AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Misi baru.


__ADS_3

Hari ini,Ayla kembali bersiap menyelesaikan misi.Tanpa polesan apapun dan rambut terikat Ayla keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi Ayla!"Andreaz,Rara,Erik tersenyum padanya,Yang membuatnya terpaku adalah dua anggota baru yang baru saja bergabung ikut memberikan senyum menawan untuknya.Namun tidak berefek apa pun pada Ayla.


"Pagi."Jawabnya singkat.


"Kamu dingin banget,Aku mau jadi matahari boleh?"Arvin bertopang dagu sambil menatap Ayla.


"Gombalan Lo gk akan berefek apa pun sama Ayla,Ayla gk akan pernah Mandang Lo."Ucap Erik tersenyum sinis.


"Yakin?Itu mah kamu kali yang kaya gitu."Ucap Arvin meledek.


khukk!!


Rara memberikan segelas air pada Erik dengan wajah terkekeh,Di pagi yang cerah ini rasanya lebih berwarna,Karna biasanya keadaan akan sepi dan sunyi,Tapi Karna keributan menggemaskan kedua pemuda itu mencairkan suasana yang sunyi itu.


"Gw bunuh ya Lo!."Erik melayangkan pistol pada Arvin yang duduknya tepat di sebelah Ayla,Sedangkan ia berada di depannya.


"Turunin."Ayla mengatakan dengan nada tegas sambil menatap tajam Erik.


"Tapi...dia."Erik menghentikan ucapannya kala melihat wajah dingin Ayla.


"Makasih yaa udah belain aku."Ucap Arvin menyenderkan kepalanya diatas pundak Ayla.

__ADS_1


"Sini kau."Arga menarik kepala Arvin dari pundak Ayla dengan cukup keras.


"Aduh,Kalian para buaya gila tidak bisa yaa membuatku tenang?"Kesal Arvin.


"Kau yang gila,Sekarang makan dan diam.Atau aku akan menendangmu."Ucap Arga kesal.


"Ayla...dengarkan lah,Mereka semua tidak suka padaku,Aku ingin di tendang."Dengan wajah memelas.


"Makan sekarang,Waktu kita tidak banyak."Ucap Ayla dengan dingin.


Khukk!


"Aku butuh air."Arvin berpura-pura batuk,Ayla pun memberikan segelas air yang memang berada di sebelahnya.


"Makasih Ayla,Kamu memang peduli padaku."Ucap Arvin tersenyum.


"Sabar,Aku tau kau sedang panas."Bisik Rara terkekeh,Sangat seru menurutnya.


"Arvin sialan,Aku tidak akan melepaskanmu nanti."Gumam Arga menggertak gigi.


Sedangkan Arvin malah sibuk tersenyum menatap wajah kesal kedua pemuda yang sedang iri dengannya.


"Aku harus lebih agresif."Batinnya bangga.

__ADS_1


......................


"Apa misi kita hari ini?"Tanya Erik dengan serius.Kelima orang itu sedang ingin melakukan misi yang di berikan oleh andreaz.


Ayla menyetir dengan Arvin yang duduk disebelahnya.Dibelakang pun ada Arga,Erik dan Rara.Sudah pasti mereka ribut terlebih dahulu tadi.


"Menangkap penculikan anak,Seorang pengusaha meminta bantuan pada kita untuk menemukan anaknya."Ucap Ayla dengan dingin.


"Wah!Kita akan bertemu anak-anak?Aku sangat suka anak-anak.Ayla kita bisa belajar menjadi orang tua untuk anak kita nanti."Ucap Arvin tanpa rasa malu.


"Rara...pinjamkan aku pisaumu."Ucap Erik dengan tangan mengepal.


"Hey untuk apa?"Rara terkekeh.


"Aku ingin menyobek mulut busuknya itu."Ucap Erik menatap Arvin kesal.


Sedangkan Arga hanya membuang muka,Kesal namun itu adalah temannya.Apa yang harus ia lakukan?.


"Sejak kapan kau belajar ucapan bodoh seperti itu?"Ayla berkata dengan dingin,Mendengar ucapan Ayla,Membuat Arga dan Erik tersenyum senang.Pemuda itu pasti akan di omeli oleh Ayla.


"Sejak aku mengenalmu,Aku menjadi orang bodoh,Kau ingat pertemuan pertama kita di mall waktu itu??"Ucap Arvin.


"Aku mulai mempelajari perkataan bodoh itu,Dan hatiku berlabuh bersama mu."Lanjut Arvin tanpa rasa malu.

__ADS_1


"Hmm...kau memang aneh."Gumam Ayla tersenyum tipis.Erik dan Arga pun kembali memasang wajah kesal.


Jangan lupa like dan komen kalo suka sama ceritanya.


__ADS_2