
KEESOKAN HARINYA.
Ayla menjalankan mobilnya menuju perusahaannya,Hari ini Rara tidak ikut dengannya,Gadis itu ingin bersantai dan berpesta didalam markas dengan beberapa anggota.
Ditengah perjalanan,ia melihat sebuah mobil berwarna hitam mengikutinya,Merasa ada yang janggal,ia pun membelokan mobilnya memasuki gang sempit yang jarang ada penduduk,Dan benar saja mobil hitam itu terus mengikutinya.
Ia pun menambah kecepatan mobilnya,Bagai pembalap ahli ia terus mengebut seperti orang gila,terlihat mobil hitam itu seperti kesulitan mengejarnya.
Pengguna mobil hitam itu pun kebingungan saat ia tak menemukan sosok yang ia ikuti sedari tadi,Pemuda itu turun dari mobilnya.
Pemuda itu pun terkejut saat mendapatkan ujung pistol yang tepat berada didepan keningnya.Ia pun menoleh menatap terkejut gadis yang sedang menodongkan sebuah pistol kepadanya.
"Mengapa kau mengikutiku?"Ucap Ayla datar,Leon mengangkat tangannya keatas sambil menelan selivanya kasar.
"Aku..."
DORR....!!
__ADS_1
Suara tembakan memekikkan telinga,Ayla terkejut melihat Leon yang tiba tiba melindunginya dari sebuah peluru yang melesat hampir mengenainya.
Leon terjatuh dengan punggung berdarah,dari mulutnya keluar sebuah darah....
"Kau tidak papa ?"Tanyanya menelungkup kan wajah Ayla,Ayla segera menepisnya,Ayla tak menjawab hanya memasang wajah datar,ia memapah Leon memasuki mobilnya,pemuda itu menatap Ayla bingung.Lalu Ayla pun berputar memasuki mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya.
"Gadis ini,kenapa dia biasa saja saat melihatku terluka Karna menyelamatkannya."Batin Leon kesal,tak sesuai yang ia harapkan.
"Akhhh..."Ringisnya,Mencoba menarik perhatian Ayla,wajah gadis itu sama sekali tak ada raut khawatir,ia tak mengetahui apa yang ada dipikiran gadis itu.
"Aku mengikutimu Karna aku tau ada yang mencoba mengancam keselamatanmu,jadi aku terus mengikutimu,Karna aku PEDULI padamu"Ucap Leon menekan kan kata 'Peduli' dengan mata yang terpejam menahan sakit.
"Aku tidak bisa menjauh darimu,aku sadar bahwa aku menyukaimu."Ucap Leon sambil tersenyum semanis mungkin.Ayla sama sekali tak menoleh seakan aspal dan pepohonan disepanjang jalan lebih menarik.
Ayla pun menambah kecepatan laju mobilnya,Menuju rumah sakit tak berselang lama ia telah sampai pada halaman salah satu rumah sakit terdekat.
"Turun."Ucap Ayla datar,Leon menoleh dengan bingung.
__ADS_1
"Turun,obati lukamu."Ucap Ayla memberikan segepok uang kepada Leon tanpa menoleh.
Leon mengepalkan tangannya,Menatap Ayla yang menganggapnya seperti pria miskin yang tak bisa membayar rumah sakit sendiri.
"Tak perlu,aku bisa membayarnya sendiri."Ucapnya cetus,hilang sudah semangatnya untuk membuat gadis itu tergila gila padanya.
Ia pun keluar dari mobil itu dengan tertatih tatih,Ayla memandangnya dari mobil,Entahlah menurutnya pria itu sangat menyebalkan.
Leon tak sengaja tersandung hingga ia terjatuh,ia pun merasakan luka tembakan itu menjadi sangat sakit,Ia menyesal telah melukai dirinya sendiri demi mendapatkan perhatian gadis itu.
"Sial."Gumamnya menahan sakit dipunggungnya,Matanya pun menajam saat melihat sebuah tangan terulur kearahnya.Ayla mengangkat alisnya datar,menarik paksa lengan kekar pemuda itu kearah pundaknya,ia pun memapah Leon menuju pintu rumah sakit.
Para suster berdatangan sambil membawa sebuah brankar,Leon pun berbaring Disana,hatinya terus mengumpat kesal.Melihat Leon sudah tertidur dibrankar dengan keadaan yang semakin lemah,Ayla pun memutuskan untuk pergi,Tetapi pemuda itu menahan tangan gadis itu.
"Temani aku."Ucapnya tak lama matanya terpejam,Para suster segera membawanya kedalam ruang ICU.Ayla pun berdecak kesal,Leon benar² menyusahkan.
Perilaku Leon yang aneh membuat Ayla merasa heran,dulu Leon sangatlah membencinya,Tetapi sekarang pria itu malah mendekatinya dan melindunginya,Bukankah itu aneh.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.