AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Pembunuhan lagi !!


__ADS_3

Dikantin Ayla dkk makan dengan tenang,Namun lagi² terjadi kericuhan Disana,Para murid dikantin berteriak histeris saat seorang siswa terlihat kejang kejang,Dan langsung memuntahkan darah yang sangat banyak.


"Ih...jorok,Dia kenapa sih ??."Ucap rara jijik,Menatap siswa yang masih kejang² sambil memuntahkan darah."Racun..."Ucap Ayla datar,Arvin,Erik dan Rara pun menatapnya.


Ayla pun kembali melanjutkan makannya dengan tenang,Sedangkan Arvin,Erik dan Rara merasa tidak bernafsu setelah melihat pria itu memuntahkan darah dari mulutnya.


"Ayla...maksudmu racun apa ??."Tanya Arvin bingung,Ayla pun mengangkat bahunya acuh,Ia tak peduli,Lagi pula sebentar lagi siswa itu pun akan mati.


Dan benar saja,Siswa itu berhenti kejang²,Dan langsung meninggal,Seisi kantin pun sibuk berbisik dan bertanya tanya apa yang telah terjadi pada siswa itu.


"Sial GK ada pemberitahuan disini."Ucap rara bingung sambil menatap tabletnya,Bukankah setiap siswa yang mati Karna pembunuhan itu,Selalu dihilangkan datanya,Lalu mengapa siswa itu tidak hilang,Datanya masih lengkap.


Ayla hanya diam,Ia mengambil tissue dan langsung membersihkan mulutnya.


"Andreee !!!."Teriak seorang gadis menangis kencang memeluk tubuh siswa yang telah mati itu,Semua siswa dan siswi yang berada di kantin pun sibuk berbicara.


"Ih...serem..."


"Sebenarnya siapa sih pembunuhnya."

__ADS_1


"Huwaaa...gw mau pindah."


"Gw denger Andre baru nolak cinta Lovita ya."


"Iya kesian Lovita."


"Itu sih karma karna dia nolak Lovita."


"Ih...tapi Lovita kayaknya sayang banget sama dia."


Ayla menatap datar kumpulan orang yang sedang bergosip itu,Didalam benaknya ia berfikir.Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pria yang sudah mati itu pria itu sedang dipeluk oleh gadis cantik,Yang ia ketahui bernama Lovita.


Terlihat Lovita menangis kencang,Memeluk tubuh Andre,Membuat seisi kantin merasa iba,Namun tidak dengan Ayla,Ia hanya menampakan wajah datar,Bak seorang iblis yang tak punya hati.


Ayla menyerahkan sebuah tissue dihadapan Lovita,Lovita pun menerimanya dengan wajah lugu,Dan sedihnya.


"Terima kasih."Ucapnya pada Ayla,Ayla pun mengangguk,Lovita menggosok tissue itu pada wajahnya,Namun saat mengusap matanya,Ia merasa matanya sangatlah perih.


Lovita pun menatap Ayla dengan tatapan yang berbeda,Namun Ayla hanya tersenyum tipis.Ia akan membuat Lovita mengejarnya tanpa harus ia kejar.

__ADS_1


" Ayo pergi.."Ucap Ayla datar,Ketiga temannya pun mengangguk.


Ayla,Arvin,Erik dan rara berjalan dengan santai meninggalkan kantin,Ayla tersenyum tipis setelah tau bahwa Lovita sudah mengincarnya untuk dibunuh,Ayla sudah sangat hafal dan tau bagaimana setiap tatapan yang orang berikan,Dan ia bisa tahu apa orang itu berbohong atau tidak hanya lewat tatapan.


Dan saat melihat Lovita,Ayla sadar bahwa Lovita bukanlah gadis baik,Dia seorang psikopat,Yang memiliki tatapan intimidasi,Dan Ayla sengaja memancingnya,Dengan memberikan tissue bekasnya,Pada Lovita...agar ia marah dan mencoba membunuh Ayla.


"Ayla...mengapa kau sangat tenang,ingatlah tugas kita,Di depan matamu terjadi pembunuhan,Dan kau hanya diam !."Ucap rara tak habis fikir.


Arvin menatap ketiga orang itu dengan bingung,Tak tau harus berbicara apa,Ia sungguh trauma dengan pembunuhan.Dan yah...ia baru saja ingat bahwa Leon dan Arga sedang menunggunya di rooftoop.


"Hm...my angel,Aku...pergi ya."Ucap Arvin terbata.


"Hm..."Gumam Ayla,Arvin pun berjalan dengan kaku,Ternyata banyak sekali pembunuhan disekolahnya.


"Bagaimana ini,Apakah kita akan gagal kali ini."Ucap rara bingung,Ia paling tak suka kegagalan.


"Tidak...kita akan segera menemukan pelakunya."Ucap ayla datar.


"Ha...bagaimana !!."Teriak Rara dan Erik bingung.

__ADS_1


"Dia sendiri yang akan datang pada kita,kita Tidak perlu mencarinya."Ucap Ayla datar,Ia pun berjalan menuju kelas dengan santai,Erik dan Rara pun mengikutinya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.


__ADS_2