
Arga dan Arvin menatap ruangan megah bernuansa putih hitam itu dengan kagum,Sekilas ruangan itu terlihat biasa.Namun,Ada beberapa senjata berbahaya didalam sana.
Dan yang membuat mereka terpaku adalah seorang Lelaki berkepala tiga sedang duduk santai sambil meminum kopi.Lelaki itu tersenyum menatap mereka dan Ayla.
"Ayla kamu sudah pulang?"Lelaki itu bangun dari duduknya berjalan menuju Ayla,Arvin dan Arga.Andreaz menepuk pundak Ayla beberapa kali.Membuat Arvin dan Arga kebingungan,Sebenarnya siapa dia?
"Ayla kamu boleh pergi sekarang."Ujarnya kembali,Ayla mengangguk dan langsung keluar,Kedua pemuda itu menatap kepergian Ayla dengan bingung.
"Tenang,Kalian akan tetap bekerja bersama Ayla.Ayla hanya akan pergi sebentar saat ini."Ucap andreaz yang mengetahui maksud tatapan kedua anak muda itu.
"Hehe...om,Sebenarnya siapa?"Ucap Arvin dengan wajah canggung.Arga pun menyikut perutnya.
"Diam kau!"Kesal Arga,Karna menurutnya Arvin tidak sopan.Ia yakin lelaki parubaya itu pasti bukan orang biasa disini,Karna Ayla menghormati lelaki itu.
"Kalian silahkan duduk."Ucap andreaz kembali duduk di bangku besarnya.Kedua pemuda itu segera duduk.
"Perkenalkan nama saya andreaz,Ketua pertama organisasi mafia ini,Selamat bergabung."Ucap andreaz tersenyum,Namun entah mengapa Arvin dan Arga merasakan tekanan yang kuat didalam ruangan itu,Apakah ini yang di namakan aura pemimpin?
"A-Aku Arga."Ucap Arga tergagap.
"Kau seperti nerd!"Arvin tertawa geli menatap Arga yang sampai ketakutan hanya dengan mendengar ucapan andreaz.
"Upss...maaf om."Arvin menyadari kesalahannya yang tertawa bebas di hadapan ketua mafia kejam itu.
__ADS_1
"Tidak papa,Saya senang kalian bergabung.
Saya harap kalian tidak berkhianat kepada kami.Jika kalian berkhianat...bersiaplah menatap kegelapan didalam hidup kalian."
Gleg...!!
Arvin dan Arga menelan selivanya kasar,Mengapa orang tua ini membuat tekanan yang begitu kuat.Lagi pula bagaimana mungkin mereka mengingkari janji untuk membantu Ayla.
"Ayla adalah ketua sekarang.Dia pendiri perusahaan...dan memiliki keahlian dalam seni beladiri dan senjata apa...Aku harap kalian bisa mempelajarinya darinya."Ucap andreaz tersenyum.Seketika Arvin dan Arga melongo mendengarnya.
"Ayla...ketua?"Gumam Arvin terkejut.
"Dia sempurna."Ucap Arga tersenyum penuh arti.Andreaz pun tersenyum.
"Om...tenang saja,Arvin akan mempelajari semua dan juga selalu bersama Ayla."Ucap Arvin tersenyum.
"Aku akan berusaha,Dan aku pastikan bahwa kami tidak akan berkhianat.Kami akan memberikan seluruh informasi yang kami punya."Ucap Arga serius.
"Tempatkan kami selalu di sisi Ayla om."Ucap Arvin beralih memijat pundak andreaz.Andreaz pun terkekeh dengan tingkah laku Arvin yang cukup menggemaskan.
"Dasar penjilat!"Erik datang dengan wajah kesal.Ia datang bersama Rara yang sedang tersenyum senang.
"Cuci mata...cuci mata..."Gumam Rara menatap wajah tampan Arvin.Hah menyegarkan.Batin gadis itu tersenyum.
__ADS_1
"Siapa itu penjilat om?"Tanya Arvin dengan wajah polos menatap andreaz.Arga memutar bola matanya malas menatap Arvin yang selalu menggunakan sifat bodohnya untuk membodohi orang.
"Aku pun tidak tahu."Jawab andreaz terkekeh.
"Paman!."Erik mengerang kesal.Mengapa pamannya malah tidak membelanya.
"Tidak ada penjilat disini."Arvin terkekeh sambil memijat pundak Andreaz dengan watadosnya.
"Menggemaskan sekali."Gumam Rara terpesona.
"Owh iyaa...Kita harus saling mengenal dan dekat,Karna kami akan bergabung bersama kalian menjadi bawahan Ayla..."Ucap Arvin dengan senang,Yang justru membuat Erik kebakaran jenggot.
"Paman!Apalagi ini?!."Erik meremas rambut prustasi,Bukankah ia dan Rara sudah cukup berada di sisi Ayla?.
"Mereka bisa membantu Ayla memberikan informasi mengenai kematian kedua orang tuanya."Ucap andreaz.Erik yang tidak terima kembali mengurungkan niatnya.Ayla lebih penting dari rasa cemburunya.Namun ia tidak bisa menutupi rasa tidak sukanya.
"Terserah paman saja!."Kesal Erik keluar dari ruangan dengan wajah kesal.
"Jangan lupa tutup pintu,Om andreaz pasti ingin beristirahat!."Ucap Arvin sambil memijat andreaz.
Braaakk!!
"Yaampun pintunya di banting."Arvin berpura-pura kaget.Arga pun mengusap wajahnya kasar.Temannya memang tidak tahu malu.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen kalo suka sama ceritanya.