AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Menyamar


__ADS_3

"Ayla,Apa kita akan diam saja?"Tanya Erik sambil melajukan mobilnya entah kemana.


"Tidak,Ini bukan waktu yang tepat."Ucap Ayla sambil berfikir.


Apa kematian kedua orang tuanya berkaitan dengan Leon,Apa Leon juga berkomplot dengan para pembunuh Bayaran itu,Ia harus menyelidiki ini,Tetapi ia jadi teringat...bahwa Leon akhir² ini bersikap aneh padanya,Apakah ini ada hubungannya dengan hal itu.


Ayla pun terlihat mengotak Atik tablet milik Rara,Sedangkan Rara dan Erik terbiasa dengan keributan yang mereka ciptakan disetiap situasi,Setelah beberapa menit Ayla pun berbicara.


"Belok kearah jalan bunga."Ucap Ayla.


"Itu,bukannya jalan kearah sebuah sekolah?"Bingung Rara.


Ayla tidak berbicara,Rara pun mengerti bahwa ketuanya mempunyai hal untuk menjadi privasi,Ia tak berhak mengikut campurinya.Sedangkan Erik pun berfikir demikian,Setelah beberapa menit mobil itu berhenti disebuah sekolah SMA menengah,Sekolah itu terlihat cukup elit.


"Hey,Kau sedang apa?!"Bingung Rara melihat Ayla mengambil sebuah kacamata besar dan pengikat rambut untuk mengepang rambutnya,Ia juga memakai penghitam kulit.


"Menyamar."Ucap Ayla datar,Ia segera turun dari mobil.Rara dan Erik menatapnya dengan cengo,Masalahnya ia bisa menyamar menjadi apapun mengapa harus menjadi gadis cupu dan dekil?.


"Ayla,Kami ikut."Ucap Rara hendak membuka pintu mobil,Namun langsung mendapat penolakan keras dari Ayla.


"Kalian tunggu sini,Kalo sampe kalian mengikuti,Aku akan menghukum kalian."Ucap Ayla dingin berjalan memasuki gerbang sekolah yang sedang terbuka lebar itu,Sepertinya sekolah itu sedang ada tamu.


"Sebenarnya apa yang sedang Ayla lakukan?"Bingung Erik.


"Entahlah,Aku pun berfikir demikian."Ucap Rara menghela nafas.


"Yasudah kita tunggu disini saja."Ucap Erik pasrah,Rara pun mengangguk,keduanya memilih untuk menunggu Ayla sambil bermain game pada handphone mereka.


...****************...

__ADS_1


"Arga,Kamu suka ini?"Tanya seorang gadis cantik tersenyum semanis mungkin pada Arga.Namun hanya wajah dingin dan cuek Arga yang ia dapat,Jangankan menjawab menoleh saja tidak.


"Arga,Aku siapin ini khusus buat kamu."Ucap gadis itu berusaha mengambil perhatian Arga,Arga mendorong gadis itu agar menjauh darinya.


"Aduuh,Arga."Eluh gadis itu.


Arga menatap dingin gadis itu,Sudah ia bilang berulang kali pada gadis itu,Bahwa ia sedang tidak ingin diganggu,Apalagi gadis itu bersikap cukup agresif padanya.


"Woy Lo kasar banget!"Teriak seorang pemuda menarik kerah baju Arga dengan kasar.Arga hanya diam dengan wajah cueknya.


"Sella,Buat apa sih Lo deketin dia terus,Udah tau nih cowok orang gila,harusnya dia beruntung bisa disukain sama Lo."Ucap pemuda itu.


"Marsel,Gpp kok...aku tau Arga itu cuma malu aja,Sebenarnya dia juga suka aku kok."Ucap gadis itu diketahui bernama sella.


"Mimpi."Ucap Arga sepontan.


"Lo ga abis² hah! bisa ga sih Lo ga nyari ribut sama kita."Ucap Arvin kesal.


"Temen Lo tuh yang brengs*k,Bilangin sama dia jangan nyakitin sella lagi!"Teriak Marsel marah.


"Heh,Lo ga salah...sella yang ngejar² Arga kenapa Arga yang disalahin,Seharusnya Lo bilangin nih sama cewek yang Lo suka buat jauhin Arga."Ucap Arvin datar.


"Arga emang aku kurang apasih,Kenapa kamu nolak aku terus,Secantik apa sih wanita impian kamu hah,Apa sekaya aku? Sepopuler aku?atau sebaik aku?"Ucap sella lirih.


"Jaga mulut Lo,Jangan pernah bahas dia dan ngebandingin Lo sama dia,jelas beda jauh!."Ucap Arga tajam,Sella menunduk sambil menangis.


"Sella,Jangan nangis."Ucap Marsel khawatir.


Arga dan Arvin memilih untuk pergi dari sana,Namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan seseorang dai belakangnya.

__ADS_1


"Hey!!"


Kedua pemuda itu menoleh,Pada awalnya mereka hanya menaikan alisnya bingung,Siapa gadis yang memanggil mereka berdua,Berdandan cupu dan hitam,Wajahnya datar dengan mata tajam dibalik kacamata minus.


Sella dan marsel menatap gadis itu,Menatap dengan pandangan merendahkan karna melihat penampilan gadis itu.Sedangkan Arga dan Arvin terdiam sambil berfikir beberapa Saat,Saat mengetahui siapa gadis itu,Kedua jantung pemuda itu mendadak maraton,Bagaimana tidak,Gadis yang mereka sukai mendatangi mereka,Yang jelas sejak kemarin mengabaikan mereka.


"Ayla!"Teriak Arvin segera berlari kencang.


"Ayla!"Arga ikut menyusul Arvin.


Keduanya menatap Ayla dengan tidak percaya,Benarkah gadis itu datang kesekolah mereka,Menemui mereka,Owh tidak fikiran Arvin sudah melayang kemana²,Bahkan ia sudah memikirkan berapa banyak anaknya bila menikah dengan Ayla.


"My angel,Kamu Dateng kesini?"Tanya Arvin tersenyum senang,percayalah ia seperti anak kecil yang sedang mendapatkan uang saku tambahan.


"Ayla,Kamu pasti nyari aku yaa,Ayo ngobrol di kantin."Ucap Arga menarik tangan Ayla sambil tersenyum senang.Arvin menatap Arga dengan kesal,Ia ikut menarik Ayla jadilah gadis itu diapit oleh kedua pemuda tampan itu.Ayla menghempaskan tangan kedua pemuda itu dengan wajah datar.


"Oh my~ God,Ga salah tipe ceweknya Arga sama Arvin gitu!"


"Cupu!!"


"Gw harap dia bukan anak baru disini."


"Ga ikhlas,Dua pangeran kita diambil cupu."


"Cewek dekil,Jelek!."


Ayla mendapatkan cacian dari para gadis yang menyukai Arga dan Arvin,Namun ia tak ambil pusing toh,Ia datang bukan untuk merayu kedua pemuda itu,Ia kesana Karna ingin mengetahui,Apakah kedua pemuda itu juga terlibat dalam dunia gelap seperti Leon.


Jangan lupa like dan komen kalo suka sama ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2