
"Akhaaa..hikss...maaf,Tolooong....lepaskan aku !!."
Pekikan suara Lovita terdengar sangat nyaring,Membuat semua anggota bergedik ngeri.
"Ulangi !."
"Ku...ku mohon padamu,tolong lepaskan aku !!"
"Ulangi !."
"Hiksss...ku mohon !"
Tangisan itu semakin kencang,Saat Ayla mulai menguliti kulit mulusnya,Ia tak mengerti,Ia baru tau ada orang yang lebih kejam dari dirinya.
Erik,Dan Rara menatap kejadian itu dengan pandangan ngeri.
"Ku mohon !."Lovita sudah mulai lemah,Saat Ayla mengupas kulitnya pada bagian perutnya,dengan senyum evilnya.
"Ulangi ."Ayla sangat suka mendengar suara permohonan seseorang untuk hidup,Rasanya seperti mendengar alunan musik yang merdu.
"Erik !."
"Ya...Ayla ."Erik datang dengan wajah bingung.
"Ambilkan air,Dan lemon."Ucap Ayla datar.
Erik pun menuruti saja,Lagi pula ia tak memusingkan apa pun yang akan Ayla lakukan,Baginya kebahagian Ayla adalah utama.
"Kkaau...mau apa ?!."
Tubuh Lovita bergetar,Menatap wajah cantik Ayla yang menurutnya seperti seorang iblis.
__ADS_1
"Siapa atasanmu ?!."
Lovita menatap Ayla dengan terkejut,Ia pun menarik nafasnya dalam,Dan menjawab dengan gemetar.
"Aku tak punya atasanmu ?!."
Jawaban yang diberikan Lovita membuat wajah Ayla menjadi lebih menyeramkan,Yah...wajahnya memanglah sangat cantik,Di usia mudanya,Yang masih dibilang masih di bawah umur,Tapi...perilakunya seperti iblis tak punya hati,Yang haus akan siksaan.
"Ayla...ini ."
Ayla mengambil air Dan lemon pemberian Erik,Erik pun kembali keluar,Ia tak suka menatap tubuh Lovita yang terlihat,Karna bajunya yang sudah sobek,Bahkan hampir seluruh tubuhnya terlihat.
"Aaahh..."
Kaget Lovita mendapat siraman dari ayla pada wajahnya,Ayla tak suka melihat musuhnya sudah mulai lemas,Ia lebih suka musuhnya masih terlihat frees.
" Ku tanyakan terakhir kali,siapa atasanmu ?!."
"A..apa yang kau lakukan !"
Ayla tak menghiraukan,Ia terus memainkan pisau lipat itu diwajah Lovita hingga wajah mulus itu terlihat sangat menyeramkan,Lovita pun mulai kehilangan kesadarannya.
Dengan cepat Ayla kembali menyiramnya dengan air dingin,Lovita pun kembali sadar,Rasa perih dan sakit menyelimuti tubuhnya,Ia sudah pasrah,Tubuhnya sangat lemah sekarang.
Hampir seluruh tubuhnya dan kulitnya telah tersayat,Ditambah kini...Ayla meneteskan air lemon pada setiap lukanya,Membuat lukanya terasa sangatlah perih.
"Hikss...sakit,ku mohon hentikan...tolong !."
Lagi dan lagi Lovita memohon belas kasih dari Ayla,Namun bukan wajah iba yang ia lihat,Melainkan sebuah senyuman kegembiraan,Tolong siapa pun selamatkan nya dari iblis dihadapannya.
Ayla memfoto keadaan Lovita yang sangat menyedihkan itu,Lalu ia pun tersenyum dengan gembira,Lovita menggelengkan kepalanya dengan tak percaya.
__ADS_1
"Kau...Kau iblis !! ."
Ayla menatap Lovita dengan wajah datar,Iblis...baru kali ini ada yang memanggilnya iblis,Ia pun tersenyum...
"Akhaaaa....."
Lovita memuntahkan darah,Saat ayla merobek perutnya menggunakan sebuah pisau tajam.
" Ulangi..."
"K..Kau iblis..."
Gumam Lovita,Pandangannya mulai memburam,ia sudah tidak kuat,Akhirnya ia pun tewas Karna darahnya yang terus mengalir deras dari tubuhnya.
"Ck..."Decak Ayla.
"Rara ."
Rara datang dengan langkah yang cepat,Ia pun menatap Ayla dengan wajah bingung,dan langsung menatap dengan terkejut dan takut melihat mayat Lovita yang sangat mengenaskan.
" Apakah kau sudah tau dimana markasnya ??."Tanya Ayla datar sambil membersihkan tangannya,Rara pun mengangguk.
"Kirim mayat itu pada bosnya."
Rara pun mengangguk,dan menyuruh para bawahannya membungkus mayat Lovita,Dan mengirimnya ketempat bosnya,Rara tak berani melihat mayat itu.
Setelah selesai,Ayla pun keluar dari sel dan berjalan keluar dari ruang bawah tanah itu,Rara dan Erik pun mengikutinya.
Ayla memasuki kamarnya,Begitu pun Rara dan Erik yang juga pergi menuju kamarnya masing².
"Hmm...Kapan aku bertemu dengannya,Aku akan membuatnya membayar semua ini dengan sangat menyakitkan."Gumam Ayla datar.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.