AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Arhad!


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa,Ayla keluar dari ruangannya dengan baju Serba hitam,Hari ini ia akan pergi mengambil misi kembali.


"Selamat pagi Ayla."Sapa Erik dan Rara,Saat Ayla telah sampai di meja makan.


"Hmm...pagi."Jawab ayla datar.


"Menurut kalian hari ini misinya apa yaa?"Tanya Rara.


"Entah."Jawab Erik.


"Hey...selamat pagi para anak muda!"Sam dan andreaz masuk dalam ruang makan.


"Pagi paman!"Jawab Ayla dkk.


"Hari ini,Kalian tidak ada misi,Aku ingin kalian liburan."Ucap andreaz tersenyum.


"Whaaaa asiiik!!"Teriak Rara girang.


"Tapi,Aku ada tugas untuk kalian."Ucap andreaz tersenyum.


"Tugas apa itu paman?"Tanya Erik.


"Bisakah kalian memilih dan membeli tanah untukku,Aku Ingin membuat markas baru."Ucap andreaz tersenyum.


"Wah...itu,gampang paman...kami bisa kok."Ucap Erik sigap.


"Oke,Selesaikan dulu sarapan kalian."Ucap andreaz.


Beberapa menit berlalu....

__ADS_1


"Kami sudah selesai paman,Sekarang kami akan pergi membeli tanah yang paman minta."Ucap Rara tersenyum.


"Okey,Ini ada berkas tentang tanah yang ingin di beli,Ingat lebar dan luasnya harus sama dengan yang berada Disana."Ucap andreaz.


"Baik paman!"Sahut Rara.


"Kami pamit dulu paman."Ucap Erik,Ketiga remaja itu pun berangkat menggunakan mobil seperti biasa.


"Hey,Menurut kalian tanah apa yang harus kita beli,Bagaimana jika tanah yang berada di sekitar sungai kemarin,Bukankah itu bagus?"Ucap Erik terkekeh.


"Diam kau,Atau aku tendang kau dari sini...sudah cukup kau membuatku ketakutan.Lihat saja,jika kau mengulanginya lagi aku akan memcekikmu."Ucap Rara dengan tangan yang melingkari leher Erik.


"Haish,Kau galak sekali."Ucap Erik terkekeh.


Kedua remaja itu saling ribut,Mungkin tidak mungkin ada ketenangan bila kedua orang itu bertemu.


Ayla menatap keluar kaca mobil,Pemandangan kota cukup padat pagi ini,Banyak mobil berlalu lalang dengan cepat Karna takut terlambat untuk bekerja.


"Mana mungkin,Kitakan sudah biasa lolos,Lagipula polisi tidak akan mengenali kita,Kita selalu berganti mobil."Ucap Erik.


"Sombong kau!"Kesal Rara.


"Lewat rumah sakit."Ucap Ayla,Rara pun menoleh bingung.


"Untuk apa?Memangnya kau ingin kesana?"Rara bertanya.


"Tidak,Hanya ingin lewat."Ucap Ayla datar.


Erik pun menuruti saja,Menurutnya Ayla adalah seseorang yang penuh pertimbangan dalam setiap ucapannya.


Ketiga remaja itu melewati salah satu rumah sakit besar dikotanya,Rumah sakit itu agak ramai dengan beberapa pasien kecelakaan dan beberapa pasien yang sedang mencoba mencari udara segar.

__ADS_1


"Hey,Itu bukannya anak lelaki tampan waktu itu,Sedang apa dia Disana?"Bingung Rara,Menatap kearah rumah sakit itu.


Mata Erik dan Ayla tertuju pada tunjukkan Rara,Rahang Erik mengeras,Sedangkan Ayla hanya menatap itu dengan bingung.


Leon,Pemuda itu naik kedalam sebuah mobil yang didalamnya terisi seorang pria parubaya,yang penampilannya bisa dibilang tidak biasa.


"Jadi,Dia bersekutu sama arhad,Ternyata kebencian gw ke dia bukan tanpa alasan!"Ucap Erik menatap tajam.


"Erik,Memangnya dia siapa?"Bingung Rara.


"Dia arhad,Musuh bebuyutan paman andreaz dan papah,Paman andreaz udah lama memburu dia."Ucap Erik,Ia pun menjalankan mobilnya mengikuti mobil arhad yang berisi Leon.


Ayla memilih untuk diam,Mungkin arhad tidak ada hubungannya dengan kedua orang tuanya.


Kalau begitu,Ia tak perlu mencurigai Leon yang tiba² mengatakan menyukainya.


"Sial,Ternyata si brengs*k itu berkomplotan sama tuh tua Bangka."Ucap Erik mengeraskan rahangnya,Dengan tangan yang mencengkram stir dengan keras.


Ayla terpaku,Tepat dihadapannya ia melihat pria bertangan satu itu,Pembunuh orang tuanya,sedang berbicara dengan arhad dan Leon.Ayla mengeraskan rahangnya,Tangannya mengepal kuat.


"Ayla,Erik sabar...kita ga boleh gegabah,inget kita ga bawa anak buah sekarang,Lagipula paman andreaz akan kecewa kalo kita bertindak sembarangan,Kita bisa tenang dulu,Kita cari tau dulu dimana tempat markas mereka."Ucap Rara menatap Ayla dan Erik yang seperti binatang buas yang sedang menatap mangsanya dengan taring tajam.


Ayla pun sadar,Benar...jika ia melawan mereka semua sekarang,Ia pasti kalah jumlah,apalagi ia sedang membawa Rara dan Erik,Ini akan bahaya untuk kedua temannya.Walaupun ia tahu keduanya siap mati untuknya,Namun ia tak mau mengorbankan siapapun didalam dendamnya dengan musuhnya.


"Oke,Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan."Batin Ayla mengusap dadanya dengan setenang mungkin.


"Mundur!"Ucap Ayla.


"Apa!Kenapa?"Kaget Erik,Ayla tidak pernah mundur melawan siapa pun.


"Turuti perintah saya sebagai ketua!"Ucap Ayla dingin,Erik pun memundurkan mobilnya dengan pelan agar tidak ketahuan,Setelah itu mobil itu meninggalkan wilayah sekitar sana.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen kalo seru.


__ADS_2