
Terlihat seorang pria parubaya berambut putih berjalan di bandara,dengan beberapa orang bodyguard yang menjaga dan membawa barang miliknya.
"Kita sudah sampai tuan,tuan Jose sudah membeli rumah yang akan anda tempati,mari saya antar."Ucap seorang pemuda,itu adalah teman Jose,sekretarisnya yang kebetulan mempunyai teman di negara ini,bernama Ahmad.
Jose meminta tolong kepada Ahmad temannya untuk memilihkan rumah atau mansion yang tepat untuk bosnya itu.
"gracias"Ucap pria parubaya itu tersenyum.
Pria itu tersenyum lebar,memperlihatkan keriput tipis pada matanya ,jujur untuk pertama kalinya ia datang ketempat itu setelah beberapa tahun tidak kesana.
"el abuelo te encontrará ayla."Gumamnya tersenyum.
**
Leon sudah dipindahkan kedalam ruang inap VIP,ia harus menginap dirumah sakit Karna lukanya yang cukup parah,Matanya terbuka menatap ke sekeliling,silaunya lampu membuatnya menyipitkan matanya.
"Dimana gadis itu."Gumam Leon,ia pun memaksa untuk bangun,para suster yang melihat pun terkejut.
"Kamu butuh sesuatu dek?"Tanya seorang suster dengan bingung menatap Leon yang tiba² bangun.
"Saya mau cari musuh saya."Jawab Leon kesal,suster itu pun menggeleng kan kepalanya ,tak habis fikir dengan sang pasien menyusahkan itu.
"Apa kamu mencari gadis yang membawamu tadi?"Tanya suster itu,yang tadi sempat melihat Leon yang tidak mau ditinggal oleh Ayla.
"Heum...dimana dia?"Jawab leon dengan wajah dingin plus jutek.
"Ohh...dia tadi pergi deh,katanya kalo kamu sudah sadar,bilang kalo biaya rumah sakit sudah dia bayar."Ucap sang suster,membuat darah Leon mendidih seketika.
"Kurang ajar,dari kecil kenapa sih dia punya hobi rendahin gw terus."Batin Leon mencengkram selimut dan kasur.
__ADS_1
"Yasudah saya tinggal dulu ya dek,kamu makan bubur dulu aja tuh."Ucap suster menunjuk semangkuk bubur yang berada dimeja.Lalu ia pun pergi dari sana.
"Sialan...tadinya gw GK tega buat Lo menderita,tapi Karna lu buat kesel gw terus,GK akan ada kata kesian lagi buat Lo cewek kutub !"Teriak Leon kesal.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka,memperlihatkan dua orang pemuda yang memasuki ruangan itu dengan wajah datar.
"Kenapa lo "Bingung Arga menatap keadaan Leon.
"Kalian berdua kenapa bisa tau gw disini"Bingung Leon.
"Iyalah,lagian lu ilang tiba²...jadi mau GK mau kita ngelacak keberadaan Lo."Ucap Arvin datar,Masih kesal dengan pembahasan kemarin.
"Hmm..."Dehem Arga,kedua pemuda itu pun memilih duduk bersama pada sofa ruangan itu.
Kedua tatapan tidak bersahabat itu terus menatap Leon dengan intens,meski mereka sedang menunggu penjelasan mengapa Leon bisa masuk rumah sakit.
"Sorry gw lupa kabarin kalian,tadi gw abis kena tembakan."Ucap Leon,kedua pemuda itu pun seketika menatap Leon.
"Hmm...gpp,gw GK tau siapa orangnya."Ucap Leon dengan cepat,terpaksa ia berbohong.
"Huh...pasti tuh orang punya dendam pribadi sama lu le,makanya mulut lu tuh dijaga untung cuma ditembak,coba kalo disantet,mati lu "Ucap Arga nyeleneh.
"Gila kali,GK mungkin lah mereka berani nyantet gw."Ucap Leon datar,Arvin hanya memasang wajah cemberut seperti seorang anak yang baru saja tidak diizinkan bermain.
"Yauda kalo lu gpp,ayo Arga kita pulang aja."Ucap Arvin dengan mulut manyun kesal.
"Mulut lu Napa abis disengat lebah?"Tanya Leon dengan watados,diantara mereka memanglah Arvin yang memiliki sifat agak aneh dan kekanakan.
Arvin segera menubruk Leon sambil menggebuk pelan luka itu,hingga Leon sedikit meringis.
__ADS_1
"Uda..Weh,gw bisa mati !!"Teriak Leon yang sedang dipukuli oleh Arvin,Sedangkan Arga hanya asik tertawa kencang.
Pintu ruangan terbuka membuat ketiga pemuda itu menoleh,Ayla masuk dengan wajah datar bagaikan seorang patung.
"Ayla ."Kaget ketiganya,Leon langsung mendorong Arvin hingga ia tersungkur menabrak Arga.
"Aduh...sakit nj*r"Umpat Arga memegang janggutnya yang terpentok kepala Arvin.
Dengan watadosnya Ayla menaruh sekantung buah apel itu diatas meja,Lalu ia kembali melangkahkan kaki untuk keluar.
"Eh...Ayla,kok bisa ada disini?"Tanya Arvin,mungkin ia sudah tak seperti dulu,ia sadar bahwa Ayla tak nyaman dengan sifatnya yang seperti itu.
"Hmm...ngasih buah."Ucap Ayla sambil memegang handle pintu.
"Ayla...!"Teriak Arga,Ayla pun menoleh.
"Kita ketemu lagi."Ucapnya tersenyum senang.
Leon pun memutar bola matanya malas,melihat kedua teman yang seperti monyet saat melihat sebuah pisang yaitu Ayla.
"Ayla kupasin !"Teriak Leon seperti memerintah,sungguh ia sudah tidak sanggup untuk berpura pura lembut.
Ayla hanya menoleh sekilas,dan langsung membuka pintu dengan cepat dan keluar,Ketiga pemuda itu pun melihat kepergiannya dengan nyalang.
"Huh...tarik nafas...buang,Arvin GK boleh posesif apa lagi terlihat mengejar,nanti dia ilfel."Ucap Arvin menenangkan dirinya sendiri.
"Hmm...ga jelek,mau diliat dari mana pun tetep ganteng,mungkin gw kurang skin care kali ya,Tapi kan gw Uda putih..."Gumam Arga menatap pantulan hanphonenya,ia ingin melihat apa kurangnya ia sehingga Ayla tak tertarik padanya,padahal disekolah ia termasuk jejeran pemuda tertampan.
Lagi² Leon memutar bola matanya malas,gagal sudah ia menjalankan rencananya,Digigitnya apel itu dengan kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.