kau sedang tidak aman sekarang !" Ucap Riki terkekeh.


"Hmm...aku ingin bertanya"Ucap Ayla datar,Riki pun menatapnya dengan tanda tanya.


"Apakah didalam anggotamu,Ada yang mempunyai anggota bertangan satu ??"Tanya Ayla datar.


"Pfftt....hahaaa.....kau sedang bergurau ya,Mana mungkin aku mau menerima anggota yang mempunyai tangan satu."Ucap Riki terkekeh,Ayla pun mengangguk.


"Sudahlah tidak usah berbasa basi lagi,Apa keinginan terakhirmu ?."Tanya Riki mengarahkan pistolnya pada Ayla.


"Aku ingin memfoto dirimu om"Ucap Ayla datar,Lagi² Riki pun terkekeh.


"Jadi...diam² kau mengagumiku...hahaa...jika memang kau mengagumiku,kau tak perlu repot² menjadi musuh ku gadis kecil."Ucapnya dengan wajah menyeringai senang.


"Hm...aku ingin memfoto mu tanpa nyawa."Lanjut Ayla,Seketika tawa diwajah Riki pun terhenti.


Riki pun segera mengarahkan pistolnya kearah Ayla,Dan menekan peletuknya,Namun wajahnya menjadi bingung saat peluru itu tak keluar dari pistolnya.


"Apakah kau kehabisan peluru om ?!."


Riki pun menatap para bawahannya,Para bawahannya yang mengerti pun mengarahkan pistolnya pada Ayla,Namun mereka pun mengalami hal yang sama dengan Riki,peluru dalam pistol mereka telah habis,Dan mereka memang sengaja tak membawa stok peluru,Karna mereka berfikir,bahwa lawan mereka hanyalah para anak kecil yang mampu diatasi dengan mudah.


"Sial..."Gumamnya.


Ayla tersenyum manis,Ia sengaja membuat Riki dan para bawahannya kehabisan kesabaran hingga terus menggunakan senjata api itu,Dan ternyata benar,Riki dan para anak buahnya terperangkap dengan permainannya.


"Pistol yang kau gunakan adalah CZ 75,Yang hanya bisa menyimpan 16 atau 17 peluru,Dan kau menggunakannya dengan boros."Ucap Ayla datar.


Riki pun menatap Ayla dengan terkejut,Gadis kecil itu mengetahui jenis pistol yang kini telah ia gunakan bersama anak buahnya,Artinya dia memanglah sengaja menjebaknya agar menghabiskan semua pelurunya bersama para anak buahnya.

__ADS_1


Sial...Ia tak menyangka bahwa gadis kecil itu bisa berfikir sangat jauh,Dan lihai....


Ayla pun mengarahkan senapannya,Menembak satu persatu bawahan dari tuan Riki,Sedangkan Riki dan para bawahannya sedang asik mengeles,Dan mencari pistol yang masih terdapat peluru.


"Ayla...Erik pingsan !."Teriakan Rara membuat Ayla tersadar,Bahwa itu bukan saatnya untuk bermain.


"Sebenarnya aku masih ingin menyiksa kalian,Tetapi...keadaan tidak memungkinkan."Gumam Ayla,Ia pun mengambil gas beracun dan langsung melempar kearah Riki dan para anak buahnya.


"Matilah dengan perlahan."Ucap Ayla menyeringai.


Tak lama terdengar suara yang sangat berisik dari arah udara,Lalu turunlah sebuah helikopter,Rara pun memasukan Erik kedalam helikopter itu,Ternyata itu adalah Sam yang datang untuk menolong mereka.


"Astaga ! Erik kau kenapa !"Kaget Sam melihat putranya yang berwajah pucat serta darah yang terus mengalir pada punggungnya.


Ayla pun berlari menuju helikopter itu,Dan langsung segera naik tanpa menutup pintunya.Dibawah para anak buah Riki serta Riki terlihat mencengkram dadanya,Sepertinya gas beracun itu mulai merusak organ tubuh mereka.


Ayla pun meminum sebuah botol pemberian Sam,Itu adalah penawar dari racun itu,Karna Ayla tadi sempat mencium gas beracun itu,Dan memang Ayla merasakan sesak walaupun hanya terasa sedikit sakit,Karna ia menghirupnya hanya sedikit.


"Kami hanya sedang mencoba kemampuan kami paman."sahut Rara dengan susah,Sam pun kembali fokus mengendarai helikopter itu.


Angin berhembus dengan kencang,Ayla menatap Riki dan anak buahnya,Ia pun mengambil sesuatu didalam kantungnya.


Ia melempar benda itu kearah Riki dan para anak buahnya yang sudah berbaring lemah.


"Semua sudah berakhir..."Gumamnya.


BLEEEDDDDDAAAAARRRR.....!!


Semua bangunan itu roboh,Dan terbakar,Karna Ayla telah melempar sebuah bom,Bertujuan agar semua yang ia lakukan tadi tidak bisa dilacak oleh seorang polisi.

__ADS_1


Rara tersenyum menatap Ayla,Yang kini sedang menatap keindahan kota,Karna sejak tadi Ayla hanya berdiri didepan pintu helikopter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hmm...le,Gw denger bokap Lo bakal pergi keluar negeri."Ucap Arga sambil menatap sebuah belati dengan seksama.


"Lah...terus gimana cara kita buat hancurin perusahaannya ?!."Ucap Arvin bingung.


"Kita tunda sampe dia pulang."Ucap Leon datar,Ia pun mengambil sebuah pistol.


"Kalian ngerasa GK sih,Kita jarang main sejak rencana balas dendam ini,Padahal kita masih bocil."Celetuk arvin


"Lo aja kali yang bocil"Ucap Arga tak terima,Yah umur mereka memang baru menginjak 15 tahun.


"kita seumuran."Ucap arvin datar.


Arga pun berjalan menuju sebuah ruangan,Dimana ruangan itu adalah tempat mereka bertiga menyimpan semua senjata ilegal yang mereka beli.


Arga meletakan sebuah belati itu dengan hati² disana,Sambil tersenyum,Arvin dan Leon pun mengikutinya.


Arvin mengambil sebuah pistol,Ia terkekeh sendiri sambil melihat pistol itu.


"My angel...Arvin pengen banget ajak kamu kesini,kamu Pasti seneng."Batin Arvin menatap semua senjata itu.


Sedangkan Arga,Ia mengambil sebuah pisau lipat,Dan langsung tersenyum.


"Kecil namun mematikan,Cocok buat Ayla."Gumam Arga tersenyum.


Leon pun menatap datar kedua sahabatnya itu,Ia memilih keluar dari ruangan itu dan kembali mencari cara untuk menghancurkan papahnya itu.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.


__ADS_2