AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Bingung


__ADS_3

Arvin menarik nafasnya dalam,mencoba menetralkan emosi yang hampir saja meledak.setelah itu ia menoleh menatap Arga yang masih setia menatapnya.


"Bisakah kau mengalah untukku ?"Ucap Arvin memecahkan kesunyian yang tadi sempat melanda.Arga mengangkat alisnya heran.


"Kalau bisa bersaing,mengapa aku harus mengalah,Kita sama² punya perasaan jadi cobalah untuk sportif."Ucap Arga santai,Terlihat Arvin mendesah pasrah,ia tak bisa memaksa Arga untuk mengalah.


"Ada sesuatu yang ingin ku bahas denganmu."Ucap Arga


"Apa? apakah tentang ayla?"Tanya Arvin.


"Hmm...dan juga Leon."Ucap Arga,Arvin pun mengangguk.


"Ada apa?"Bingung Arvin.


Arga menyenderkan kepalanya pada pembatas bangku,Lalu beralih menatap langit kamar Arvin.


"Gw ngerasa ada yang aneh sama Leon,kenapa dia bisa tiba tiba suka sama Ayla,sejak kecil kita tau kalau Leon sama sekali GK anggap wanita ada didunia kecuali ibunya."Ucap Arga,Arvin pun mencernanya.


Memang ini agak sedikit aneh,tetapi bukankah cinta bisa datang kapan saja,dan tanpa alasan,bisa jadi itu terjadi pada Leon.


"Hmm...terus maksudnya apa?"Ucap Arvin dengan watados,padahal dihatinya ia sedang berfikir keras mencari tahu apa yang terjadi pada Leon.


"Percuma aja gw ngomong sama lu,GK akan kelar nih masalah,menurut gw ada yang disembunyikan sama Leon."Ucap Arga agak kesal.


"Mungkin Leon mau balas dendam sama Ayla,karna dulu dia pernah ngasih es krim ke Leon dan Leon anggap itu sebagai hinaan."Ucap Arvin.

__ADS_1


"Perempuan itu Ayla?"kaget Arga,kenapa bisa kebetulan seperti itu,apa dunia sesempit ini.


"Mungkin,Karna Leon selama ini GK pernah Deket sama perempuan lain,Dan baru kali dia berhubungan sama perempuan."Ucap Arvin menerka.


Arvin memang terlihat polos dan sedikit bodoh,tetapi ia pun bisa sangat serius jika berhubungan dengan orang yang disayang.


"Hmm,kita selidikin dulu...jika Leon punya niat yang GK bagus sama Ayla,kita harus cegah itu."Arvin mengangguk menyetujui ucapan Arga.


**


"Ayah,ibu Ayla lelah..."Gumam Ayla menatap langit,Kini ia sedang duduk tepat didepan jendela kamarnya.


Sejak kematian kedua orang tuanya,ia sama sekali tak merasakan kebahagiaan,tidak ada lagi kehangatan keluarga yang ia rasakan,rasanya hidupnya tak lagi berwarna.


Ia menatap kebawah,dimana Sam bersama istrinya dan Erik sedang tertawa dan saling bercanda,Membuatnya mengingat dimana ia selalu bercanda dengan kedua orang tuanya.


"Ayla hikss..."Ayla terkejut mendapati pelukan erat dari Rara,Tubuhnya terlihat bergetar saat memeluk Ayla.


"Kau harus kuat Ayla,mulai sekarang aku akan selalu ada untukmu hikss..."Ucap Rara disela Isak tangisnya.


ada apa dengan Rara,apakah ia mendengar ucapan Ayla?


Ayla membalas pelukan Rara,rasanya kehidupannya lebih baik saat ada Rara.


Gadis berwajah imut itu selalu ada untuknya,Tetapi Ayla tau bahwa gadis itu pun punya kesedihan yang juga sama sepertinya,itu sebabnya Ayla tak mau Rara terbebani oleh masa lalu dan kesedihannya.

__ADS_1


"Ayla kau baik² saja kan?"Tanya Rara khawatir,senyuman tipis tersungging diwajah Ayla.


"Aku baik² saja."Ucap Ayla.


"Benarkah? ku harap kau akan bahagia kelak nanti."Ucap Rara dengan tulus.


"Aku berharap kau akan jauh lebih bahagia dari aku rara"Ucap Ayla kembali memeluk Rara dengan erat,Sebagai tanda terima kasihnya Karna gadis itu selalu ada untuknya.


"Ihh...gimana bisa begitu,pokoknya kau harus lebih bahagia dari aku,jadi janganlah bersedih terus,nanti aku bisa ikut sedih."Ucap Rara dengan nada ciri khasnya yang terkesan lebay Dimata Ayla,tetapi Ayla menyukainya.


"Jangan harap kau akan menderita,kau adalah bosku...jika ada yang berani membuatmu menderita,jangan harap dia akan hidup dengan tenang !!"Ucap Rara dengan suara cempreng ciri khasnya.


**


"Ayla Amrik askara,Bagaimana caranya aku membuatmu menderita?"Gumam Leon termenung,tak lama pintu terbuka memperlihatkan seorang pria parubaya yang sedang menggandeng seorang wanita yang terlihat masih muda.Leon tak menoleh,ia masih santai tanpa menyambut pria itu.


"Leon !!"Teriaknya,Leon berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,baru beberapa langkah ia menaiki anak tangga,ucapan pria parubaya itu sukses menghentikan langkahnya.


"Dasar anak tidak berguna,sangat mirip dengan ibumu,pembangkang dan tidak berguna !"Ucapnya,Membuat Leon mengepalkan tangannya.


"Tuan jangan berkata seperti itu,diakan anakmu."Ucap wanita muda itu dengan nada yang terdengar menjijikan ditelinga Leon.


"Kau sangat baik,tidak seharusnya kau menyayangi dan membela anak seperti dia."Ucap pria parubaya itu dengan wajah datar.


"Cih menjijikan,mari kita lihat apakah wanita itu akan tetap berada disisi mu saat aku menghancurkan perusahaanmu atau tidak."gumam Leon menyeringai,dan kembali melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.


__ADS_2