
Didalam sebuah ruangan yang terlihat sangat kotor, Dengan keadaan banyaknya darah yang berceceran karna darah dari sang korban.Seorang gadis terduduk pada sebuah bangku tua,Sambil tersenyum evil.
"Beraninya kau merendahkan ku ."Geram seorang gadis mengepalkan tangannya,Menggenggam sebuah tissue di tangannya.
"Boss....Terlalu banyak darah disini,Kita bisa ketahuan."Ucap seorang pria parubaya pada gadis itu.
Hhhhhhhhhh........
Pria parubaya itu,Serta semua bawahannya pun menelan selivanya kasar,Mendengar tawa gadis itu membuat mereka bergetar.
"Jika ada yang berani datang kemari,Kita habisi saja..."Ucap gadis itu tersenyum bringas.
" Tapi Bos...tuan Riki melarang anda untuk membunuh orang dalam beberapa bulan ini."Ucap pria parubaya itu lagi,Pria parubaya itu pun langsung memundurkan tubuhnya saat gadis gila itu mengarahkan sebuah pisau padanya.
"Hhhh...Kau ketakutan !."Tawanya lagi,Pria parubaya itu hanya diam,Gadis dihadapannya benar² gila.
"Bos...tuan Riki berpesan agar anda tidak menggunakan senjata tajam,Karna sekarang kita dalam bahaya."Ucap salah satu Bawahan.
" Seseorang telah mengirimkan anggota mafia kedalam sekolah ini,Dan mereka menyamar sebagai murid bos,Untuk menyelidiki keberadaan kita."Lanjutnya.
"Aku tak peduli...Akan ku habisi semua,Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan ku."Ucap Lovita tersenyum bringas dengan wajah yang di penuhi cipratan darah.
Lovita pun mengambil sebuah belati didalam tasnya,Para bawahannya terkejut.
"Akan ku habisi kau gadis bodoh hhhh...."Ucapnya tertawa lagi.
"Nona...tenanglah,Jangan gegabah,Kita bisa ketahuan ."Ucap pria parubaya yang tadi sempat berbicara dengannya.
__ADS_1
"Diamlah bodoh...aku akan memberi hadiah pada gadis itu,Jika kau menghalangiku,Jangan salahkan aku bila kau tak akan mempunyai nyawa lagi."Ucap Lovita menatap para bawahannya dengan senyuman yang sangat mengerikan.
Para bawahannya pun hanya bisa menurut,Jika tidak mereka bisa mati,Karna bosnya yaitu tuan Riki sangatlah menyayangi gadis itu.
.
.
.
Rara mengutak Atik tabletnya,Berharap menemukan jawaban dari pertanyaan yang berada di otaknya.
"Why...Dia bukan murid pinter,Datanya tidak hilang lalu...mengapa dia bisa mati,Atau...memang ada orang lain yang menginginkan kematiannya."Gumam Rara bingung,Ia merasa kepalanya sangatlah pusing memikirkan itu.
"Hm...mungkin saja."Ucap Erik datar.
Sedangkan Ayla hanya sibuk membaca bukunya,Untuk apa memusingkan itu semua,Bahkan pelakunya pun sudah berada didepan matanya.
Ayla pun menutup bukunya,Ia menatap kedua rekannya itu.
"Lovita..."Ucap Ayla datar,Erik dan Rara pun terlihat kebingungan,Beberapa menit kemudian,Rara pun menjentikkan jadinya.
"Ah...aku mengingatnya, Lovita bos dari Leon es."Ucap rara senang karna berhasil memecahkan pertanyaan diotaknya sendiri.
"Hmmm..."Gumam Ayla datar.
"Leon es,Jadi...dialah yang melakukan pembunuhan masal disekolah ini,Ternyata benar dia salah satu murid disini."Ucap Erik,Rara dan Ayla pun mengangguk.
__ADS_1
"Lalu...murid ini,Apa hubungannya dengan Lovita,Mengapa dia dibunuh,Bukankah yang dibunuh hanya murid pintar dan mendapat peringkat saja."Ucap rara menunjukan foto Andre dari tabletnya,Siswa yang Mati tadi.
"Penolakan..."Ucap Ayla datar,Rara dan Erik pun mencerna dengan seksama,Mereka sudah terbiasa dengan sifat Ayla yang sangat dingin.
Akhirnya mereka pun mengerti ucapan Ayla setelah lama berfikir,Andre mati Karna menolak cinta dari Lovita.
"Hm...seperti itu,Hanya karna itu ia membunuh orang,Benar² gila..."Gumam Rara tak habis fikir.
Jangan heran mereka bisa mengerti ucapan Ayla yang hanya satu kata,Mereka memang memiliki otak yang pintar,Itu sebabnya Andreaz percaya bahwa mereka bertiga bisa membangun organisasi mafia miliknya.
"itulah cinta,Indah tapi mematikan."Ucap Erik tersenyum menatap Ayla.
Ayla pun bangkit,Ia merasa seseorang sedang memata matainya,Tak lama senyum smirk terpampang pada bibir ranumnya.
"Kau mau kemana Ayla ?."Tanya Rara bingung menatap Ayla yang bangkit dari duduknya.
"Bersiaplah, Dia sudah dekat..."Ucap Ayla tersenyum tipis yang hampir tak terlihat,Rara dan Erik pun menelan selivanya susah,Tidak mengerti ucapan Ayla.
Ayla berjalan menuju toilet,Orang itu terus mengikutinya,Ia pun hanya bersikap tenang.Orang itu tersenyum evil sambil mengikuti langkah Ayla.
Saat sampai di toilet,Ayla pun membelokan langkahnya,Menuju loker yang letaknya berada didekat toilet.
Lovita tersenyum menatap punggung ayla yang sedang membuka lokernya,Ia merasa itu adalah momen yang tepat.
"Mati kau gadis bodoh ." Gumam Lovita melayangkan belati itu.Ayla pun bergeser kearah samping,Hingga belati itu menusuk loker Ayla.
Lovita terkejut,Gagal....Apa yang akan dipikirkan oleh Ayla,Ia pun menjadi panas dingin melihat banyaknya siswa dan siswi yang berlalu lalang menuju toilet,Ia segera menyembunyikan belatinya.
__ADS_1
"Apakah kau ingin menusukku ??."Tanya Ayla datar,Lovita langsung mendongak,Para siswa dan siswi yang mendengar pun menjadi terpaku Disana.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.