
Erik,Rara,Dan Ayla sedang berada disalah satu perumahan sepi,Karna dikitnya masyarakat yang menempati.
"Ay...Mau sampe kapan kita disini ?."
Ayla menoleh dengan wajah datar,Menatap Rara yang kini sedang memasang wajah bete.
" Kita tunggu beberapa jam lagi ."
Ayla pun kembali menghadap depan,Saat Erik berbicara,Ia harus fokus untuk menangkap semua dalang dari pembunuhan masal disekolah itu.Setelah itu,Ia bisa kembali memulai hidupnya tanpa harus bertemu orang banyak.
Erik Menarik Ayla dan Rara untuk mengumpat,Mereka bertiga pun mengintip.
"Akhirnya mereka Dateng ."Gumam Rara merasa lega.
Mereka memang sengaja menjebak Riki,Dan para anak buahnya itu datang ke tempat itu,Jika ia tak datang,Maka mereka tak akan mau memberikan mayat Lovita pada mereka.
Terlihat seorang pria parubaya menangis sambil menunduk,Saat melihat mayat dari Lovita,Sepertinya ia sangat menyayanginya.
"Aku bersumpah akan membunuh mereka dengan tangan ku sendiri !!."
Teriakan pria parubaya itu,Terdengar sangatlah murka,Ayla,Erik dan Rara pun keluar dari tempat persembunyiannya.
Riki,Dan para bawahannya pun menatap Ayla dkk,Dengan pandangan bingung, Tapi setelah salah satu anak buahnya membisikan sesuatu padanya,Wajahnya pun menjadi merah seperti ingin meledak.
"Kalian pembunuh Lovita ! "
Ayla pun menatap datar pria parubaya itu,Sama sekali tak ada ekspresi Disana.Sedangkan Erik dan Rara hanya memutar bola matanya malas.
Mereka bertiga pun bersiap untuk memulai pertarungan,Karna jika lengah sedikit,Nyawa mereka bisa saja hilang,Karna banyaknya lawan yang membawa senjata.
__ADS_1
Ayla mengumpat di balik tembok,Begitu pun pada Erik dan Rara.Terjadilah aksi tembak menembak.
DOR.....DOR.....
Ayla berlari dibalik mobil,Dan kembali menembak para anak buah Riki,Riki pun mencoba membidik Ayla.
"Mati kau...!"
Dorr....
Erik meringis,Dengan darah yang mengalir deras,Setelah melihat musuhnya ingin menembak Ayla,Ia pun segera berlari dan memeluk Ayla.
"Erik...apa kau tak apa ?!."Ucap Rara terkejut.
Erik pun menggeleng dengan lemah,Ia tak bisa membohongi rasa sakit pada tubuhnya,Ditambah tubuh kecilnya baru kali ini menerima luka seperti ini.
Ayla pun menatap para musuhnya dengan tatapan Datar,Ia lelah mendapatkan rasa sedih,Dan Lelah melihat orang yang ia sayang pergi,Kali ini ia tak akan membiarkan siapa pun orang terdekatnya mati dihadapannya,Walaupun ia harus kehilangan nyawanya.
Saat sudah sampai pada mobilnya,Ia pun bersembunyi,menghindari puluhan tembakan peluru itu,Sembari mengeluarkan sebuah senapan yang terlihat besar di tubuh kecilnya.
Itu adalah senapan bernama Ak-47,yang jika digunakan mampu membuat orang mati dalam satu kali tembak,Senjata mematikan itu sengaja ia pilih untuk membunuh para musuhnya.
Jenis senapan serbu,Senapan yang memiliki kecepatan peluru 710 menit,Dengan panjang 415 mm.
Riki dan para anak buahnya kebingungan,Saat Ayla tak muncul²,Dari persembunyiannya dibalik mobil,Namun setelah beberapa menit,Mereka terkejut saat Ayla menembakan sebuah senapan dengan cepat,Dan itu membuat banyaknya para bawahannya tumbang.
"Sial...tembak dia dengan semua peluru kalian !!"Teriak Riki kesal.
Para anak buahnya pun mengangguk,Ayla kembali bersembunyi,Ia tersenyum smirk dibalik persembunyiannya,Ia merasa seperti sedang bermain sebuah permainan,Tetapi bedanya saat ini,Yang akan ia habisi Adalah manusia asli.
__ADS_1
Riki pun kesal,Dan menyuruh para anak buahnya untuk menembaki mobil tempat Ayla bersembunyi,Agar mobil itu meledak,Suara tembakan pun kembali bergemuruh pada tempat sepi itu,Ayla tersenyum sinis mendengar ucapan Riki pada anak buahnya itu.
" Orang bodoh."Gumamnya.
Ayla berjalan menjauh dari mobil dengan mengumpat,Tanpa disadari oleh Riki dan anak buahnya.Setelah sampai Ayla pun tersenyum,Dari jauh ia melihat keadaan Erik yang sudah lemah dengan wajah pucat,Sedangkan Rara terus menangis sambil menepuk wajah Erik.
Wajahnya yang dingin berubah menjadi sendu,Hatinya terasa kosong dan hampa,Berulang kali ia menghembuskan nya,Namun rasanya beban itu malah semakin menimpah tubuhnya.Matanya pun memanas,Sebutir air mata menetes pada mata indahnya,Ia rindu suasana hangat keluarganya.
DHAAAAAARRRR.....
Ayla segera menghapus air matanya,Saat mendengar ledakan itu,Ia pun mengintip dan melihat bahwa mobil tempatnya mengumpat tadi sudah meledak.
Riki dan para bawahannya pun tersenyum menatap mobil itu meledak Karna tembakan dari para anak buahnya,Namun senyum itu hilang saat ia tak melihat Ayla berada Disana.
Wajah cantik Ayla pun muncul dibalik banyaknya asap itu,Membuat Riki dan anak buahnya menjadi menggeram.
"Apa kau tak malu,Mencoba membunuh anak kecil "Ucap Ayla datar.
Riki dan para anak buahnya pun saling pandang,Dan kembali menatap dirinya.
"Aku mencari pembunuh dari Lovita,Bukankah itu kau" Ucapnya dengan ragu.
Ia merasa bingung sekarang,Benarkah gadis kecil dihadapannya yang telah membunuh Lovita,Hampir ia tak berfikir Karna terbawa emosi.
" Ya aku yang membunuhnya ."Ucap Ayla datar.
Riki pun menatapnya dengan tatapan tajam,Ternyata benar gadis itu yang membunuh Lovita,Tetapi...ia masih ragu bahwa gadis kecil dihadapannya itulah yang telah membunuh Lovita.
"Hahaa...kau sedang bergurau gadis kecil !."Tawanya kencang,Para bawahannya itu ikut tertawa dengan keras.
__ADS_1
" Kau terlalu bodoh om "Ucap Ayla datar,Membuat tawa Riki dan anak buahnya berhenti.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.